• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Selasa, 29 September 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Pj Ketua PKK Aceh Minta TPPS Perkuat Sosialisasi Stunting Sampai Tingkat Desa

redaksi by redaksi
29 Februari 2024
in Kesehatan
Pj Ketua PKK Aceh Minta TPPS Perkuat Sosialisasi Stunting Sampai Tingkat Desa

Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh, Ayu Marzuki, saat menyampaikan materi dalam Rakor TPPS tingkat Provinsi Aceh yang diselelenggarakan BKKBN Perwakilan Aceh, di Hotel Ayani, Banda Aceh, Rabu, (28/2/2024).

MediaNanggroe.com, Banda Aceh – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh, Ayu Marzuki, meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS untuk memperkuat sosialisasi tentang stunting sampai ke tingkat desa. Menurut Ayu, masih banyak Keuchik atau kepala desa di Aceh yang belum mengetahui tentang stunting.

“Akibatnya program penurunan stunting ada yang tidak berjalan di sebagian gampong,” kata Ayu, dalam Rakor TPPS tingkat Provinsi Aceh yang digelar BKKBN Perwakilan Aceh, di Hotel Ayani, Rabu, (28/2/2024).

Selain itu, Ayu mengungkapkan, jika merujuk pada peraturan, seharusnya kepala desa mengalokasikan 20 persen dana desa untuk bidang kesehatan yang di dalamnya digunakan untuk penanganan stunting.
Hal tersebut sesuai dengan Permendes PDTT No.7 Tahun 2023.

Lebih lajut, Ayu juga mengungkapkan alasan lainnya mengapa pengetahuan tentang stunting perlu terus disosialisasikan sampai tingkat paling bawah.

BacaJuga :

BPOM Aceh Perkuat CDOB, Mutu Obat Kontrasepsi Dikawal hingga Faskes

BPOM Aceh Perkuat CDOB, Mutu Obat Kontrasepsi Dikawal hingga Faskes

9 September 2026
SANGER UREUNG ACEH Bergerak di Lhokseumawe, BBPOM Aceh dan Dinkes Perkuat Pengawasan Pangan

SANGER UREUNG ACEH Bergerak di Lhokseumawe, BBPOM Aceh dan Dinkes Perkuat Pengawasan Pangan

7 September 2026

“Selama ini banyak kader Posyandu salah ukur tinggi badan balita sehingga data stunting tidak valid,” kata Ayu.

Ayu menyebutkan, sejumlah penyebab salahnya pengukuran badan balita, diantaranya adalah penggunaan alat yang tidak sesuai standar, kader sering diganti dan pencatatan yang dilakukan kader tidak dikonfirmasi petugas kesehatan.

“Oleh sebab itu, juga perlu diatur dengan regulasi supaya kader pada tingkat paling bawah bisa bekerja sesuai standar,” kata Ayu.

Ayu berharap peran Tim Percepatan Penurunan Stunting yang terdiri dari berbagai unsur pemangku kebijakan dapat terus meningkatkan perannya dalam penurunan stunting di Aceh. Ia yakin peran tersebut akan berdampak signifikan untuk masa depan anak Aceh yang lebih baik.

Sekda Aceh yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, mengatakan, dukungan dan kerja keras dari semua pihak sangatlah penting dalam penurunan stunting untuk mencapai target provinsi maupun nasional.

“Rapat kerja TPPS ini sangat penting untuk membangun koordinasi dan konsultasi diantara semua anggota TPPS Aceh. Sehingga program percepatan penurunan stunting dapat berjalan efektif, ” kata Iskandar.

Sementara itu, Kepala BKKBN RI, Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), menyampaikan sejumlah hal yang harus dilakukan TPPS Aceh agar penanganan stunting tepat sasaran.

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan itu mengingatkan bahwa cegah stunting penting di periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Atau sejak terjadinya konsepsi sampai usia bayi dua tahun.

“Dalam masa tersebut pola asuh dan asupan yang berkualitas seperti ikan perlu diberikan kepada anak, sebab dalam masa tersebut juga terjadinya perkembangan otak bayi,” sebut Hasto.

Selanjutnya, Allah akan menutup ubun-ubun bayi setelah usia dua tahun. Kecil kemungkinan perkembangan otak bayi setelah usia dua tahun.

Hasto mengatakan, salah satu penyebab lainnya terjadi stunting karena jarak kelahiran anak yang terlalu dekat. Hal tersebut mengakibatkan pola asuh kepada anak tidak maksimal. Padahal setiap anak perlu diberikan ASI paling kurang selama 24 bulan.

“Selain itu usia perkawinan juga mempengaruhi terjadinya stunting terhadap bayi yang dilahirkan, sebab pernikahan di usia yang sangat dini juga menentukan kesehatan tubuh ibu hamil,” kata Hasto.

Lebih lanjut, dokter Hasto juga menekankan pentingnya pemberian ASI kepada bayi dibandingkan memberikan susu botol. Ia mengingatkan para ibu agar berhati-hati ketika memberikan susu untuk bayi atau balita, khususnya dalam penggunaan botol susu.

“Banyak sekali orang tersesat pakai susu botol atau susu formula, akhirnya anaknya banyak diare. Kenapa diare? Bukan karena susunya, tapi karena botolnya tidak steril. Bekas susu yang tersisa di dalam botol menjadi sarang bakteri, kalau botol tidak betul- betul disteril,” urai dokter Hasto.

Hasto menjelaskan, ciri khas stunting adalah bertubuh pendek. Tapi pendek belum tentu stunting. Ciri yang lebih khas lagi, otak anak stunting tidak cerdas dan orang stunting sering sakit-sakitan.

“Ketika dewasa, anak stunting akan mengalami central obes yang mudah kena penyakit darah tinggi, jantung, stroke, dan sejenisnya,” kata Hasto.

Hadir dalam Rakor tersebut Kepala BKKBN Perwakilan Aceh, Safrina Salim. Adapun Rakor tersebut diikuti Tim Percepatan Penurunan Stunting Aceh yang terdiri dari berbagai unsur pemangku kebijakan, diantaranya Bappeda Aceh, Badan Pangan Nasional, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong dan berbagai instansi terkait lainnya. []

Previous Post

DJSN Laksanakan Pemantauan dan Evaluasi Layanan Syariah Program JKN di Aceh

Next Post

Pemilik Doorsmeer Mobil Curi Uang Pelanggan di Aceh Selatan

Berita Lainnya

BPOM Aceh Perkuat CDOB, Mutu Obat Kontrasepsi Dikawal hingga Faskes

BPOM Aceh Perkuat CDOB, Mutu Obat Kontrasepsi Dikawal hingga Faskes

9 September 2026

BANDA ACEH – Mutu obat kontrasepsi menjadi perhatian BPOM Aceh dalam memastikan kualitas produk tetap terjaga sepanjang rantai distribusi. Penerapan...

SANGER UREUNG ACEH Bergerak di Lhokseumawe, BBPOM Aceh dan Dinkes Perkuat Pengawasan Pangan

SANGER UREUNG ACEH Bergerak di Lhokseumawe, BBPOM Aceh dan Dinkes Perkuat Pengawasan Pangan

7 September 2026

Lhokseumawe - Warung kopi bukan sekadar tempat menyeruput kopi dan berbincang. Di Aceh, warung kopi telah menjadi bagian dari ruang...

Lagi, Kinerja BPJS Kesehatan 2020 Diganjar WTM Kondisi Keuangan DJS Membaik

BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp2 Triliun untuk Pelayanan Kesehatan Aceh Semester I 2026

23 Juli 2026

BANDA ACEH – BPJS Kesehatan mencatat penyerapan biaya pelayanan kesehatan di Provinsi Aceh mencapai sekitar Rp2 triliun sepanjang Januari hingga...

Load More
Next Post
Pemilik Doorsmeer Mobil Curi Uang  Pelanggan di Aceh Selatan

Pemilik Doorsmeer Mobil Curi Uang Pelanggan di Aceh Selatan

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Truk Sayur Terbalik di Jalan Banda Aceh-Medan, Tumpahan Minyak Bikin Jalan Licin

Truk Sayur Terbalik di Jalan Banda Aceh-Medan, Tumpahan Minyak Bikin Jalan Licin

27 September 2026
Keamanan Pangan Sekolah Tak Boleh Berhenti di Intervensi, BBPOM Aceh Kawal hingga Jadi Budaya

Keamanan Pangan Sekolah Tak Boleh Berhenti di Intervensi, BBPOM Aceh Kawal hingga Jadi Budaya

25 September 2026
Saka POM Aceh Bekali Generasi Muda dengan Keterampilan Pengawasan Obat dan Makanan

Saka POM Aceh Bekali Generasi Muda dengan Keterampilan Pengawasan Obat dan Makanan

24 September 2026
Kejagung Percepat Hak dan Karier Pegawai, 59 Pengelola Kepegawaian se-Aceh Ikuti Sosialisasi

Kejagung Percepat Hak dan Karier Pegawai, 59 Pengelola Kepegawaian se-Aceh Ikuti Sosialisasi

24 September 2026
Bank Aceh Sosialisasikan Internet Banking Corporate kepada Satuan Pendidikan di Bireuen

Bank Aceh Sosialisasikan Internet Banking Corporate kepada Satuan Pendidikan di Bireuen

23 September 2026
  • Kakek Pensiunan PNS 61 Tahun Jadi Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak 11 Tahun di Banda Aceh

    Kakek Pensiunan PNS 61 Tahun Jadi Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak 11 Tahun di Banda Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PPPK Pemerintah Aceh Kini Berhak Menerima TPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In