• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Kamis, 16 Juli 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh Besar

Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

lasdianto by lasdianto
19 Juni 2026
in Aceh Besar
Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

KOTA JANTHO — Di tengah masih tingginya angka kemiskinan dan tantangan akses pendidikan, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi secercah harapan baru bagi masyarakat Aceh Besar. Program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan secara berkelanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, S.Pd., M.Si menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk menjawab persoalan mendasar dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Selama ini masih ada anak-anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi maupun keterbatasan akses. Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi konkret untuk memastikan mereka tetap mendapatkan hak pendidikan,” ujar Rahmawati dalam Dialog Interaktif Luar Studio Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar, UPT Sentra Darussa’adah, Kecamatan Darul Imarah, Jumat (19/6/2026).

Ia mengungkapkan, angka kemiskinan di Aceh Besar saat ini masih berada di kisaran 11 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat pendidikan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

BacaJuga :

34 Tim Berlomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

34 Tim Berlomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

25 Juni 2026
Guru SMP di Aceh Besar Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam

Guru SMP di Aceh Besar Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam

24 Juni 2026

“Target kita tentu bagaimana angka ini bisa ditekan hingga di bawah satu digit. Dan pendidikan adalah salah satu kunci utama untuk mencapai itu,” jelasnya.

Rahmawati menambahkan, Sekolah Rakyat hadir dengan pendekatan berbeda dari sekolah formal pada umumnya. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan sistem pendidikan berbasis asrama (boarding school) yang memungkinkan pembinaan dilakukan secara intensif.

Seluruh kebutuhan peserta didik ditanggung pemerintah, mulai dari seragam, makan, tempat tinggal, hingga kebutuhan pendidikan lainnya. Hal ini bertujuan menghilangkan hambatan ekonomi yang selama ini menjadi penyebab utama anak putus sekolah.

“Tidak ada lagi alasan untuk tidak sekolah. Semua sudah difasilitasi oleh negara. Tinggal bagaimana anak-anak ini memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Meski demikian, kurikulum yang diterapkan tetap mengacu pada kurikulum nasional, dengan penguatan pada aspek karakter, kedisiplinan, serta pembinaan mental dan spiritual.

“Di Sekolah Rakyat, pembinaan karakter justru lebih kuat. Anak-anak dibentuk menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan memiliki daya juang tinggi,” ujarnya.

Rahmawati juga optimistis lulusan Sekolah Rakyat memiliki peluang besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Kita ingin mereka tidak hanya lulus, tetapi juga memiliki masa depan yang lebih baik. Bahkan kita harapkan bisa melanjutkan ke universitas dan menjadi generasi unggul,” katanya.

Program Sekolah Rakyat turut diintegrasikan dengan berbagai program sosial lainnya, termasuk pemberdayaan ekonomi keluarga, sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan oleh anak, tetapi juga keluarganya.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Aceh Besar, Nuraida, A.KS., MA menjelaskan bahwa proses seleksi peserta didik dilakukan secara ketat dan transparan melalui verifikasi dan validasi langsung ke lapangan.

“Peserta harus berasal dari keluarga desil 1 dan 2. Pendamping sosial turun langsung ke rumah untuk memastikan kondisi ekonomi, sekaligus melihat komitmen keluarga dan anak untuk melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.

Selain itu, proses seleksi juga mencakup penilaian mendalam (in-depth assessment) guna memastikan program tepat sasaran.

“Kami tidak hanya menyekolahkan anak, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga melalui program pendampingan. Intervensinya menyeluruh agar benar-benar mampu memutus rantai kemiskinan,” jelas Nuraida.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen peserta, mengingat sistem asrama menuntut kedisiplinan serta kesiapan mental.

Di sisi lain, Kepala SRMA 1 Aceh Besar, Ilza Satriadi, S.Pd menyampaikan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut tahun ajaran baru. Sebanyak 60 siswa akan menjadi angkatan pertama yang memulai pendidikan pada Juli 2026.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan di fasilitas SMA 2 Kuta Blang sebelum dipindahkan ke lokasi permanen.

“Pembangunan lokasi permanen saat ini sudah mencapai sekitar 75 persen. Kami optimistis fasilitas utama seperti ruang kelas dan asrama segera dapat digunakan,” ujarnya.

Ilza menjelaskan bahwa sistem pembelajaran menggabungkan tiga pendekatan, yaitu kurikulum persiapan bagi siswa yang sebelumnya putus sekolah, kurikulum nasional, serta kurikulum berbasis asrama yang fokus pada pembentukan karakter.

“Tidak hanya akademik, tetapi juga life skill. Ini yang menjadi kekuatan Sekolah Rakyat,” katanya.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Aceh Besar diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi di daerah lain dalam mengatasi persoalan pendidikan dan kemiskinan secara simultan.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menaruh harapan besar lahirnya generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, mandiri, dan mampu menjadi pemimpin masa depan.

“Sekolah Rakyat bukan hanya tentang pendidikan, tetapi tentang harapan baru bagi anak-anak Aceh Besar untuk masa depan yang lebih baik,” pungkas Ilza.

Dengan pendekatan yang komprehensif dan dukungan berbagai pihak, Sekolah Rakyat diyakini mampu menjadi jembatan bagi anak-anak kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik, sekaligus menjadi fondasi menuju visi besar Indonesia Emas 2045

Previous Post

51 Perusahaan Bersaing di Proyek RS Rujukan Tapaktuan Rp13,8 Miliar, Selisih Penawaran Capai Rp2 Miliar Lebih

Next Post

BPK Temukan Baitul Mal Kota Banda Aceh Belum Tertib Laporan ZIS Rp12,6 Miliar

Berita Lainnya

34 Tim Berlomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

34 Tim Berlomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

25 Juni 2026

KOTA JANTHO – Sebanyak 34 tim dari TP PKK kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), dan BKMT Aceh Besar memeriahkan Lomba...

Guru SMP di Aceh Besar Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam

Guru SMP di Aceh Besar Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam

24 Juni 2026

KOTA JANTHO – Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syukri membuka Pelatihan Pembelajaran Mendalam jenjang SMP di Aula Disnakertrans Aceh...

Tiga Pelaku Maisir Dicambuk di Jantho, Kejari Aceh Besar Tegaskan Komitmen Penegakan Syariat Islam

Tiga Pelaku Maisir Dicambuk di Jantho, Kejari Aceh Besar Tegaskan Komitmen Penegakan Syariat Islam

17 Juni 2026

KOTA JANTHO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar mengeksekusi hukuman cambuk terhadap tiga terpidana kasus jarimah maisir (judi) di halaman...

Load More
Next Post
BPK Temukan Baitul Mal Kota Banda Aceh Belum Tertib Laporan ZIS Rp12,6 Miliar

BPK Temukan Baitul Mal Kota Banda Aceh Belum Tertib Laporan ZIS Rp12,6 Miliar

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Literasi Sejak Dini, BBPOM Aceh Bekali Pelajar Menjadi Konsumen Cerdas

Literasi Sejak Dini, BBPOM Aceh Bekali Pelajar Menjadi Konsumen Cerdas

15 Juli 2026
Kejati Tahan Kades dan PNS BPN di Kasus Korupsi Lahan di Seumelu

Kejati Tahan Kades dan PNS BPN di Kasus Korupsi Lahan di Seumelu

15 Juli 2026
Transformasi Layanan BSI Dorong Peningkatan 24 Juta Nasabah

Transformasi Layanan BSI Dorong Peningkatan 24 Juta Nasabah

14 Juli 2026
Muhammad Nasir Pimpin KORPRI Aceh, ASN Ditantang Tinggalkan Zona Nyaman

Muhammad Nasir Pimpin KORPRI Aceh, ASN Ditantang Tinggalkan Zona Nyaman

14 Juli 2026
Cetak Produk Pangan Berkualitas, BBPOM Aceh Tingkatkan Kompetensi Pelaku IRTP

Cetak Produk Pangan Berkualitas, BBPOM Aceh Tingkatkan Kompetensi Pelaku IRTP

14 Juli 2026
  • Kejati Tahan Kades dan PNS BPN di Kasus Korupsi Lahan di Seumelu

    Kejati Tahan Kades dan PNS BPN di Kasus Korupsi Lahan di Seumelu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PPPK Pemerintah Aceh Kini Berhak Menerima TPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Ungkap Deretan Proyek Mubazir di Aceh Selatan, Rp142,7 Miliar Aset Tak Dimanfaatkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Sorot Sewa Mobil Dinas Aceh Selatan: Kendaraan Istri Bupati dan “Kantor Jakarta” Ikut Dibayar APBK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In