TAPAKTUAN — Persaingan ketat terjadi dalam tender proyek lanjutan pembangunan Rumah Sakit Rujukan Regional dr. Yulidin Away Tapaktuan tahun anggaran APBD 2026. Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Aceh, sebanyak 51 perusahaan konstruksi tercatat mengikuti lelang paket strategis sektor kesehatan tersebut.
Proyek yang berada di bawah Satuan Kerja Dinas Kesehatan Aceh ini memiliki nilai pagu sebesar Rp13.801.851.250,00, dengan metode pengadaan tender pascakualifikasi satu file – harga terendah sistem gugur.
Sementara itu, proses pengadaan yang diumumkan melalui LPSE Aceh saat ini telah memasuki tahap krusial, yakni pembukaan dokumen penawaran dan dilanjutkan evaluasi administrasi, teknis, kualifikasi, serta harga yang dijadwalkan berlangsung hingga 26 Juni 2026.
Selisih Penawaran Lebar, Kompetisi Harga Menguat
Dari hasil sementara yang terpantau, terjadi rentang penawaran yang cukup lebar antar peserta.
Harga penawaran terendah sementara tercatat sebesar Rp11.582.709.430,59, sementara penawaran tertinggi mencapai Rp13.732.087.706,15.
Selisih lebih dari Rp2,1 miliar ini menunjukkan kompetisi harga yang cukup agresif di antara peserta, seiring sistem evaluasi yang mengedepankan metode harga terendah dengan sistem gugur.
51 Peserta, Persaingan Didominasi Kontraktor Lokal dan Nasional
Sedikitnya 51 perusahaan, mulai dari CV hingga PT, ikut serta dalam tender proyek yang menjadi bagian dari pembangunan tahap ketujuh rumah sakit tersebut. Proyek ini merupakan kelanjutan pembangunan fasilitas kesehatan strategis di wilayah barat selatan Aceh.
Rumah sakit ini sendiri merupakan RS Rujukan Regional dr. Yulidin Away Tapaktuan yang dirancang menjadi pusat layanan rujukan bagi empat wilayah, yakni Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Aceh Singkil, dan Simeulue.
Proyek Strategis dengan Target Operasional 2027
Dalam dokumen perencanaan, pembangunan tahap ini difokuskan pada penyelesaian struktur dan arsitektur lantai 1 hingga lantai 5 Blok A dan B, termasuk koridor penghubung antar gedung. Selain itu, pekerjaan juga mencakup instalasi sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) seperti:
- sistem pemadam kebakaran (sprinkler dan hydrant)
- fire alarm dan CCTV
- tata udara dan gas medis
- sistem komunikasi dan nursing call system
- jaringan air bersih dan air limbah
Proyek ini direncanakan berjalan selama 150 hari kalender sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, rumah sakit ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada akhir 2027, dan diharapkan menjadi pusat layanan rujukan utama tanpa harus merujuk pasien ke Banda Aceh untuk kasus tertentu.
Jadwal Ketat Menuju Penetapan Pemenang
Berdasarkan jadwal LPSE Aceh, proses tender akan berlanjut dengan tahapan:
- Evaluasi hingga 26 Juni 2026
- Pengumuman pemenang: 27 Juni 2026
- Masa sanggah: hingga 3 Juli 2026
- Penandatanganan kontrak: paling lambat 13 Juli 2026
Dengan nilai proyek mencapai hampir Rp14 miliar dan puluhan peserta yang bersaing, proses ini menjadi salah satu tender infrastruktur kesehatan yang paling diperhatikan di Aceh pada tahun anggaran 2026.










Discussion about this post