MediaNanggroe.com — Pemerintah Kota Langsa memastikan penyaluran bantuan darurat dilakukan secara cepat dan tepat untuk meringankan beban masyarakat terdampak banjir dan longsor. Dalam kondisi tanggap darurat seperti ini, kebutuhan ekonomi keluarga dinilai paling mendesak sehingga kebijakan bantuan uang tunai menjadi pilihan prioritas Pemkot Langsa.
Wali Kota Langsa, Jeffy Sentana Putra, mengumumkan bahwa bantuan akan diberikan kepada seluruh 55.963 kepala keluarga (KK) yang tercatat sebagai warga Kota Langsa. Setiap KK akan menerima bantuan uang sebesar Rp200.000, sebagai stimulus awal untuk memenuhi kebutuhan harian selama masa darurat. Pencairan dapat dilakukan mulai hari Jumat di kantor keuchik masing-masing di seluruh wilayah Kota Langsa.
Selain bantuan uang, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan sebagai tahap lanjutan berupa beras 5 kilogram per KK. Data Administrasi Dukcapil menjadi dasar pendataan penerima untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan merata. Seluruh KK terdampak yang terdaftar dijamin mendapatkan bantuan tanpa pengecualian.
Untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat di wilayah terdampak berat, Pemkot Langsa mengaktifkan dapur umum di seluruh gampong. Kini hanya satu desa yang masih terisolir dan proses pembukaan akses sedang dipercepat agar bantuan dapat masuk maksimal.
Ketersediaan layanan dan pasokan kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian. Pemerintah memastikan stok obat-obatan dasar aman untuk kebutuhan satu minggu ke depan, dengan pelayanan kesehatan tetap berjalan melalui posko lapangan dan fasilitas kesehatan yang beroperasi.
Wali Kota Jeffy menegaskan bahwa pemerintah akan membuka ruang verifikasi bagi warga yang belum tercantum pada data Dukcapil namun masih berstatus warga Kota Langsa. Ia berharap bantuan uang tunai dan pangan ini dapat memberikan dampak nyata. “Semoga stimulus ini menjadi penopang bagi seluruh masyarakat dan membantu percepatan pemulihan Kota Langsa seperti sediakala,” ujarnya.












Discussion about this post