• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Jumat, 19 Juni 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh Besar

Plt Direktur RSUD Aceh Besar Dinilai Tak Becus Urus Rumah Sakit, Warga Mengeluh Obat Sering Kosong

redaksi by redaksi
17 Mei 2024
in Aceh Besar
Plt Direktur RSUD Aceh Besar Dinilai Tak Becus Urus Rumah Sakit, Warga Mengeluh Obat Sering Kosong

MediaNanggroe.com, Aceh Besar – Plt Direktur RSUD Aceh Besar dr Susi Mahdalena, MKM dinilai tak becus mengurus rumah sakit. Penilaian ini tentu tak berlebihan mengingat sejak dipimpin dokter Susi, kesediaan obat dirumah sakit milik Pemkab Aceh Besar itu sering kosong.

Memang, sejumlah obat yang dibutuhkan pasien rawat inap dan rawat jalan di RSUD Aceh Besar, dilaporkan sering kosong. Bahkan, keluarga pasien sering mencari obat di luar rumah sakit apabila resep obat dari dokter tidak terdapat di apotik.

Seorang keluarga pasien mengeluh terhadap kondisi stok obat di apotik rumah sakit yang sering terjadi kekosongan sehingga sangat menyusahkan keluarga pasien dan terpaksa harus mencari obat di luar rumah sakit.
“Setelah diperiksa dan ditulis resep oleh dokter, kami ke apotik rumah sakit dan tidak ada obat, kami dijanjikan untuk kembali beberapa hari kedepan untuk ambil obat, tapi ketika kami datang, tidak ada juga,” ujar warga Sibreh ini kepada media ini, Jumat 17 Mei 2024.

Menurutnya, kondisi ini rupanya telah berlangsung lama menurut cerita pasien lain. Akibatnya, banyak pasein yang memilih membeli obat diluar.Bahkan, kata dia obat untuk penyakit ringan saja kosong, apalagi obat untuk penyakit-penyakit tertentu yang harganya sangat mahal.
“Kami sebagai warga merasa Bu Plt Direktur RSUD Aceh Besar tidak becus mengurus rumah sakit, karena ketika belum dipimpin ibu Susi, rumah sakit ini tidak pernah kekosongan obat,” ujarnya.

BacaJuga :

Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

19 Juni 2026
Tiga Pelaku Maisir Dicambuk di Jantho, Kejari Aceh Besar Tegaskan Komitmen Penegakan Syariat Islam

Tiga Pelaku Maisir Dicambuk di Jantho, Kejari Aceh Besar Tegaskan Komitmen Penegakan Syariat Islam

17 Juni 2026

Pengakuan serupa juga diakui seorang keluarga pasien dari Indra Puri. Wanita mud aitu mengakui beberapa hari yang lalu, ia membawa adiknya ke RSUD Satelit (RSUD Aceh Besar) karena dalam kondisi panas. Setelah diperiksa di poli, dokter memberikan resep obat Paracetamol.

“Bahkan,Paracetamol pun tidak ada, sehingga kami memutuskan membawa adik ke Rumah Sakit Ibnu Sina dan langsung diberikan obat,” ungkapnya.

Dia mengaku kondisi kekosongan obat di RSUD Satelit tidak pernah terjadi sebelumnya, ini terjadi sejak dr Susi Mahdalena memimpin rumah sakit plat merah itu. “Dengan kondisi ini, kami resah pak, karena rumah sakit milik Pemkab bisa kosong obat, kalau ada warga yang kurang mampu dalam kondisi sakit parah bagaimana, kemana kami berobat,” ujarnya.

Guna memastikan keluhan warga, media ini berhasil menghubungi salah seorang perawat di RSUD Satelit. Staf perawat bidang pelayanan itu mengakui bahwa kondisi RSUD Satelit sangat amburadur sejak dipimpin dr Susi Mahdalena. Iapun mengaku takut berkerja disana mengingat, keluarga pasien sering memarahi mereka karena tidak ada obat.

“Paling kami meminta pasien untuk balik besok, tapi besoknya obat juga tidak ada. Makanya, pasien dan keluarga pasien sering marah-marah ke kami pak,kami tau memang tidak ada obat, tapi tak mungkin kami bilang ke pasein obat kosong, sehingga kami harus berbohong, saya tidak tega pak membohongi masyarakat,” ungkapnya.

Parawat yang tidak mau menyebutkan namanya itupun mengaku tidak bisa berbuat banyak, mengingat setelah melaporkan terkait permasalahan tersebut pada kepala bidang pelayanan, juga tidak ada jalan keluar.

“Mendingan, kami berhenti saja pak kalau masih dipimpin dr Susi Mahdalena,” ungkapnya.

Terkait kelangkaan obat RSUD Aceh Besar media ini mencoba konfirmasi kepada Plt Direktur RSUD Aceh Besar dr Susi Mahdalena, MKM, namun sampai berita ini datayangkan belum memperoleh jawaban.

Previous Post

Pengungsi Rohingya di BMA Sudah Dipindahkan

Next Post

Penyidik Kejati Aceh Periksa Ketua BRA

Berita Lainnya

Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

19 Juni 2026

KOTA JANTHO — Di tengah masih tingginya angka kemiskinan dan tantangan akses pendidikan, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi secercah harapan baru...

Tiga Pelaku Maisir Dicambuk di Jantho, Kejari Aceh Besar Tegaskan Komitmen Penegakan Syariat Islam

Tiga Pelaku Maisir Dicambuk di Jantho, Kejari Aceh Besar Tegaskan Komitmen Penegakan Syariat Islam

17 Juni 2026

KOTA JANTHO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar mengeksekusi hukuman cambuk terhadap tiga terpidana kasus jarimah maisir (judi) di halaman...

Spanduk Provokatif Serang Bupati Aceh Besar, Satgas: Jangan Adu Domba Rakyat

Spanduk Provokatif Serang Bupati Aceh Besar, Satgas: Jangan Adu Domba Rakyat

17 Juni 2026

KOTA JANTHO – Munculnya spanduk bernada provokatif yang menyudutkan Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) yang memicu reaksi...

Load More
Next Post
Penyidik Kejati Aceh Periksa Ketua BRA

Penyidik Kejati Aceh Periksa Ketua BRA

Discussion about this post

BERITA TERKINI

BPK Temukan Baitul Mal Kota Banda Aceh Belum Tertib Laporan ZIS Rp12,6 Miliar

BPK Temukan Baitul Mal Kota Banda Aceh Belum Tertib Laporan ZIS Rp12,6 Miliar

19 Juni 2026
Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

19 Juni 2026
Pemerintah Aceh Akan Lanjutkan Pembangunan RS Regional dr. Yulidin Away Tapaktuan, Anggaran Capai Rp13,8 Miliar

51 Perusahaan Bersaing di Proyek RS Rujukan Tapaktuan Rp13,8 Miliar, Selisih Penawaran Capai Rp2 Miliar Lebih

19 Juni 2026
Skandal Beasiswa BPSDM Aceh Dibongkar, Tagihan Fiktif dan Aliran Dana Gelap Rugikan Negara Rp14 Miliar

Ribuan PPPK Aceh Diwajibkan Ikut Orientasi, BPSDM Ingatkan SKPA Tak Abaikan Instruksi Gubernur

19 Juni 2026
Sampah Jadi Berkah, BSI Perkuat Green Zakat Nasional

Sampah Jadi Berkah, BSI Perkuat Green Zakat Nasional

19 Juni 2026
  • Pemerintah Aceh Akan Lanjutkan Pembangunan RS Regional dr. Yulidin Away Tapaktuan, Anggaran Capai Rp13,8 Miliar

    Lanjutan RS Regional dr Yuliddin Away Dilelang, Anggaran Capai Rp13,8 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Palak Wisatawan di Bukit Lamreh Terbongkar, Polisi Ringkus Satu Pelaku, Dua Buron

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Ungkap Krisis Kas, Utang Pemko Banda Aceh Tembus Rp100,47 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp820 Juta di Aceh Besar, Gaji ASN hingga Perjalanan Dinas Bermasalah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In