• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Kamis, 16 Juli 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh Besar

Spanduk Provokatif Serang Bupati Aceh Besar, Satgas: Jangan Adu Domba Rakyat

redaksi by redaksi
17 Juni 2026
in Aceh Besar
Spanduk Provokatif Serang Bupati Aceh Besar, Satgas: Jangan Adu Domba Rakyat

KOTA JANTHO – Munculnya spanduk bernada provokatif yang menyudutkan Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) yang memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Spanduk itu dinilai sebagai upaya pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk mengganggu stabilitas dan memecah belah persatuan masyarakat Aceh Besar.

Berdasarkan informasi yang disebarluaskan di media sosial, spanduk tersebut dipasang di ruas Jalan Banda Aceh–Medan, tepatnya di kawasan Gampong Tanjong, Kecamatan Ingin Jaya. Dalam spanduk itu terdapat foto Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris bersama seorang pria yang memegang bendera GAM disertai tulisan bernada sindiran provokatif.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Komando Independen Aceh Besar, Anwar atau yang akrab disapa Bang Pok, menilai isi spanduk tersebut sarat fitnah dan sengaja dibuat untuk membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

“Spanduk itu diduga dipasang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Foto dan tulisan yang ditampilkan sangat provokatif dan mengandung unsur fitnah,” kata Anwar saat ditemui di kawasan Samahani, Kecamatan Kuta Malaka, Rabu (17/6/2026).

BacaJuga :

34 Tim Berlomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

34 Tim Berlomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

25 Juni 2026
Guru SMP di Aceh Besar Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam

Guru SMP di Aceh Besar Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam

24 Juni 2026

Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya menyerang pribadi seorang kepala daerah yang menjabat dan menjalankan perintah negara, tetapi juga berpotensi merusak suasana kondusif yang selama ini terjaga di Aceh Besar.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Aceh telah menikmati perdamaian selama lebih dari dua dekade sejak berakhirnya konflik. Karena itu, upaya menghidupkan kembali narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat dinilai tidak relevan dan bertentangan dengan semangat perdamaian yang telah dibangun bersama.

“Jangan ada pihak yang berusaha memancing suasana damai dan mengadu domba rakyat. Tidak perlu lagi mengkotak-kotakkan masyarakat antara GAM dan RI. Perdamaian sudah berjalan selama 21 tahun, semua pihak telah saling menerima, dan masyarakat Aceh hidup dalam suasana yang aman dan nyaman,” imbaunya kepada oknum tak bertanggung jawab itu.

Bang Pok juga mengapresiasi semua elemen masyarakat Aceh khususnya warga Aceh Besar yang selama ini berpegang teguh pada janji perdamaian. Ia menilai stabilitas keamanan daerah tetap terjaga di bawah kepemimpinan Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris dan Wakil Bupati Drs. H. Syukri A. Jalil.

Menurutnya, fokus seluruh elemen masyarakat saat ini seharusnya diarahkan pada pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan justru membangun narasi fitnah dan provokatif yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

“Perbuatan seperti ini tidak bisa ditoleransi. Aceh Besar saat ini dalam kondisi aman dan kondusif. Kita semua harus menjaga suasana yang sudah baik ini,” tegasnya.

Bang Pok menegaskan bahwa Satgas Komando Independen Aceh Besar, juga akan berupaya mencari pemasang spanduk yang sembunyi di balik tindakan provokatif dan sikap pengecut tersebut agar tidak terus berupaya membuat kegaduhan atau merusak perdamaian.

“Kami akan mencari tahu siapa pelakunya. Jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak menginginkan Aceh tetap damai. Perdamaian yang telah dibangun dengan susah payah harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Kemunculan spanduk tersebut pun memantik perhatian publik di media sosial. Sejumlah warga berharap aparat berwenang dapat mengusut pihak yang memasang spanduk tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi dan kegaduhan di tengah masyarakat.

Di tengah dinamika politik dan sosial yang terus berkembang, berbagai pihak mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan kritik serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu perpecahan.

Bagi banyak kalangan, menjaga persatuan dan merawat perdamaian Aceh jauh lebih penting daripada mempertajam perbedaan yang telah lama ditinggalkan. Terlebih, tindakan provokatif tersebut dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.(**)

 

Previous Post

Aceh Dorong Penguatan Dana Otsus dalam Revisi UUPA

Next Post

Tiga Pelaku Maisir Dicambuk di Jantho, Kejari Aceh Besar Tegaskan Komitmen Penegakan Syariat Islam

Berita Lainnya

34 Tim Berlomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

34 Tim Berlomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

25 Juni 2026

KOTA JANTHO – Sebanyak 34 tim dari TP PKK kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), dan BKMT Aceh Besar memeriahkan Lomba...

Guru SMP di Aceh Besar Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam

Guru SMP di Aceh Besar Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam

24 Juni 2026

KOTA JANTHO – Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syukri membuka Pelatihan Pembelajaran Mendalam jenjang SMP di Aula Disnakertrans Aceh...

Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

19 Juni 2026

KOTA JANTHO — Di tengah masih tingginya angka kemiskinan dan tantangan akses pendidikan, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi secercah harapan baru...

Load More
Next Post
Tiga Pelaku Maisir Dicambuk di Jantho, Kejari Aceh Besar Tegaskan Komitmen Penegakan Syariat Islam

Tiga Pelaku Maisir Dicambuk di Jantho, Kejari Aceh Besar Tegaskan Komitmen Penegakan Syariat Islam

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Literasi Sejak Dini, BBPOM Aceh Bekali Pelajar Menjadi Konsumen Cerdas

Literasi Sejak Dini, BBPOM Aceh Bekali Pelajar Menjadi Konsumen Cerdas

15 Juli 2026
Kejati Tahan Kades dan PNS BPN di Kasus Korupsi Lahan di Seumelu

Kejati Tahan Kades dan PNS BPN di Kasus Korupsi Lahan di Seumelu

15 Juli 2026
Transformasi Layanan BSI Dorong Peningkatan 24 Juta Nasabah

Transformasi Layanan BSI Dorong Peningkatan 24 Juta Nasabah

14 Juli 2026
Muhammad Nasir Pimpin KORPRI Aceh, ASN Ditantang Tinggalkan Zona Nyaman

Muhammad Nasir Pimpin KORPRI Aceh, ASN Ditantang Tinggalkan Zona Nyaman

14 Juli 2026
Cetak Produk Pangan Berkualitas, BBPOM Aceh Tingkatkan Kompetensi Pelaku IRTP

Cetak Produk Pangan Berkualitas, BBPOM Aceh Tingkatkan Kompetensi Pelaku IRTP

14 Juli 2026
  • Kejati Tahan Kades dan PNS BPN di Kasus Korupsi Lahan di Seumelu

    Kejati Tahan Kades dan PNS BPN di Kasus Korupsi Lahan di Seumelu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PPPK Pemerintah Aceh Kini Berhak Menerima TPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Ungkap Deretan Proyek Mubazir di Aceh Selatan, Rp142,7 Miliar Aset Tak Dimanfaatkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Sorot Sewa Mobil Dinas Aceh Selatan: Kendaraan Istri Bupati dan “Kantor Jakarta” Ikut Dibayar APBK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In