KOTA JANTHO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar mengeksekusi hukuman cambuk terhadap tiga terpidana kasus jarimah maisir (judi) di halaman Masjid Al-Munawwarah, Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (17/6/2026) sore.
Eksekusi yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB itu dilaksanakan oleh Jaksa Eksekutor Kejari Aceh Besar berdasarkan putusan Mahkamah Syariah Jantho yang telah berkekuatan hukum tetap.
Ketiga terhukum dinyatakan terbukti melanggar Pasal 18 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat sebagaimana telah diubah melalui Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2025.
Terpidana pertama berinisial I menjalani hukuman sebanyak lima kali cambukan, setelah sebelumnya dijatuhi uqubat delapan kali cambuk dan mendapatkan pengurangan karena telah menjalani masa tahanan selama tiga bulan.
Sementara terpidana kedua berinisial F menerima enam kali cambukan dari putusan awal sebelas kali cambuk setelah dikurangi masa tahanan lima bulan.
Sedangkan terpidana ketiga berinisial ML menjalani enam kali cambukan, setelah memperoleh pengurangan dari putusan awal delapan kali cambuk karena telah menjalani masa tahanan selama dua bulan.
Sebelum pelaksanaan eksekusi, seluruh terhukum terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari Puskesmas Kota Jantho untuk memastikan kondisi fisik mereka layak menjalani hukuman.
Kejari Aceh Besar menyebutkan pelaksanaan uqubat cambuk berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan hukum jinayat di Aceh.
Pihak kejaksaan berharap pelaksanaan hukuman tersebut dapat menjadi efek jera sekaligus pembelajaran bagi masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik perjudian maupun pelanggaran syariat Islam lainnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, Dr. Wisnu Murtopo Nur Muhamad, S.H., M.H., menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan mengawal penegakan Syariat Islam di wilayah hukum Kabupaten Aceh Besar.
“Pelaksanaan uqubat cambuk ini merupakan bagian dari penegakan hukum dan upaya memberikan efek preventif kepada masyarakat agar senantiasa mematuhi Qanun Jinayat yang berlaku di Aceh,” demikian disampaikan dalam siaran pers Kejari Aceh Besar.
Pelaksanaan hukuman cambuk di depan umum masih menjadi salah satu instrumen penegakan hukum syariat di Aceh yang bertujuan memberikan efek jera sekaligus edukasi kepada masyarakat terhadap konsekuensi hukum dari setiap pelanggaran jinayat.












Discussion about this post