MediaNanggroe.com – Banjir besar yang melanda Kabupaten Bireuen pada 25–26 November 2025 meninggalkan dampak luar biasa. Di sejumlah titik, terjangan air bercampur material longsor mengubah satu kampung menjadi alur sungai baru, sementara satu desa lainnya sempat terisolir total.
Ramli, warga Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, saat ditemui pada 12 Desember 2025, menceritakan bagaimana peristiwa itu berlangsung. Menurutnya, air sungai mulai membesar pada sore hari 25 November dan mencapai puncaknya pada 26 November.
“Sekitar 56 rumah tenggelam, hilang dibawa arus sungai. Rumah-rumah itu habis ditelan air banjir dan longsor,” ujar Ramli dengan nada penuh keprihatinan.
Ia menggambarkan bagaimana warga tidak sempat menyelamatkan harta benda ketika arus deras menyerbu pemukiman. Kampung yang sebelumnya ramai berubah menjadi aliran air berlumpur yang membawa puing-puing rumah warga.
Selain itu, Ramli juga menyebut adanya satu dusun kubang hitam yang terisolir, dengan sekitar 100 rumah yang sebelumnya tidak dapat diakses melalui jalur darat akibat jalan yang dikelilingi sungai.
“bantuan pasca banjir, heli yang antar sembako ke sana. Tapi sekarang sudah ada perahu kecil yang bantu antar makanan atau bawa warga kalau ada keperluan mendesak. Tapi cuma satu perahu mesin kecil saja,” jelasnya.
Meski kerusakan cukup parah, Ramli menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah tak ada korban jiwa. Tapi harta benda dan rumah hanyut diterjang banjir,” tutupnya.
Hingga kini, warga terdampak masih mengandalkan bantuan logistik serta akses terbatas melalui perahu mesin kecil, sementara upaya pemulihan terus dilakukan oleh pihak berwenang.











Discussion about this post