• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Selasa, 27 Oktober 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh Lintas Barat

Diduga Monopoli Proyek dan Rekayasa SKP, Pengadaan di Aceh Selatan 2025 Disinyalir Berbau Kejahatan Terstruktur

redaksi by redaksi
10 Januari 2026
in Lintas Barat
Penegakan Hukum di Aceh Dipertanyakan, Dugaan Pungli dan PHO Fiktif di Aceh Selatan Tak Tersentuh

MediaNanggroe.com – Ketua DPW Alamp Aksi Aceh, Mahmud Padang, menilai praktik pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan Tahun Anggaran 2025 telah bergerak melampaui sekadar pelanggaran administrasi, dan kuat mengarah pada kejahatan pengadaan yang terstruktur, sistematis, dan disengaja. Temuan berbasis data LPSE menunjukkan konsentrasi paket pekerjaan pada segelintir perusahaan dalam jumlah dan irisan waktu yang secara hukum dan manajerial tidak rasional.

Berdasarkan penelusuran Alamp Aksi Aceh, sedikitnya enam perusahaan menguasai puluhan paket pekerjaan lintas sektor. CV. STP tercatat mengantongi 16 paket, CV. MK dan CV. GP masing-masing 12 paket, CV. BP 10 paket, serta CV. SB dan CV. WP masing-masing 8 paket. Paket tersebut tersebar di Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Kesehatan, dengan karakter pekerjaan yang berbeda dan jadwal pelaksanaan yang saling tumpang tindih.

“Ini bukan lagi anomali, tapi indikasi kuat monopoli terselubung dan persekongkolan pengadaan. Secara logika hukum dan manajemen konstruksi, mustahil satu CV skala kecil mampu mengelola belasan paket lintas sektor dalam waktu bersamaan tanpa melanggar aturan,” tegas Mahmud Padang, Sabtu 10 Januari 2025.

Mahmud mencontohkan CV. GP yang menandatangani kontrak pembangunan toilet sekolah secara maraton pada 31 Oktober 2025, lalu kembali meneken kontrak rehabilitasi Puskesmas Peulumat hanya sepuluh hari kemudian, pada 10 November 2025. “Irisan waktu ini menjadi bukti awal bahwa perusahaan hanya dipakai sebagai vehicle, sementara pekerjaan riil diduga dialihkan ke pihak lain. Ini ciri klasik praktik pinjam bendera,” ujarnya.

BacaJuga :

BNNK Aceh Selatan Hadirkan Alternatif Ekonomi di Kawasan Rawan Tanaman Terlarang lewat Tempe BERSINAR

BNNK Aceh Selatan Hadirkan Alternatif Ekonomi di Kawasan Rawan Tanaman Terlarang lewat Tempe BERSINAR

22 Oktober 2026
BNNK Aceh Selatan Evaluasi Kesiapan Sekolah Terapkan Kurikulum Antinarkoba

BNNK Aceh Selatan Evaluasi Kesiapan Sekolah Terapkan Kurikulum Antinarkoba

21 Oktober 2026

Dari sudut pandang hukum, Mahmud menilai praktik tersebut berpotensi melanggar Perpres Nomor 16 Tahun 2018 jo. Perpres Nomor 12 Tahun 2021 secara simultan dan berlapis. Pasal 7 Perpres secara eksplisit mewajibkan pengadaan dilaksanakan berdasarkan prinsip persaingan sehat, adil, transparan, dan akuntabel. Dominasi paket oleh segelintir penyedia menunjukkan indikasi kuat bahwa prinsip tersebut telah dilanggar secara sistemik.

Lebih krusial, Mahmud menyoroti kewajiban verifikasi Sisa Kemampuan Paket (SKP) sebagaimana diatur dalam PerLKPP Nomor 12 Tahun 2021 dan regulasi teknis LKPP terbaru. SKP bukan sekadar angka administratif, melainkan alat pengendali hukum untuk memastikan penyedia memiliki kapasitas riil dari sisi keuangan, SDM, peralatan, dan manajemen waktu. “Jika penyedia kecil diberi 10 hingga 16 paket sekaligus, maka ada dua kemungkinan: Pokja lalai secara serius, atau verifikasi SKP sengaja direkayasa,” tegas Mahmud.

Ia menegaskan bahwa kelalaian Pokja Pemilihan dan PPK dalam memastikan kebenaran SKP dan dokumen kualifikasi dapat dikualifikasikan sebagai penyalahgunaan kewenangan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Apalagi, Pasal 78 Perpres 16 tahun 2018 jo. Perpres 12 tahun 2021 secara tegas melarang penyedia memberikan data tidak benar dan membuka ruang sanksi berat, termasuk pemutusan kontrak dan blacklist nasional.

Tak hanya itu, Mahmud menilai praktik ini beririsan langsung dengan Pasal 22 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan persekongkolan dalam tender. “Jika paket-paket ini dikondisikan untuk penyedia tertentu melalui verifikasi formalitas belaka, maka unsur persekongkolan vertikal dan horizontal sangat mungkin terpenuhi,” ujarnya.

Lebih jauh, Alamp Aksi Aceh menilai pengadaan Aceh Selatan 2025 berpotensi masuk ke rezim tindak pidana korupsi. Apabila terbukti terjadi kesengajaan meloloskan penyedia yang tidak memiliki kapasitas, sehingga berdampak pada kualitas pekerjaan dan kerugian negara, maka perbuatan tersebut dapat dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor. “Di sini bukan hanya penyedia yang harus diperiksa, tetapi juga Pokja, PPK, hingga PA/KPA,” kata Mahmud.

Atas dasar itu, Alamp Aksi Aceh mendesak Kejaksaan Tinggi Aceh untuk tidak terjebak pada pemeriksaan permukaan. “Kami mendesak Kejati Aceh segera menyurati dan melibatkan BPKP RI Perwakilan Aceh untuk melakukan audit forensik pengadaan. Audit biasa tidak cukup untuk membongkar praktik pinjam bendera, pengondisian tender, dan rekayasa SKP,” tegas Mahmud.

Menurutnya, audit forensik harus menelusuri alur kontrak, kesesuaian jadwal pelaksanaan, kapasitas riil penyedia, hingga potensi aliran keuntungan ke pihak-pihak tertentu.

“Jika ini dibiarkan, Aceh Selatan akan menjadi contoh buruk bagaimana pengadaan dijadikan alat distribusi rente, bukan instrumen pembangunan,” pungkas Mahmud.

Previous Post

Penegakan Hukum di Aceh Dipertanyakan, Dugaan Pungli dan PHO Fiktif di Aceh Selatan Tak Tersentuh

Next Post

Dana TKD dikembalikan, Pemerintah Aceh: Terima Kasih Presiden Prabowo

Berita Lainnya

BNNK Aceh Selatan Hadirkan Alternatif Ekonomi di Kawasan Rawan Tanaman Terlarang lewat Tempe BERSINAR

BNNK Aceh Selatan Hadirkan Alternatif Ekonomi di Kawasan Rawan Tanaman Terlarang lewat Tempe BERSINAR

22 Oktober 2026

ACEH SELATAN — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan rawan tanaman terlarang melalui Bimbingan...

BNNK Aceh Selatan Evaluasi Kesiapan Sekolah Terapkan Kurikulum Antinarkoba

BNNK Aceh Selatan Evaluasi Kesiapan Sekolah Terapkan Kurikulum Antinarkoba

21 Oktober 2026

ACEH SELATAN — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan mengevaluasi pelaksanaan fasilitasi advokasi pencegahan narkoba dalam rangka penyusunan Integrasi...

Kapolres Pastikan Isu Pembegalan di Aceh Selatan Adalah Hoaks

Kapolres Pastikan Isu Pembegalan di Aceh Selatan Adalah Hoaks

16 September 2026

Tapaktuan – Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah memastikan informasi yang beredar di media sosial maupun sejumlah grup percakapan...

Load More
Next Post
Dana TKD dikembalikan, Pemerintah Aceh: Terima Kasih Presiden Prabowo

Dana TKD dikembalikan, Pemerintah Aceh: Terima Kasih Presiden Prabowo

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Kasus BBM Subsidi, 18 Kendaraan Ikut Diamankan

Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Kasus BBM Subsidi, 18 Kendaraan Ikut Diamankan

26 Oktober 2026
Hadir di CFD Banda Aceh, BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan dan Dorong UMKM Naik Kelas

Hadir di CFD Banda Aceh, BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan dan Dorong UMKM Naik Kelas

26 Oktober 2026
Meuseuraya Festival 2026 Angkat Wastra Aceh, 150 UMKM Perluas Pasar

Meuseuraya Festival 2026 Angkat Wastra Aceh, 150 UMKM Perluas Pasar

24 Oktober 2026
Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

24 Oktober 2026
Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

23 Oktober 2026
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BNNK Aceh Selatan Evaluasi Kesiapan Sekolah Terapkan Kurikulum Antinarkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Temukan Rp328 Juta Tagihan Hotel Fiktif di Abdya, Sekwan DPRK Dominasi Temuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In