• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Selasa, 27 Oktober 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Wisata

Jejak Sejarah Bukit Wisata Goa Jepang Lhokseumawe

redaksi by redaksi
22 September 2024
in Wisata, Aceh
Jejak Sejarah Bukit Wisata  Goa Jepang Lhokseumawe

MediaNanggroe.com – Bukit Goa Jepang di kawasan Perbukitan Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Aceh, menjadi objek wisata bersejarah yang ramai dikunjungi wisatawan.

Sebuah gua nan apik dengan nilai sejarah, berdiri gagah dengan ketinggian sekitar 200 meter dari areal permukaan buket Panggoi, Gampong Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Letak Gua itu memang diketinggian 100 meter di atas permukaan laut. Masyarakat lokal mengenalnya dengan sebutan Bukit Gua Jepang. Sedangkan Pemerintah Lhokseumawe menamai obyek wisata ini sebagai Taman Ngieng Jioh (Taman Melihat Jauh)

Banyak wisatawan datang, baik lokal maupun luar daerah menikmati alam dan sambil mempelajari sejarah masa penjajahan Jepang di Aceh.

BacaJuga :

Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Kasus BBM Subsidi, 18 Kendaraan Ikut Diamankan

Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Kasus BBM Subsidi, 18 Kendaraan Ikut Diamankan

26 Oktober 2026
Hadir di CFD Banda Aceh, BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan dan Dorong UMKM Naik Kelas

Hadir di CFD Banda Aceh, BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan dan Dorong UMKM Naik Kelas

26 Oktober 2026

Destinasi wisata Bukit Goa Jepang merupakan objek bangunan peninggalan masa penjajahan Jepang yang digunakan sebagai tempat persembunyian dan logistik tentara Dai Nippon tersebut kini menjadi daya tarik wisatawan.

Selain menyisakan sejarah jejak kaki tentara Dai Nippon (Jepang), para pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam nuansa perbukitan dan kerlap kerlip lampu yang dipancarkan dari areal pabrik Perta Arun Gas (PAG), serta objek dari keindahan laut dan hijaunya pepohonan di tengah perkotaan berjulukan “Petrodolar” itu.

Gua Jepang dibangun pada 1942 itu menjadi bukti sejarah kelam bagi masyarakat Aceh pada masa penjajahan Jepang di Indonesia.

Dibagian atas terdapat bangunan-bangunan serupa pondok. Bangunan yang terbuat dari beton itu menyebar mulai puncak hingga lereng bukit untuk pengunjung yang ingin menikmati semilir angin dan panorama lautan luas dari atas bukit, fasilitas kamar mandi, toilet, tempat bersantai dan sarana pendukung lainnya yang desain arsitektur lanskapnya menyerupai sebuah taman tempat bersantai di atas bukit itu.

Salah seorang pengunjung asal Lhokseumawe Rahmat mengatakan setiap harinya lokasi wisata tersebut dikunjungi sekitar 200 wisatawan. Sementara pada akhir pekan mencapai dua kali lipat dibandingkan hari biasanya.

“Bahkan pada saat hari besar seperti lebaran, pengunjung bisa mencapai 1.000 orang per hari. Mereka menikmati liburan sambil berfoto ria,” kata Rahmat.

Di perbukitan tersebut terdapat 24 gua peninggalan penjajahan Jepang, namun yang dibebaskan untuk dijadikan lokasi wisata hanya satu gua saja dan memiliki tujuh lorong, kata Rahmat.

“Pengunjung bisa masuk ke dalam lorong tersebut dengan membayar sebesar Rp3.000 per orang dan Rp5.000 untuk dua orang,” kata Rahmat menyebutkan.

Rahmat menambahkan, tidak jauh dari gua tersebut, terdapat sebuah taman yang diberi nama Taman Ngieng Jioh. Taman tersebut menyajikan panorama laut dan perbukitan yang dapat memanjakan mata pengunjung.

“Untuk masuk ke lokasi wisata ini, pengunjung juga tidak perlu merogoh kocek yang besar, karena kami hanya mematok biaya Rp5.000 per sepeda motor dan Rp20 ribu per mobil,” katanya.

Namun demikian, kata Rahmat, pihaknya mengharapkan kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe mengalokasikan anggaran untuk membuat sumur bor di lokasi tersebut untuk kebutuhan pengunjung.

“Kami juga meminta pemerintah menambah arena permainan untuk anak-anak di taman wisata ini. Dengan begitu, dapat meningkatkan jumlah pengunjung ke tempat wisata ini,” katanya. {Adv}

 

#Disbudpar Aceh

Previous Post

Camping Sambil Menikmati Keindahan Alam Puncak Kuta Malaka Aceh Besar

Next Post

Pj Gubernur Safrizal Apresiasi Keterlibatan ASN Sukseskan PON XXI 2024 Wilayah Aceh

Berita Lainnya

Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Kasus BBM Subsidi, 18 Kendaraan Ikut Diamankan

Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Kasus BBM Subsidi, 18 Kendaraan Ikut Diamankan

26 Oktober 2026

Banda Aceh — Polda Aceh bersama Polres jajaran menetapkan 22 orang sebagai tersangka dalam 19 laporan polisi terkait dugaan penyalahgunaan...

Hadir di CFD Banda Aceh, BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan dan Dorong UMKM Naik Kelas

Hadir di CFD Banda Aceh, BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan dan Dorong UMKM Naik Kelas

26 Oktober 2026

BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) memperkuat edukasi keamanan obat dan makanan...

Meuseuraya Festival 2026 Angkat Wastra Aceh, 150 UMKM Perluas Pasar

Meuseuraya Festival 2026 Angkat Wastra Aceh, 150 UMKM Perluas Pasar

24 Oktober 2026

BANDA ACEH – Meuseuraya Festival 2026 menjadi momentum memperkuat daya saing 150 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mendorong...

Load More
Next Post
Pj Gubernur Safrizal Apresiasi Keterlibatan ASN Sukseskan PON XXI 2024 Wilayah Aceh

Pj Gubernur Safrizal Apresiasi Keterlibatan ASN Sukseskan PON XXI 2024 Wilayah Aceh

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Kasus BBM Subsidi, 18 Kendaraan Ikut Diamankan

Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Kasus BBM Subsidi, 18 Kendaraan Ikut Diamankan

26 Oktober 2026
Hadir di CFD Banda Aceh, BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan dan Dorong UMKM Naik Kelas

Hadir di CFD Banda Aceh, BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan dan Dorong UMKM Naik Kelas

26 Oktober 2026
Meuseuraya Festival 2026 Angkat Wastra Aceh, 150 UMKM Perluas Pasar

Meuseuraya Festival 2026 Angkat Wastra Aceh, 150 UMKM Perluas Pasar

24 Oktober 2026
Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

24 Oktober 2026
Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

23 Oktober 2026
  • BNNK Aceh Selatan Evaluasi Kesiapan Sekolah Terapkan Kurikulum Antinarkoba

    BNNK Aceh Selatan Evaluasi Kesiapan Sekolah Terapkan Kurikulum Antinarkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BNNK Aceh Selatan Hadirkan Alternatif Ekonomi di Kawasan Rawan Tanaman Terlarang lewat Tempe BERSINAR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In