BANDA ACEH — Pemadaman listrik massal yang melanda sebagian besar wilayah Sumatra pada Jumat (22/5/2026) masih dirasakan masyarakat Aceh, meski PT PLN (Persero) menyatakan gangguan utama pada sistem transmisi telah berhasil diatasi.
Dalam keterangan resminya, PLN menyebut gangguan terjadi pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Gangguan itu disebut dipicu cuaca buruk yang berdampak pada sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra.
“Tim PLN telah berhasil mengatasi gangguan tersebut,” tulis Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, dalam pemberitahuan resmi PLN UID Aceh, Jumat (22/5/2026).
Namun di lapangan, sejumlah wilayah di Aceh dilaporkan masih mengalami pemadaman hingga malam hari. Kondisi itu memicu keluhan masyarakat karena aktivitas rumah tangga, usaha, hingga layanan publik ikut terganggu.
PLN mengakui saat ini proses pemulihan masih dilakukan secara bertahap, khususnya pada sisi pembangkit agar sistem kelistrikan kembali stabil dan aman sebelum pasokan dinormalkan sepenuhnya.
“Saat ini PLN terus melakukan percepatan pemulihan pada sisi pembangkit secara bertahap agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali normal,” demikian pernyataan PLN.
Pemadaman massal ini sebelumnya juga berdampak pada sejumlah provinsi lain di Sumatra akibat terganggunya sistem transmisi tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang menjadi tulang punggung interkoneksi listrik regional.
Meski PLN meminta masyarakat memantau perkembangan melalui aplikasi PLN Mobile dan kanal resmi perusahaan, banyak warga di Aceh berharap pemulihan dapat segera dilakukan karena pemadaman berlangsung cukup lama dan terjadi hampir serentak di berbagai daerah.










Discussion about this post