Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) bersama SAKA POM Gerakan Pramuka Aceh kembali menghadirkan program Sanger Ureung Aceh di sejumlah warung kopi di Kota Banda Aceh, Senin (09/02/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan edukasi keamanan pangan untuk memastikan makanan dan minuman yang disajikan kepada masyarakat aman, bersih, dan layak konsumsi.
Sebanyak lima warung kopi disambangi dalam kegiatan tersebut. Tim melakukan pemeriksaan terhadap produk yang digunakan, termasuk pengecekan izin edar serta pengambilan sampel pangan untuk memastikan tidak mengandung bahan berbahaya.
Berdasarkan hasil pengawasan, tidak ditemukan produk tanpa izin edar maupun sampel pangan yang mengandung bahan berbahaya. Temuan ini menunjukkan komitmen pelaku usaha dalam menjaga mutu dan keamanan pangan yang disajikan kepada konsumen.
Ketua Tim Publikasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi BBPOM Aceh, Suryani Fauzi, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya keamanan pangan.
“Warung kopi merupakan bagian dari budaya dan ruang interaksi masyarakat Aceh. Melalui program Sanger Ureung Aceh, kami ingin memastikan setiap sajian yang dikonsumsi masyarakat aman dan memenuhi ketentuan. Ini adalah bentuk kolaborasi pengawasan sekaligus edukasi agar pelaku usaha semakin peduli terhadap keamanan pangan,” ujar Suryani.
Sebagai bentuk apresiasi, warung kopi yang memenuhi standar keamanan pangan menerima Stiker Sanger Ureung Aceh sebagai tanda komitmen dalam menyajikan pangan aman bagi konsumen. Stiker ini diharapkan menjadi penanda sekaligus pengingat bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama.
Melalui kegiatan ini, BBPOM Aceh terus mendorong partisipasi aktif pelaku usaha dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan konsumsi yang sehat. Karena hidup sehat dimulai dari pilihan pangan yang aman.










Discussion about this post