Banda Aceh – Dalam upaya mendukung ketersediaan pangan aman dan bermutu pascabencana, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh melaksanakan pendampingan teknis perencanaan ruang produksi pangan steril komersial bersama akademisi dan lembaga riset, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan sinergi lintas sektor guna memastikan fasilitas produksi pangan steril dirancang sesuai standar keamanan pangan, higienis, serta memenuhi ketentuan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
Pendampingan difokuskan pada aspek desain fasilitas, pengendalian kontaminasi, hingga sistem alur produksi yang efektif dan aman. Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, menegaskan bahwa pangan steril memiliki peran strategis dalam situasi darurat karena memiliki daya simpan lebih lama dan mudah didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana.
“Pangan steril menjadi salah satu solusi penting dalam kondisi darurat. Dengan desain fasilitas yang tepat dan penerapan CPPOB secara konsisten, kita dapat memastikan produk yang dihasilkan aman, bermutu, dan siap didistribusikan saat dibutuhkan,” ujar Riyanto.
Ia menambahkan, Aceh sebagai daerah yang memiliki potensi risiko bencana perlu memperkuat kesiapsiagaan, termasuk dalam aspek ketersediaan pangan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan lembaga riset menjadi langkah strategis dalam membangun sistem produksi pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
Melalui pendampingan ini, BBPOM Aceh berharap perencanaan fasilitas produksi pangan steril komersial dapat memenuhi standar regulasi sekaligus menjadi model penguatan ketahanan pangan daerah. Upaya ini diharapkan mampu memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat serta mendukung kesehatan publik dalam situasi darurat maupun kondisi normal.










Discussion about this post