Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengungkap fakta mengkhawatirkan soal rendahnya capaian imunisasi dasar lengkap di Kota Banda Aceh. Hingga tahun 2025, cakupan imunisasi anak di ibu kota Provinsi Aceh itu baru menyentuh angka 34 persen, angka yang dinilai sangat jauh dari target perlindungan kesehatan anak.
“Pada tahun 2025, capaian imunisasi dasar lengkap baru berada di angka 34 persen. Artinya, masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan perlindungan dasar terhadap penyakit yang berbahaya,” kata Illiza saat kegiatan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing “Mengejar Anak Zero Dose” di Banda Aceh, Jumat (22/5/2026).
Rendahnya angka imunisasi itu disebut bukan semata persoalan layanan kesehatan, melainkan derasnya arus informasi hoaks dan pandangan keliru soal imunisasi yang terlanjur menyebar luas di tengah masyarakat. Akibatnya, banyak orang tua memilih menolak atau menunda imunisasi anak karena termakan isu-isu yang tidak berdasar.
“Banyak berita-berita hoaks tentang pandangan dan pendapat soal imunisasi, akhirnya itu yang termakan di tengah masyarakat. Makanya capaian kita baru 34 persen saja,” ujar Illiza.
Kondisi ini menjadi alarm serius bagi Banda Aceh. Di tengah ancaman penyakit menular yang bisa dicegah dengan vaksin, ribuan anak justru terancam kehilangan perlindungan dasar akibat rendahnya kesadaran masyarakat. Pemerintah Kota Banda Aceh pun mengakui tantangan terbesar saat ini adalah melawan disinformasi yang berkembang liar, terutama di media sosial dan lingkungan masyarakat.
Sebagai langkah awal, Pemko Banda Aceh mengaku akan memulai kampanye imunisasi dari lingkungan internal pemerintah. ASN diminta ikut aktif mengedukasi keluarga dan masyarakat agar tidak lagi mudah percaya terhadap informasi menyesatkan terkait vaksin dan imunisasi.
Selain itu, Pemko juga menyiapkan pendekatan persuasif melalui PKK, lembaga vertikal, hingga kalangan pengusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Illiza berharap media massa turut mengambil peran besar dalam menyampaikan dampak berbahaya jika anak tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
“Kalau informasi dampak tidak dilakukan imunisasi ini lebih sering disampaikan, tentu akan membawa dampak positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” katanya.
Pemko Banda Aceh juga mengklaim sedang menyiapkan inovasi berbasis layanan puskesmas dan aplikasi kesehatan untuk memperluas edukasi kepada masyarakat, termasuk bagi calon pengantin dan keluarga muda agar memahami pentingnya imunisasi sejak dini.










Discussion about this post