• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Sabtu, 20 Juni 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh Lintas Barat

Bantuan Hibah di Dinas Koperasi Abdya Jadi Temuan BPK

lasdianto by lasdianto
28 Juni 2024
in Lintas Barat
Bantuan Hibah di Dinas Koperasi Abdya Jadi Temuan BPK

MediaNanggroe.com, Banda Aceh – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh menemukan masalah dalam anggaran belanja hibah di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag).

Pada TA 2023, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya menganggarkan belanja hibah sebesar Rp58.400.014.033,00 dengan realisasi sebesar Rp46.482.381.633,00 atau 79,59% dari anggaran. Anggaran belanja hibah tersebut diantaranya direalisasikan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan
Perdagangan (DiskopUKMPerindag) Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Barat Daya.

DiskopUKMPerindag Abdya memperuntukan dana hibah terserbut belanja hibah barang kepada badan dan lembaga nirlaba, sukarela bersifat sosial kemasyarakatan sebesar Rp2.310.880.646,00. Barang tersebut disalurkan kepada kelompok usaha kewirausahaan, kelompok jahit, dan kelompok tukang becak mesin dan lainnya. Hasil pemeriksaan dokumen secara uji petik, konfirmasi ke lapangan dan wawancara dengan PPK DiskopUKMPerindag
menunjukkan belum sesuai dengan ketentuan sebagai berikut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa kelompok penerima hibah barang yang tidak memiliki surat pengesahan kelompok dan tidak berbadan hukum. Hasil wawancara dengan PPK menunjukkan bahwa kelompok penerima hibah merupakan usulan pokok pikiran. Selain itu, kelompok tersebut memiliki keterbatasan dalam mendirikan badan hukum. PPK telah menyosialisasikan pada kelompok tersebut agar segera membuat akta pendirian. Kelompok penerima hibah yang tidak memenuhi syarat sebagai penerima hibah dapat dilihat pada tabel berikut.

BacaJuga :

BPK Beri Opini WTP atas Laporan Keuangan Pemkab Aceh Barat Tahun 2025

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp276 Juta dan Persoalan Pengelolaan Jetty Meulaboh di Tengah Raihan WTP Aceh Barat

17 Juni 2026
BPK Beri Opini WTP atas Laporan Keuangan Pemkab Aceh Barat Tahun 2025

BPK Beri Opini WTP atas Laporan Keuangan Pemkab Aceh Barat Tahun 2025

17 Juni 2026

Selain Kelompok penerima hibah yang tidak memenuhi syarat sebagai penerima hibah, terdapat hibah barang TA 2023 yang belum diserahkan sampai dengan berahkirnya pemeriksaan.

Terdapat hibah barang kepada badan dan lembaga nirlaba, sukarela bersifat sosial kemasyarakatan yang masih belum diserahkan disampai dengan berahkirnya pemerikasaan pada tanggal 4 April 2024. Barang tersebut berupa mesin jahit, alat press tutup gelas minuman juice, alat industri rumah tangga dan alat perbengkelan.

Hal ini terjadi karena anggota kelompok usaha mengambil hibah barang satu-persatu di kantor DiskopUKMPerindag.

Hasil wawancara dengan PPK menyatakan bahwa kurangnya koordinasi dan staf di DiskopUKMPerindag sehingga pembagian barang belum dapat dilakukan dengan optimal dan menyeluruh. Barang tersebut tersimpan di gudang DiskopUKMPerindag dengan rincian sebagai berikut.

Dikutip dari Laporan,  Kondisi  tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, pada Lampiran Bab II huruf D nomor 2 (e) Belanja Hibah, yaitu:

1) Angka (5) huruf e poin (2) menyatakan bahwa Hibah kepada organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia diberikan kepada organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum, yayasan atau organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum perkumpulan, yang telah mendapatkan pengesahan badan hukum dari kementerian yang membidangi urusan hukum dan hak asasi manusia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

2) Angka (5) huruf e poin (4) menyatakan bahwa Hibah kepada organisasi kemasyarakatan dapat diberikan dengan persyaratan paling sedikit:

a) telah terdaftar pada kementerian yang membidangi urusan hukum dan hak asasi manusia;
b) berkedudukan dalam wilayah administrasi pemerintah daerah yang bersangkutan; dan

c) memiliki sekretariat tetap di daerah yang bersangkutan.

Berdasarkan Peraturan Bupati Aceh Barat Daya Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Barat Daya yaitu:
1) Pasal 13 ayat (1) yang menyatakan bahwa daftar penerima hibah beserta besaran uang atau jenis barang atau jasa yang akan dihibahkan ditetapkan dengan Keputusan Bupati berdasarkan Qanun tentang APBK dan Peraturan
Bupati tentang penjabaran APBK; dan
2) Pasal 20 ayat (3) yang menyatakan bahwa pertanggungjawaban sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b disampaikan kepada Bupati paling lambat tanggal 10 bulan Januari tahun anggaran berikutnya, kecuali ditentukan lain sesuai peraturan perundang-undangan.

“Kondisi tersebut mengakibatkan sasaran program dalam pemberian hibah tidak sesuai dengan ketentuan”, tulis BPK.

Kondisi tersebut disebabkan oleh Kepala DiskopUKMPerindag selaku PA kurang cermat dalam mengawasi dan mengevaluasi usulan hibah yang menjadi tanggung jawabnya; dan PPK kurang cermat dalam memedomani ketentuan kegiatan belanja hibah yang menjadi tanggung jawabnya, tulis BPK dalam LHP.

Atas permasalahan tersebut Pj. Bupati Aceh Barat Daya melalui Plt. Kepala DiskopUKMPerindag menyatakan sependapat dengan BPK dan akan melakukan langkah perbaikan untuk lebih tertib.

BPK juga merekomendasikan Pj. Bupati/Bupati Aceh Barat Daya agar memerintahkan Kepala DiskopUKMPerindag untuk lebih cermat dalam dalam mengawasi dan mengevaluasi usulan hibah yang menjadi tanggung jawabnya serta mendistribusikan barang hibah yang belum diserahkan kepada para penerima sesuai dengan ketentuan serta menginstruksikan PPK untuk lebih cermat dalam memedomani ketentuan kegiatan belanja hibah yang menjadi tanggung jawabnya.

 

Previous Post

Polda Aceh Siap Dukung Upaya Restorative Justice Dalam Program JKN

Next Post

Diskusi Buku “Mega Merger In The Pandemic Era” : Catatan Sejarah, Referensi Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia

Berita Lainnya

BPK Beri Opini WTP atas Laporan Keuangan Pemkab Aceh Barat Tahun 2025

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp276 Juta dan Persoalan Pengelolaan Jetty Meulaboh di Tengah Raihan WTP Aceh Barat

17 Juni 2026

MEULABOH – Di balik raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Tahun 2025, Badan...

BPK Beri Opini WTP atas Laporan Keuangan Pemkab Aceh Barat Tahun 2025

BPK Beri Opini WTP atas Laporan Keuangan Pemkab Aceh Barat Tahun 2025

17 Juni 2026

MEULABOH – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten...

BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan Apotek di Simeulue

BBPOM Aceh Perkuat Pengawasan Apotek di Simeulue

17 Juni 2026

Sinabang – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) bersama Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka...

Load More
Next Post
Diskusi Buku “Mega Merger In The Pandemic Era” : Catatan Sejarah, Referensi Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia

Diskusi Buku “Mega Merger In The Pandemic Era” : Catatan Sejarah, Referensi Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia

Discussion about this post

BERITA TERKINI

BPK Temukan Baitul Mal Kota Banda Aceh Belum Tertib Laporan ZIS Rp12,6 Miliar

BPK Temukan Baitul Mal Kota Banda Aceh Belum Tertib Laporan ZIS Rp12,6 Miliar

19 Juni 2026
Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

19 Juni 2026
Pemerintah Aceh Akan Lanjutkan Pembangunan RS Regional dr. Yulidin Away Tapaktuan, Anggaran Capai Rp13,8 Miliar

51 Perusahaan Bersaing di Proyek RS Rujukan Tapaktuan Rp13,8 Miliar, Selisih Penawaran Capai Rp2 Miliar Lebih

19 Juni 2026
Skandal Beasiswa BPSDM Aceh Dibongkar, Tagihan Fiktif dan Aliran Dana Gelap Rugikan Negara Rp14 Miliar

Ribuan PPPK Aceh Diwajibkan Ikut Orientasi, BPSDM Ingatkan SKPA Tak Abaikan Instruksi Gubernur

19 Juni 2026
Sampah Jadi Berkah, BSI Perkuat Green Zakat Nasional

Sampah Jadi Berkah, BSI Perkuat Green Zakat Nasional

19 Juni 2026
  • Pemerintah Aceh Akan Lanjutkan Pembangunan RS Regional dr. Yulidin Away Tapaktuan, Anggaran Capai Rp13,8 Miliar

    Lanjutan RS Regional dr Yuliddin Away Dilelang, Anggaran Capai Rp13,8 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Ungkap Krisis Kas, Utang Pemko Banda Aceh Tembus Rp100,47 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Palak Wisatawan di Bukit Lamreh Terbongkar, Polisi Ringkus Satu Pelaku, Dua Buron

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp820 Juta di Aceh Besar, Gaji ASN hingga Perjalanan Dinas Bermasalah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In