Aceh Besar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Literasi Praktis untuk Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Besar, Kamis (3/9/2026). Bertempat di Ruang Pertemuan Hotel The Pade, kegiatan ini diikuti oleh 37 peserta dan merupakan bagian dari program DWP Mengajar. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan dan edukasi bagi para peserta mengenai keamanan kosmetik serta pengelolaan keuangan rumah tangga. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin cerdas dalam memilih produk kosmetik yang aman sekaligus mampu mengambil keputusan finansial yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua DWP Kabupaten Aceh Besar, Nurbaiti Bahrul Jamil, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menghadirkan materi praktis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, edukasi seperti ini penting karena perempuan, khususnya dalam lingkungan keluarga, memiliki peran besar dalam menentukan berbagai pilihan konsumsi sekaligus mengelola kebutuhan rumah tangga.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengetahuan yang benar-benar dekat dengan keseharian. Mulai dari bagaimana memilih kosmetik yang aman hingga bagaimana membedakan kebutuhan dan keinginan dalam mengatur keuangan keluarga. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dan juga dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujar Nurbaiti.
Kegiatan kemudian dibuka oleh Kepala Bagian Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar, Ustadz Zaini. Ia mengapresiasi kolaborasi yang menghadirkan edukasi lintas bidang tersebut sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan ketahanan keluarga.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan bekal pengetahuan yang praktis bagi keluarga. Ketika masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan dan keuangan, tentu akan membantu menciptakan keluarga yang lebih kuat, cerdas, dan terlindungi,” ungkap Ustadz Zaini.
Memasuki sesi materi pertama, Tim Publikasi dan Komunikasi, Informasi, Edukasi BBPOM Aceh, Ari Syuhada Putra, mengajak peserta mengenali lebih jauh pentingnya memilih dan menggunakan kosmetik secara aman melalui materi “Tampil Menawan dengan Kosmetik Aman.”
Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami bahwa kosmetik merupakan bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh, antara lain kulit, rambut, kuku, bibir, hingga gigi dan membran mukosa mulut, terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, memelihara tubuh, atau melindunginya dalam kondisi baik. Kosmetik pada dasarnya bukan produk yang digunakan untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit.
Ari juga mengingatkan peserta agar tidak mudah tergiur dengan klaim produk yang menjanjikan hasil instan. Memilih kosmetik bukan hanya soal mengikuti tren atau mencari produk yang sedang viral, tetapi juga memastikan produk tersebut legal dan digunakan sesuai aturan.
“Tampil menawan tentu boleh, tetapi keamanan harus tetap menjadi yang utama. Jangan hanya melihat hasil atau mengikuti tren. Biasakan menjadi konsumen yang kritis dengan mengenali produk yang digunakan, memastikan legalitasnya, membaca informasi pada kemasan, dan menggunakannya sesuai petunjuk,” jelas Ari.
Salah satu perhatian dalam materi tersebut adalah perlindungan kulit dari paparan sinar ultraviolet. Paparan UV berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak pada kulit, antara lain penuaan dini, penggelapan warna kulit, sunburn, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.
Karena itu, penggunaan sunscreen menjadi salah satu langkah penting dalam perlindungan kulit. Materi menyarankan penggunaan sunscreen minimal SPF 30 dan PA+++, serta penggunaan ulang setiap dua jam atau setelah terkena air dan banyak berkeringat. Perlindungan juga dapat dilengkapi dengan topi atau pakaian tertutup ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Merawat diri bukan berarti harus mengikuti semua tren kecantikan. Yang paling penting adalah memahami apa yang kita gunakan dan memastikan produk tersebut aman. Dengan begitu, kita bisa tetap tampil percaya diri sekaligus menjaga kesehatan kulit,” tambah Ari.
Tak kalah menarik, sesi berikutnya menghadirkan Syahrul Ramadhan, Pimpinan Divisi Digitalisasi dan Layanan, yang membawakan materi “Cerdas Menyusun Anggaran Rumah Tangga, Membedakan Kebutuhan dan Keinginan, dan Mengenali Investasi Bodong.”
Materi ini mengajak peserta melihat pengelolaan keuangan rumah tangga dari hal yang sederhana namun sering kali menjadi tantangan: kemampuan membedakan antara apa yang dibutuhkan dan apa yang sekadar diinginkan.
Menurut Syahrul, kemampuan menyusun anggaran bukan hanya soal mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga membangun kebiasaan untuk menentukan prioritas sehingga keuangan keluarga dapat dikelola dengan lebih terarah.
“Mengatur keuangan keluarga bukan berarti tidak boleh menikmati hasil kerja. Kuncinya adalah tahu mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan. Dengan menentukan prioritas, kita bisa lebih bijak menggunakan uang dan tidak mudah mengambil keputusan finansial secara impulsif,” ujar Syahrul.
Ia juga mengingatkan peserta agar semakin berhati-hati terhadap berbagai tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Di tengah kemudahan akses informasi dan transaksi digital, masyarakat perlu membangun kebiasaan untuk melakukan pengecekan dan tidak mudah percaya pada tawaran yang tidak jelas.
“Jangan mudah tergoda dengan iming-iming keuntungan besar dan cepat. Sebelum berinvestasi, kenali produknya, pahami risikonya, dan pastikan pihak yang menawarkan memiliki legalitas yang jelas. Jangan sampai niat menambah penghasilan justru membuat keuangan keluarga terganggu,” tegas Syahrul.
Bekal untuk Keluarga yang Lebih Cerdas
Rangkaian materi tersebut mendapat apresiasi karena menyentuh dua aspek yang sangat dekat dengan kehidupan keluarga, yakni kesehatan dan pengelolaan keuangan.
Ketua DWP Kabupaten Aceh Besar, Nurbaiti Bahrul Jamil, berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan topik-topik edukatif yang relevan dengan kebutuhan anggota dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pertemuan hari ini. Pengetahuan yang didapat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada keluarga. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” harap Nurbaiti.
Hal senada disampaikan Ustadz Zaini yang berharap kolaborasi edukatif antara pemerintah daerah dan berbagai pihak dapat terus diperkuat.
“Semoga sinergi seperti ini terus berlanjut. Edukasi yang sederhana tetapi tepat sasaran akan sangat membantu masyarakat dalam membuat pilihan yang lebih baik, baik dalam menjaga kesehatan maupun mengelola kehidupan keluarga,” ujarnya.
Bagi BBPOM Aceh, edukasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun konsumen yang semakin cerdas dan mandiri. Masyarakat yang memiliki pengetahuan memadai akan lebih mampu mengenali produk yang aman, memahami informasi yang diberikan, serta mengambil keputusan secara bijak.
Melalui kegiatan tersebut, 37 peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga bekal untuk menjadi konsumen yang lebih kritis, perempuan yang lebih percaya diri dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga, sekaligus lebih cerdas dalam mengelola keuangan rumah tangga.
Karena menjadi keluarga yang kuat bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga tentang cerdas memilih, bijak mengelola, dan berani mengatakan tidak pada hal-hal yang berisiko.













Discussion about this post