Prestasi belajar mahasiswa merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam proses pendidikan di perguruan tinggi. Namun, pencapaian prestasi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kecerdasan saja, tetapi juga dipengaruhi oleh bagaimana individu mengelola proses belajarnya dan juga keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri. Dalam konteks ini Self-reguated Learning dan Self-efficacy menjadi dua aspek psikologis yang berperan secara signifikan dalam mendukung keberhasilan akademik mahasiswa.
Self-efficacy merupakan salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar. Self-efficacy adalah penilaian seseorang terhadap dirinya, apakah dirinya mampu melakukan tindakan yang baik atau buruk, mampu atau tidak mampu mengerjakan sesuatu.Self-efficacy merupakan bagian evaluasi seseorang terhadap kemampuan atau kompetensi dirinya untuk menyelesaikan suatu tugas, mencapai tujuan dan mengatasi hambatan. Maka dari itu, dalam rangka upaya menigkatkan prestasi belajar diperlukan self-efficacy yang baik atau tinggi.
Semua orang memiliki self-efficacy yang berbeda-beda berdasarkan tiga dimensi. Berikut adalah ketiga dimensi tersebut. Dimensi tingkat (magnitude/level) yaitu berkaitan dengan tingkat kesulitan yang diyakini oleh seseorang untuk dapat di selesaikan.
- Strength yaitu berkaitan dengan tingkat kekuatan atau kelemahan keyakinan seseorang tentang kompetensi yang dipersepsinya.
- Generality yaitu berkaitan dengan apakah keyakinan akan berlaku dalam berbagai macam aktifitas dan situasi.
Selain self-efficacy, strategi self-regulated learning dalam belajar merupakan strategi pendekatan belajar secara kognitif. Terdapat pengaruhyang positifantara strategi self-regulated learning dan prestasi akademik. Self-regulated learning menekankan pentingnya tanggung jawab seseorang dan mengontrol pengetahuan juga keterampilan-keterampilan yang sudah diperoleh. Self-regulated learning merupakan kombinasi keterampilan belajar akademik dan pengendalian diri yang membuat pembelajaran terasa lebih mudah, sehingga para mahasiswa lebih termotivasi. Mereka memiliki skill dan will untuk belajar
Self-regulated learning menggarisbawahi pentingnyadan tanggung jawab seseorang dalam kegiatan belajar. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa yang memiliki self-regulatedlearning dapat membangun tujuan-tujuan belajar, meregulasi, dan mengontrol kognisi, motivasi, dan perilakunya untuk mengontrol tujuan-tujuan yang telah dibuat. Mahasiswa yang mampu melaksanakan self-regulated learningjuga akan mampu membentuk dan mengelola perubahan. Mahasiswa yang belajar dengan regulasi mereka tidak hanya tahu tentang apa yang dibutuhkan oleh setiap tugas saja, tetapi mereka mampu menerapkan strategi yang dibutuhkan.
Kesimpulannya, prestasi belajar mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh faktor intelektual saja, tetapi jugadipengaruhi oleh faktor psikologis, khususnya self-regulatedlearning dan self-efficacy. Self-efficacy berperan penting dalam membentuk keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas, menghadapi tantangan, serta mencapai tujuan akademik. Mahasiswa dengan self-efficacy yang tinggi cenderung lebih percaya diri, tidak mudah menyerah, dan mampu mengatasi hambatan yang muncul. Selain itu, self-efficacy yang kuat juga mendorong mahasiswa untuk berusaha lebih keras dan konsisten dalam mencapai hasil belajar yang optimal.
Di sisi lain, self-regulated learning menjadi kemampuan penting yang memungkinkan mahasiswa untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri. Melalui self-regulated learning, mahasiswa mampu merencanakan, dan mengevaluasi aktivitas belajarnya, sehingga proses belajar menjadi lebih terarah dan efektif. Mahasiswa yang memiliki kemampuan regulasi diri yang baik akan lebih mampu menentukan strategi belajar yang sesuai, mengatur waktu dengan baik, serta menjaga motivasi belajar dalam jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa self-regulated learning tidak hanya berkaitan dengan aspek kognitif, tetapi juga melibatkan aspek motivasional.
Dengan demikian, kombinasi antara self-efficacy dan self-regulated learning memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan prestasi belajar mahasiswa. Kedua variabel ini saling melengkapi, di mana keyakinan diri yang tinggi akan mendorong penggunaan strategi belajar yang efektif, sementara kemampuan regulasi diri yang baik akan memperkuat pencapaian tujuan akademik. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kedua aspek tersebut secara seimbang. Selain itu, pihak pendidik juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung peningkatan self-efficacy dan self-regulated learning, sehingga mahasiswa dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal.













Discussion about this post