• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Minggu, 10 Mei 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Opini

Kenapa Kita Lebih Mudah Curhat ke Orang Lain daripada ke Orang Terdekat?

Penulis Ghina Gariza Naisa Mahasiswa Psikologi, Universitas Syiah Kuala

redaksi by redaksi
6 April 2026
in Opini
Kenapa Kita Lebih Mudah Curhat ke Orang Lain daripada ke Orang  Terdekat?

Ghina Gariza Naisa

“Aku baik-baik saja.” Kalimat itu terdengar sederhana, bahkan mungkin sudah menjadi kebiasaan. Namun, sering kali kalimat tersebut tidak sepenuhnya jujur terutama ketika diucapkan kepada orang-orang yang paling dekat dengan kita.

Anehnya, kita justru bisa bercerita cukup lepas kepada teman, bahkan kepada orang yang tidak terlalu dekat. Sementara itu, saat berhadapan dengan orang tua, saudara, atau sahabat terdekat, kata-kata terasa lebih sulit keluar. Ada banyak hal yang ingin disampaikan, tetapi seolah tertahan begitu saja.

Fenomena ini terdengar kontradiktif. Bukankah orang terdekat seharusnya menjadi tempat paling aman untuk bercerita?

Dalam sudut pandang psikologi, kedekatan sering kali berjalan beriringan dengan meningkatnya rasa rentan (vulnerability). Semakin berarti seseorang bagi kita, semakin besar pula harapan untuk dipahami. Namun, pada saat yang sama, muncul kekhawatiran: bagaimana jika respons yang kita terima tidak sesuai? Bagaimana jika perasaan kita dianggap berlebihan, atau bahkan diabaikan?

BacaJuga :

“Stereotip Antar Jurusan”: Mitos atau Fakta?

“Stereotip Antar Jurusan”: Mitos atau Fakta?

7 April 2026
Rp 10.000 yang Tidak Terjangkau: Ketika Negara Gagal Melindungi yang Paling Membutuhkan

Rp 10.000 yang Tidak Terjangkau: Ketika Negara Gagal Melindungi yang Paling Membutuhkan

6 April 2026

Di titik ini, diam sering kali terasa lebih aman daripada mengambil risiko untuk terluka.

Selain itu, cara kita mengekspresikan emosi tidak terbentuk secara tiba-tiba. Banyak dari kita tumbuh dengan pesan-pesan seperti “harus kuat”, “jangan cengeng”, atau “tidak usah dibesar-besarkan”. Kalimat-kalimat ini mungkin terdengar sepele, tetapi perlahan membentuk kebiasaan untuk menahan perasaan.

Akibatnya, ketika muncul dorongan untuk jujur tentang apa yang dirasakan, yang hadir justru rasa canggung—bahkan kadang disertai perasaan bersalah hanya karena merasa sedih atau kecewa.

Di sisi lain, ada keinginan untuk menjaga hubungan tetap baik. Kejujuran sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang berpotensi memicu konflik. Rasa takut menyakiti, takut membuat suasana berubah, atau bahkan takut merusak kedekatan yang sudah ada, membuat banyak orang akhirnya memilih untuk diam.

Padahal, perasaan yang tidak diungkapkan tidak benar-benar hilang. Ia dapat muncul dalam bentuk lain, seperti kelelahan emosional, meningkatnya sensitivitas, atau perasaan tidak dimengerti. Dalam jangka panjang, hal ini justru menciptakan jarak yang perlahan menjauhkan kita dari orang-orang yang sebenarnya paling kita butuhkan.

Di sinilah kita dapat melihat bahwa kedekatan tidak selalu berarti kenyamanan secara emosional. Hubungan yang dekat tetap membutuhkan ruang yang aman—ruang di mana seseorang bisa didengar tanpa dihakimi.

Mungkin yang kita butuhkan bukan selalu solusi, melainkan kesempatan untuk didengarkan—tanpa penilaian, tanpa perbandingan, dan tanpa tuntutan untuk segera “baik-baik saja”.

Karena pada akhirnya, belajar jujur kepada orang terdekat bukanlah tentang melemahkan hubungan, melainkan tentang memberi ruang agar hubungan itu dapat tumbuh dengan lebih nyata.

Previous Post

Rp 10.000 yang Tidak Terjangkau: Ketika Negara Gagal Melindungi yang Paling Membutuhkan

Next Post

Overthinking Pada Masa Peralihan Menuju Dunia Perkuliahan

Berita Lainnya

“Stereotip Antar Jurusan”: Mitos atau Fakta?

“Stereotip Antar Jurusan”: Mitos atau Fakta?

7 April 2026

Stereotip antar jurusan merupakan fenomena yang kerap muncul di lingkungan kampus dan menjadi bagian dari dinamika interaksi sosial mahasiswa. Label-label...

Rp 10.000 yang Tidak Terjangkau: Ketika Negara Gagal Melindungi yang Paling Membutuhkan

Rp 10.000 yang Tidak Terjangkau: Ketika Negara Gagal Melindungi yang Paling Membutuhkan

6 April 2026

Ia hanya butuh sebuah pena dan buku. Harganya tidak sampai Rp10.000. Tapi pada 29 Januari 2026, seorang anak berinisial YBS,...

Curhat Kok Bayar? Mematahkan Stigma Konsultasi ke Psikolog

Curhat Kok Bayar? Mematahkan Stigma Konsultasi ke Psikolog

1 April 2026

“Ngapain ke psikolog? Curhat doang kok bayar mahal, mending cerita sama teman sambil ngopi, gratis!” Kalimat seperti ini masih sering...

Load More
Next Post

Overthinking Pada Masa Peralihan Menuju Dunia Perkuliahan

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Produk Aman Dimulai dari Proses Tepat, BBPOM Aceh Lakukan Audit CPPOB Dampingi UMK Pangan

Produk Aman Dimulai dari Proses Tepat, BBPOM Aceh Lakukan Audit CPPOB Dampingi UMK Pangan

9 Mei 2026
Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien

Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien

7 Mei 2026
Pemerintah Aceh Apresiasi Ketegasan Polda Usai Aksi Massa Rusak Kantor Gubernur

Pemerintah Aceh Apresiasi Ketegasan Polda Usai Aksi Massa Rusak Kantor Gubernur

7 Mei 2026
Kajati Aceh Lantik Bobbi Sandri sebagai Kajari Banda Aceh, Gantikan Suhendri

Kajati Aceh Lantik Bobbi Sandri sebagai Kajari Banda Aceh, Gantikan Suhendri

7 Mei 2026
ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Dinas, 30 Pelanggar Ditertibkan Satpol PP-WH Aceh

ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Dinas, 30 Pelanggar Ditertibkan Satpol PP-WH Aceh

7 Mei 2026
  • ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Dinas, 30 Pelanggar Ditertibkan Satpol PP-WH Aceh

    ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Dinas, 30 Pelanggar Ditertibkan Satpol PP-WH Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PUPR Aceh Selatan Kucurkan Rp5,5 Miliar Proyek Air Bersih, Tender Belum Tayang di LPSE

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FGD JKA: Mahasiswa Tegas, Pergub Tak Perlu Dicabut tapi Harus Direvisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kajati Aceh Lantik Bobbi Sandri sebagai Kajari Banda Aceh, Gantikan Suhendri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In