MediaNanggroe.com— Pernyataan artis Dewi Persik dalam sebuah siaran langsung di TikTok menuai sorotan luas publik. Potongan video berdurasi sekitar 1 menit 51 detik yang beredar melalui akun TikTok, salah satunya akun titok @beritaviral17 sejak 20 Desember 2025 itu menjadi perbincangan hangat, khususnya terkait bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh.
Dalam video tersebut, Dewi Persik membandingkan perhatian Presiden terhadap Aceh dengan daerah lain seperti Lumajang dan Jember pascabencana Gunung Semeru. Ia menyebut Aceh sudah didatangi Presiden hingga tiga kali, sementara daerah lain belum, namun memilih “tidak berisik”. Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari sebagian netizen yang menilai ucapannya tidak empatik terhadap penderitaan korban bencana di Aceh.
Tak hanya itu, Dewi Persik juga menyinggung sikap masyarakat yang dinilainya saling menyalahkan dan memfitnah Presiden di tengah situasi bencana. Ia menekankan bahwa kondisi darurat bukanlah waktu yang tepat untuk adu klaim bantuan atau saling menyerang, melainkan saatnya bersinergi dan bersatu membantu korban. Pernyataan tersebut dianggap sebagian warganet sebagai pembelaan berlebihan terhadap pemerintah.
Di sisi lain, Dewi Persik menyampaikan apresiasinya terhadap peran TNI dalam penanganan bencana. Ia mengaku melihat langsung dedikasi aparat TNI yang berjalan kaki siang dan malam menyalurkan bantuan di medan sulit. Namun, pernyataan lanjutan yang menyebut adanya “kepentingan politik” hingga dukungan agar Prabowo menjadi presiden seumur hidup kembali memantik kontroversi dan perdebatan di ruang digital.
Reaksi netizen pun terbelah. Sebagian mengecam pernyataan Dewi Persik karena dianggap menyederhanakan persoalan bencana Aceh dan melukai perasaan korban. Namun, tidak sedikit pula yang mendukung pandangannya, terutama soal ajakan untuk menjaga empati, menghentikan fitnah, serta fokus pada bantuan kemanusiaan.
Hingga kini, video tersebut terus beredar luas dan memicu diskusi publik tentang empati, solidaritas nasional, serta batas peran figur publik dalam menyampaikan pendapat terkait bencana. Pernyataan Dewi Persik menjadi contoh bagaimana isu kemanusiaan di era media sosial dapat dengan cepat berubah menjadi polemik nasional.













Discussion about this post