Mediananggroe.com— Memasuki hari ke-24 pasca bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang sejak 26 November 2025, Pemerintah Aceh akhirnya kembali memperkuat penanganan di lapangan dengan mengerahkan 60 relawan Pilar-Pilar Sosial. Pelepasan relawan dilakukan oleh Dinas Sosial Aceh sebagai upaya mempercepat pemulihan sosial warga terdampak yang hingga kini masih bergulat dengan dampak banjir berkepanjangan.
Pelepasan relawan berlangsung di Posko Pilar-Pilar Sosial Dinas Sosial Aceh, Banda Aceh, Sabtu (20/12/2025), dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, S.E., M.M. Turut hadir Ketua Posko Pilar-Pilar Kesejahteraan Sosial Aceh Safwan, S.Ag., M.M., Ketua Relawan Aceh Posko Tanggap Darurat Hidrometeorologi Aceh sekaligus Ketua Forum PRB Aceh Hasan Bangka, serta Ketua Karang Taruna Aceh Ismet, S.T., M.M.
Chaidir menegaskan, di tengah bencana yang telah berlangsung hampir satu bulan, kehadiran relawan menjadi elemen krusial untuk menutup celah pelayanan sosial di lapangan. Relawan Pilar-Pilar Sosial diharapkan tidak hanya membantu distribusi logistik, tetapi juga memberikan pendampingan psikososial serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat di pengungsian.
“Relawan adalah kekuatan sosial strategis. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, bekerja dengan ketulusan, dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memastikan korban bencana tidak merasa ditinggalkan,” ujar Chaidir dalam arahannya.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin koordinasi dengan pemerintah daerah dan posko setempat, mengingat kompleksitas persoalan di Aceh Tamiang yang masih dihadapkan pada keterbatasan akses, kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya terpenuhi, serta kelelahan sosial warga akibat bencana yang berkepanjangan.
Sebanyak 60 relawan yang diberangkatkan berasal dari unsur Karang Taruna dan pekerja sosial. Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik pengungsian dan wilayah terdampak banjir sesuai hasil pemetaan kebutuhan lapangan oleh Dinas Sosial Aceh.
Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan elemen relawan dan masyarakat sipil dalam penanganan bencana hidrometeorologi. Di hari ke-24 bencana, kehadiran relawan diharapkan menjadi penguat solidaritas sekaligus penopang nyata bagi warga Aceh Tamiang yang masih menanti pemulihan kehidupan secara menyeluruh.











Discussion about this post