• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Senin, 22 Juni 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh

Disbudpar Apresiasi Pelaksanaan Forum Peningkatan Jejaring Pengelola Desa Wisata Di Aceh

redaksi by redaksi
5 April 2024
in Aceh
Disbudpar Apresiasi Pelaksanaan Forum Peningkatan Jejaring Pengelola Desa Wisata Di Aceh

MediaNanggroe.com, Banda Aceh – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Kabid Pengembangan Destinasi Munawir Arifin mengapresiasi atas pelaksanaan forum peningkatan jejaring pengelola desa wisata di Aceh pada Jumat, 5 April 2023, di Hotel Al-Hanifi Kota Banda Aceh

Kegiatan yang diinisiasi oleh anggota Komisi X DPR RI Illiza Sa’aduddin Djamal melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf sebagai upaya dalam mengembangkan SDM Pengelola Destinasi wisata di Aceh.

“Apresiasi dan ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada narasumber yang telah berkenan hadir untuk memberikan berbagai pencerahan sebagai pembelajaran dalam memajukan pariwisata Aceh,” ujar Munawir

 

BacaJuga :

Meski Raih WTP, BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp1,69 Miliar di Nagan Raya

Meski Raih WTP, BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp1,69 Miliar di Nagan Raya

21 Juni 2026
BPK Temukan Rp328 Juta Tagihan Hotel Fiktif di Abdya, Sekwan DPRK Dominasi Temuan

BPK Temukan Rp328 Juta Tagihan Hotel Fiktif di Abdya, Sekwan DPRK Dominasi Temuan

21 Juni 2026

Menurutnya, tata kelola destinasi bertujuan untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkelanjutan yang akan memberikan keuntungan bagi pengelola destinasi dan desa wisata sebagai salah satu pilihan dalam pengembangan diversifikasi produk wisatanya

“Hal ini mencakup berbagai aspek yang meliputi pengelolaan lingkungan, sosial, budaya, ekonomi, infrastruktur, dan pengalaman wisatawan. baik bagi lingkungan, masyarakat lokal, maupun para pengunjung,” imbuhnya,

Kata Munawir, setidaknya Aceh memiliki 135 desa wisata dari 21 kabupaten/kota se-Aceh sesuai data per Maret 2024 jumlahnya semakin meningkat dengan berbagai klasifikasi, mulai dari rintisan, berkembang serta maju.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi X DPR RI Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan,  para peserta diharapkan mampu mengelola potensi yang ada di desa wisata dengan baik serta menggalinya, dan mampu untuk disosialisasikan lebih lanjut

“Desa wisata seperti itu perlu adanya kelompok sadar wisata, dia paham bagaimana mengelola sesuatu yang tadinya kurang diperhatikan menjadi diperhatikan, yang tadinya kurang menarik jadi lebih menarik,” ungkapnya.

Lebih lanjut Illiza mengatakan bahwa Aceh memiliki kekayaan keindahan alam yang menakjubkan, dan bisa menjadi pengembangan pengelolaan desa wisata didekat lokasi destinasi.

“Orang yang sadar akan wisata itu akan selalu sering melihat potensi dan membaca situasi yang akan memberikan limpah rezeki kepada masyarakat, serta mampu membangun perekonomian desa,” sebut Illiza.

Direktur Pengembangan Destinasi I, Utari Widyastuti menyebutkan, Kemenparekraf berkomitmen mendukung pengembangan desa wisata dengan tujuan menumbuhkan desa wisata berkembang menjadi maju hingga mandiri, sehingga dapat mendukung perekonomian masyarakat dengan tetap menjaga kearifan lokal dan menerapkan prinsip keberlanjutan.

“Seperti Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2024, saat ini masih membuka perpanjangan pendaftaraannya hingga tanggal 14 April, Pada ADWI 2023, ada 3 desa wisata dari Provinsi Aceh yang masuk 75 besar ADWI 2023 Yaitu Desa Wisata Iboih dan Desa Wisata Aneuk Laot dari Kota Sabang serta Desa Wisata Lubuk Sukon dari Kab.Aceh Besar,” sebutnya.

Dirinya turut menjelaskan pengembangan desa wisata tidak bisa dilakukan secara instan, hanya dengan membuat sebuah objek wisata atau menyelenggarakan event wisata di desa.

“Lebih daripada itu, konsep pengembangan desa wisata harus memenuhi sejumlah unsur penting yang tidak lepas dari peran komunitas atau masyarakat sebagai pelaku penting di dalamnya. Harus mengacu mengacu pada keberadaan unsur 3A (Aktraksi, Amenitas, Aksesibilitas) dalam pariwisata dan community involvement atau keterlibatan masyarakat,” ujarnya. (Adv)

Previous Post

Maxim Banda Aceh Berikan Bantuan Pengganti THR untuk Mitra Driver dan Santunan untuk Panti Asuhan

Next Post

Kabar Gembira, Beli Tiket Masuk Museum Tsunami Kini Bisa Pakai QRIS

Berita Lainnya

Meski Raih WTP, BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp1,69 Miliar di Nagan Raya

Meski Raih WTP, BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp1,69 Miliar di Nagan Raya

21 Juni 2026

SUKA MAKMUE – Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih Pemerintah Kabupaten Nagan Raya atas Laporan Keuangan Tahun 2025 ternyata...

BPK Temukan Rp328 Juta Tagihan Hotel Fiktif di Abdya, Sekwan DPRK Dominasi Temuan

BPK Temukan Rp328 Juta Tagihan Hotel Fiktif di Abdya, Sekwan DPRK Dominasi Temuan

21 Juni 2026

BLANGPIDIE – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh mengungkap adanya pembayaran belanja perjalanan dinas yang tidak sesuai ketentuan pada...

Sekda Aceh: Suara Anak Penting untuk Menentukan Arah Pembangunan Aceh

Sekda Aceh: Suara Anak Penting untuk Menentukan Arah Pembangunan Aceh

20 Juni 2026

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk melibatkan anak-anak dan generasi muda dalam proses pembangunan daerah. Anak tidak lagi...

Load More
Next Post
Kabar Gembira, Beli Tiket Masuk Museum Tsunami Kini Bisa Pakai QRIS

Kabar Gembira, Beli Tiket Masuk Museum Tsunami Kini Bisa Pakai QRIS

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Meski Raih WTP, BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp1,69 Miliar di Nagan Raya

Meski Raih WTP, BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp1,69 Miliar di Nagan Raya

21 Juni 2026
BPK Temukan Rp328 Juta Tagihan Hotel Fiktif di Abdya, Sekwan DPRK Dominasi Temuan

BPK Temukan Rp328 Juta Tagihan Hotel Fiktif di Abdya, Sekwan DPRK Dominasi Temuan

21 Juni 2026
Sekda Aceh: Suara Anak Penting untuk Menentukan Arah Pembangunan Aceh

Sekda Aceh: Suara Anak Penting untuk Menentukan Arah Pembangunan Aceh

20 Juni 2026
BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp513 Juta dan Dana Rp401 Juta Mengendap di Pemko Sabang

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp513 Juta dan Dana Rp401 Juta Mengendap di Pemko Sabang

20 Juni 2026
WTP Tak Bebas Masalah, BPK Temukan Kelebihan Bayar Proyek Rp276 Juta di Aceh Barat

WTP Tak Bebas Masalah, BPK Temukan Kelebihan Bayar Proyek Rp276 Juta di Aceh Barat

20 Juni 2026
  • 43,3% APBK Rp1,319 Triliun Kota Banda Aceh 2026 Terserap untuk Belanja Pegawai

    BPK Ungkap Krisis Kas, Utang Pemko Banda Aceh Tembus Rp100,47 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Palak Wisatawan di Bukit Lamreh Terbongkar, Polisi Ringkus Satu Pelaku, Dua Buron

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lanjutan RS Regional dr Yuliddin Away Dilelang, Anggaran Capai Rp13,8 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan PPPK Aceh Diwajibkan Ikut Orientasi, BPSDM Ingatkan SKPA Tak Abaikan Instruksi Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In