BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk melibatkan anak-anak dan generasi muda dalam proses pembangunan daerah. Anak tidak lagi dipandang hanya sebagai penerus masa depan, tetapi juga sebagai bagian penting yang memiliki hak untuk menyampaikan pandangan dan berkontribusi terhadap pembangunan Aceh hari ini.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, saat membuka sekaligus melantik pengurus Duek Pakat Forum Anak Tanah Rencong (FATAR) Tahun 2026 di Hotel Grand Nanggroe Aceh, Banda Aceh, Sabtu (20/6/2026).
Dalam sambutannya, M. Nasir menegaskan bahwa forum anak memiliki peran strategis sebagai ruang partisipasi bagi anak-anak untuk menyampaikan ide, aspirasi, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan sekitar.
“Suara, gagasan, dan harapan kalian memiliki nilai yang sangat penting dalam pembangunan Aceh ke depan. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh tidak hanya ingin mendengar tentang hak anak, tetapi juga mendengar langsung dari anak,” ujar M. Nasir.
Menurutnya, keberadaan FATAR tidak hanya berfungsi sebagai wadah edukasi, tetapi juga menjadi sarana dialog yang memungkinkan anak-anak terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang mereka.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, M. Nasir juga mengingatkan generasi muda Aceh agar mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak dan produktif. Ia mendorong anak-anak untuk menjadikan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, berinovasi, dan meningkatkan prestasi.
“Jangan sampai anak-anak menjadi korban dampak negatif perkembangan digital. Gunakan teknologi untuk menambah pengetahuan, mengembangkan kreativitas, dan memperluas peluang meraih prestasi,” katanya.
Lebih lanjut, Sekda Aceh menekankan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak-haknya secara optimal.
Ia menyebutkan, sinergi harus dibangun mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintah di berbagai tingkatan. Dengan kerja sama yang kuat, setiap anak di Aceh diharapkan dapat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang layak, terlindungi dari segala bentuk kekerasan, serta memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi diri.
Dalam kesempatan tersebut, M. Nasir juga mendorong para peserta Duek Pakat FATAR untuk tidak ragu menyampaikan pendapat dan gagasan yang konstruktif. Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan berbagai rekomendasi nyata yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam mewujudkan Aceh yang lebih ramah anak.
“Dari forum ini saya berharap lahir berbagai gagasan strategis untuk membangun Aceh yang lebih maju, ramah anak, dan bermartabat,” ujarnya.
Menutup arahannya, M. Nasir membakar semangat para peserta dengan mengingatkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berbuat dan membawa perubahan.
“Saya percaya bahwa dari ruangan ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan Aceh. Mungkin di antara kalian ada yang kelak menjadi guru, dokter, peneliti, pengusaha, ulama, bahkan pemimpin daerah dan pemimpin bangsa. Karena itu jangan pernah merasa bahwa usia kalian masih terlalu muda untuk berbuat baik dan membawa perubahan,” pungkasnya.










Discussion about this post