MediaNanggroe.com — Kejaksaan Negeri Banda Aceh resmi menggelar sidang perdana perkara tindak pidana ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Sidang ini menghadirkan terdakwa berinisial DS (31), yang diduga menyebarkan konten bermuatan kebencian melalui media sosial.
Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Suhendri, melalui Kepala Seksi Intelijen Muhammad Kadafi, menyampaikan bahwa perkara tersebut telah dilimpahkan dan mulai disidangkan dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Dalam dakwaan, terdakwa dijerat dengan pasal berlapis. Untuk dakwaan primair, DS diduga melanggar Pasal 301 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Sementara itu, dakwaan subsidair mengacu pada Pasal 300 huruf a, b, dan c dalam undang-undang yang sama.
JPU dalam uraian dakwaannya menyebutkan bahwa terdakwa diduga menyebarkan konten melalui siaran langsung di platform TikTok dengan akun @tersadarkan5758. Konten tersebut berisi pernyataan yang mengandung unsur permusuhan, penghinaan, serta ajakan yang berpotensi menimbulkan kebencian terhadap salah satu agama di Indonesia.
“Perbuatan terdakwa diduga kuat mengandung unsur ujaran kebencian yang dapat memicu konflik sosial di tengah masyarakat,” ujar Muhammad Kadafi dalam keterangan resminya.
Menariknya, usai pembacaan dakwaan, terdakwa secara lisan mengajukan pengakuan bersalah atau plea bargaining di hadapan majelis hakim, sebagaimana diatur dalam Pasal 78 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Hukum Acara Pidana. Namun, majelis hakim meminta agar pengajuan tersebut disampaikan secara tertulis untuk dipertimbangkan lebih lanjut.
Sidang akan kembali dilanjutkan pada 11 Mei 2026 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.
Kejaksaan Negeri Banda Aceh menegaskan komitmennya dalam menindak tegas segala bentuk tindak pidana yang berpotensi memecah belah masyarakat, termasuk ujaran kebencian di ruang digital.











Discussion about this post