ACEH BESAR – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) memperketat pengawasan keamanan pangan di lingkungan sekolah dengan mengaudit kantin serta menguji sampel jajanan siswa untuk memastikan bebas dari bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow. Langkah ini dilakukan melalui kegiatan Monitoring, Evaluasi, Audit Kantin, dan Sertifikasi Sekolah yang Telah Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan di MIN 8 Aceh Besar, SMP Negeri 1 Peukan Bada, dan SMA Negeri 1 Peukan Bada, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen BBPOM Aceh dalam membangun budaya keamanan pangan sejak dini sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. Program ini juga merupakan pembinaan berkelanjutan Badan POM agar keamanan pangan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, tim BBPOM Aceh terlebih dahulu melakukan verifikasi Sertifikasi Sekolah yang Telah Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan. Penilaian dilakukan terhadap komitmen pimpinan sekolah, implementasi program keamanan pangan, keterlibatan seluruh warga sekolah, hingga keberlanjutan berbagai kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan.
Sertifikasi tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi sekolah yang dinilai mampu menerapkan budaya keamanan pangan sesuai standar yang telah ditetapkan Badan POM.
Tak hanya itu, BBPOM Aceh juga melakukan audit menyeluruh terhadap kantin sekolah sebagai bagian dari penilaian Piagam Bintang Keamanan Pangan Sekolah. Audit meliputi aspek kebersihan dan sanitasi kantin, higiene penjamah pangan, penyimpanan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian makanan kepada peserta didik.
Sebagai langkah preventif, petugas turut mengambil sampel jajanan sekolah untuk diuji menggunakan rapid test. Pengujian dilakukan guna mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan, seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh jajanan yang beredar di lingkungan sekolah memenuhi persyaratan keamanan pangan sehingga peserta didik terlindungi dari risiko pangan yang tidak memenuhi ketentuan.
Ketua Tim Program Prioritas Nasional BBPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih, menegaskan bahwa pembudayaan keamanan pangan di lingkungan sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk kebiasaan konsumsi pangan yang aman sejak usia dini. Melalui program pembudayaan keamanan pangan, kami ingin membangun ekosistem sekolah yang tidak hanya menyediakan jajanan yang aman dan bergizi, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada seluruh warga sekolah bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap budaya ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Desi.
Selama kegiatan berlangsung, pihak sekolah, guru, dan pengelola kantin menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh tahapan penilaian. Berbagai diskusi mengenai pengelolaan kantin sehat, penerapan higiene dan sanitasi, hingga upaya menjaga keamanan jajanan sekolah berlangsung secara interaktif.
Antusiasme tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekolah melalui penyediaan pangan yang aman, sehat, dan bergizi bagi peserta didik.
Melalui monitoring, evaluasi, audit kantin, dan sertifikasi tersebut, BBPOM Aceh berharap budaya keamanan pangan semakin mengakar di seluruh satuan pendidikan di Aceh. Dengan kolaborasi antara sekolah, orang tua, pengelola kantin, dan seluruh pemangku kepentingan, sekolah diharapkan menjadi pelopor dalam membangun budaya konsumsi pangan yang aman, sehat, dan bergizi.
Upaya itu diharapkan tidak hanya melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya keamanan pangan sebagai fondasi kesehatan, kualitas hidup, dan terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.









Discussion about this post