• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Senin, 12 Oktober 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Sabang

Cegah Penyimpangan Pengelolaan Obat, BBPOM Aceh Perkuat Kompetensi Tenaga Kefarmasian di Sabang

lasdianto by lasdianto
11 September 2026
in Sabang
Cegah Penyimpangan Pengelolaan Obat, BBPOM Aceh Perkuat Kompetensi Tenaga Kefarmasian di Sabang

Sabang – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus memperkuat pemahaman tenaga kefarmasian mengenai pengelolaan obat yang baik dan sesuai ketentuan, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap bahaya Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba. Upaya tersebut dilakukan melalui keikutsertaan BBPOM Aceh dalam kegiatan Bimbingan Teknis Perizinan dan Pengelolaan Obat di Apotek dan Toko Obat serta Sosialisasi Bahaya Antimicrobial Resistance (AMR) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, Kamis (10/09/2026), di Aula Farmasi Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang.

Kegiatan yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus Pengawasan Obat dan Makanan (DAK POM) Tahun Anggaran 2026 tersebut diikuti 19 peserta yang terdiri atas Apoteker Penanggung Jawab, Pemilik Sarana, dan Tenaga Teknis Kefarmasian dari sarana apotek, klinik, dan puskesmas di wilayah Kota Sabang.

Kepala Bidang PKSDK Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, Yunidar, membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya penerapan standar pengelolaan obat pada setiap tahapan untuk memastikan obat yang diterima masyarakat tetap memenuhi persyaratan mutu, khasiat, dan keamanan.

“Tenaga kefarmasian di Apotek, Klinik, dan Puskesmas memiliki peran yang penting untuk memastikan obat yang sampai kepada masyarakat tetap terjamin mutu, khasiat, dan keamanannya. Karena itu, melalui Bimtek ini diharapkan para tenaga kefarmasian memiliki pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan obat dan menerapkannya di sarana pelayanan kefarmasian,” ujar Yunidar.

BacaJuga :

Taman Budaya Gotong Royong di Sabang Diresmikan, Bukti Perkuat JKN dari 0 KM Indonesia

Taman Budaya Gotong Royong di Sabang Diresmikan, Bukti Perkuat JKN dari 0 KM Indonesia

7 Agustus 2026
Naik Kelas Bersama BPOM! UMKM Sabang Siap Hadirkan Produk Aman dan Berkualitas

Naik Kelas Bersama BPOM! UMKM Sabang Siap Hadirkan Produk Aman dan Berkualitas

9 Juli 2026

Dalam kegiatan tersebut, BBPOM Aceh menghadirkan Desi Ariyanti Ningsih dan Wardani sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mencakup prinsip pengelolaan obat mulai dari pengadaan, penerimaan, penyimpanan, penyerahan, hingga pelaporan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pengendalian resistensi antimikroba serta tata cara pengurusan perizinan melalui OSS-RBA. Materi tersebut diharapkan dapat membantu tenaga kefarmasian memahami aspek regulasi sekaligus menerapkannya dalam kegiatan pelayanan sehari-hari.

Desi Ariyanti Ningsih menegaskan bahwa pengelolaan obat sesuai regulasi menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai penyimpangan, mulai dari penyerahan obat kedaluwarsa, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan prekursor, hingga penyerahan antibiotika tanpa resep dokter.

“Pengelolaan obat mulai dari pengadaan, penerimaan, penyimpanan, hingga penyerahan kepada pasien harus mengikuti regulasi yang berlaku. Jika tidak, penurunan kualitas obat dapat terjadi, bahkan berpeluang meningkatkan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan prekursor yang sangat berbahaya. Permasalahan lain yang sering terjadi adalah penyerahan antibiotika tanpa resep dokter yang dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antimikroba,” jelas Desi.

Menurut Desi, tenaga kefarmasian memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Perannya tidak hanya memastikan obat diserahkan sesuai ketentuan, tetapi juga memberikan edukasi kepada pasien agar menggunakan obat secara tepat, rasional, dan bertanggung jawab.

Penggunaan antibiotika yang tidak tepat, khususnya tanpa resep dan tanpa indikasi yang sesuai, perlu menjadi perhatian bersama. Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penggunaan antibiotika yang tidak bijak sekaligus menekan risiko terjadinya resistensi antimikroba.

Melalui kegiatan tersebut, BBPOM Aceh terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi dan kepatuhan tenaga kefarmasian. Penguatan pemahaman regulasi diharapkan dapat mendorong penerapan pengelolaan obat yang semakin tertib di setiap sarana pelayanan kefarmasian.

BBPOM Aceh berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten oleh para tenaga kefarmasian, sehingga seluruh tahapan pengelolaan obat berjalan sesuai ketentuan. Dengan demikian, pelayanan obat kepada masyarakat tidak hanya memenuhi aspek regulasi, tetapi juga mampu memberikan perlindungan kesehatan yang optimal serta mencegah risiko penyalahgunaan dan resistensi antimikroba.

Previous Post

Kapolda Aceh Dorong Digitalisasi Layanan Lalu Lintas, Perkuat Pelayanan yang Cepat dan Humanis

Next Post

BPJS Kesehatan Perkuat Skrining Kanker Serviks di FKTP dalam Upaya Promotif & Preventif Program JKN

Berita Lainnya

Taman Budaya Gotong Royong di Sabang Diresmikan, Bukti Perkuat JKN dari 0 KM Indonesia

Taman Budaya Gotong Royong di Sabang Diresmikan, Bukti Perkuat JKN dari 0 KM Indonesia

7 Agustus 2026

Sabang – Direktur Utama BPJS Kesehatan bersama Wali Kota Sabang meresmikan Taman Budaya Gotong Royong dan Prasasti INISIATIF BPJS Kesehatan...

Naik Kelas Bersama BPOM! UMKM Sabang Siap Hadirkan Produk Aman dan Berkualitas

Naik Kelas Bersama BPOM! UMKM Sabang Siap Hadirkan Produk Aman dan Berkualitas

9 Juli 2026

Sabang – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pelaku usaha...

BBPOM Aceh Gandeng Pemko Sabang, UMKM Lokal Didorong Naik Kelas

BBPOM Aceh Gandeng Pemko Sabang, UMKM Lokal Didorong Naik Kelas

8 Juli 2026

SABANG – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Sabang untuk meningkatkan...

Load More
Next Post
BPJS Kesehatan Perkuat Skrining Kanker Serviks di FKTP dalam Upaya Promotif & Preventif Program JKN

BPJS Kesehatan Perkuat Skrining Kanker Serviks di FKTP dalam Upaya Promotif & Preventif Program JKN

Discussion about this post

BERITA TERKINI

BSI Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Aceh melalui SYAFIF Goes to Aceh 2026

BSI Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Aceh melalui SYAFIF Goes to Aceh 2026

11 Oktober 2026
Haris Fadhillah Daftar Ketua PWI Aceh, Bidik Kesejahteraan Wartawan

Haris Fadhillah Daftar Ketua PWI Aceh, Bidik Kesejahteraan Wartawan

10 Oktober 2026
17 Sarana Obat di Aceh Belum Penuhi Ketentuan, BBPOM Perkuat Pengawasan

17 Sarana Obat di Aceh Belum Penuhi Ketentuan, BBPOM Perkuat Pengawasan

10 Oktober 2026
Aduan Warga Bongkar Peredaran Kosmetik Tanpa Izin, BBPOM Aceh Turun Tangan

Aduan Warga Bongkar Peredaran Kosmetik Tanpa Izin, BBPOM Aceh Turun Tangan

8 Oktober 2026
Sinergitas Bank Aceh dan Komisi III DPRA untuk Optimalisasi PAD Aceh

Sinergitas Bank Aceh dan Komisi III DPRA untuk Optimalisasi PAD Aceh

8 Oktober 2026
  • Berbelit-belit Saat Diperiksa, Oknum Dosen Tersangka Korupsi Beasiswa Aceh Ditahan

    Berbelit-belit Saat Diperiksa, Oknum Dosen Tersangka Korupsi Beasiswa Aceh Ditahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inflasi Aceh Tembus 5,03 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In