BANDA ACEH – Aksi adu kecepatan dua sepeda motor di Jalan TPI Lampulo, Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, berakhir tragis. Dua sepeda motor bertabrakan setelah salah satu pengendara diduga kehilangan kendali saat melaju dalam kecepatan tinggi, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kecelakaan maut itu menewaskan M. Jufriadi (17), pelajar asal Gampong Deah Gelumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Sementara pengendara lainnya, Muhammad Ilham (18), pelajar asal Gampong Lueng Bata, Banda Aceh, mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasat Lantas Kompol Mawardi mengatakan, kecelakaan tersebut melibatkan Honda Supra tanpa nomor polisi yang dikendarai M. Jufriadi dan Yamaha MX King tanpa nomor polisi yang dikendarai Muhammad Ilham.
“Dalam kecelakaan ini, satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat. Kedua korban merupakan pelajar,” kata Kompol Mawardi.
Menurut Mawardi, hasil penanganan awal mengarah pada dugaan aksi uji top speed kedua kendaraan. Honda Supra melaju dari arah Pasar Al Mahirah menuju TPI Lampulo, sedangkan Yamaha MX King bergerak dari arah berlawanan menuju Pasar Al Mahirah.
“Berdasarkan hasil penanganan awal, kedua pengendara diketahui melaju dengan kecepatan tinggi dan melakukan uji top speed kendaraan dengan titik awal sekitar 100 meter dari lokasi kejadian,” ungkapnya.
Situasi berubah fatal ketika pengendara Honda Supra disebut melihat ke arah knalpot kendaraannya saat melaju. Motor kemudian melebar ke lajur kanan dan masuk ke jalur berlawanan.
Pada saat bersamaan, Yamaha MX King datang dari arah berlawanan. Tabrakan pun tak terhindarkan. Kedua sepeda motor terjatuh di badan jalan.
M. Jufriadi mengalami luka-luka dan akhirnya meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis di RSUZA Banda Aceh. Sedangkan Muhammad Ilham mengalami luka berat dan masih mendapat perawatan medis.
“Personel Satlantas bersama Kanit Gakkum dan piket Gakkum telah mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti bekas pecahan kedua sepeda motor, mengecek kondisi korban serta menghubungi pihak keluarga,” tegasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, kondisi jalan saat kecelakaan terjadi relatif mendukung. Jalan dalam kondisi lurus dan beraspal dengan permukaan kering. Cuaca cerah, arus lalu lintas sedang, sementara kawasan di sekitar lokasi merupakan area tambak ikan.
“Untuk kedua sepeda motor masih dalam penyelidikan dan saat ini diamankan oleh tim balap masing-masing. Kami juga melakukan koordinasi dengan Jasa Raharja serta menindaklanjuti perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ucapnya.
Polisi Soroti Peran Orang Tua
Kasat Lantas Polresta Banda Aceh Kompol Mawardi menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak, terutama ketika menggunakan sepeda motor di jalan raya.
Ia meminta orang tua tidak membiarkan anak menjadikan jalan umum sebagai arena menguji kemampuan maupun kecepatan kendaraan.
“Kami mengimbau kepada para orang tua untuk selalu memperhatikan perilaku dan aktivitas anak-anaknya, terutama saat menggunakan sepeda motor. Jangan sampai anak terlibat aksi balap liar yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Mawardi menegaskan, balap liar bukan sekadar persoalan pelanggaran lalu lintas. Aktivitas tersebut membawa risiko kecelakaan serius yang dapat menyebabkan luka berat bahkan merenggut nyawa.
“Peran orang tua sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada anak agar tidak menjadikan jalan raya sebagai tempat menguji kecepatan kendaraan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Ia juga meminta orang tua mengetahui keberadaan dan aktivitas anak, khususnya pada waktu-waktu yang rawan dimanfaatkan untuk aksi balap liar.
“Kami berharap orang tua dapat bersama-sama dengan kepolisian mencegah aksi balap liar. Ingatkan anak bahwa satu kesalahan di jalan raya dapat berakibat fatal dan merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.













Discussion about this post