• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Minggu, 16 Agustus 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh Besar

452 Guru Ditetapkan, Selasa Program Beut Kitab Bak Sikula di Launching

redaksi by redaksi
7 Maret 2026
in Aceh Besar
452 Guru Ditetapkan, Selasa Program Beut Kitab Bak Sikula di Launching

MediaNanggroe.com  — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar terus memperkuat pendidikan agama di sekolah melalui program Beut Kitab Bak Sikula. Hal itu ditandai dengan rapat evaluasi dan pelaporan hasil perekrutan pengajar yang dipimpin langsung Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Jumat (6/3/2026) malam.

Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Tim Seleksi Beut Kitab Bak Sikula Baba H. Marwan Abdullah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Rahmawati, S.Pd., M.Pd, Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Aceh Besar Sanusi, SE, Tim Asistensi Bupati, jajaran Disdikbud Aceh Besar serta para tim seleksi.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan agama Islam di sekolah formal, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam arahannya, Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyampaikan rasa syukur karena proses seleksi guru Beut Kitab Bak Sikula telah hampir rampung dan dapat segera difinalkan.

BacaJuga :

Pemkab Aceh Besar dan BPJS Kesehatan Bahas Perlindungan JKN bagi Kepala dan Perangkat Desa

Pemkab Aceh Besar dan BPJS Kesehatan Bahas Perlindungan JKN bagi Kepala dan Perangkat Desa

2 Agustus 2026
DLH Aceh Besar dan Muspika Montasik Turun Tangan Bersihkan Tumpukan Sampah di Piyeung

DLH Aceh Besar dan Muspika Montasik Turun Tangan Bersihkan Tumpukan Sampah di Piyeung

20 Juli 2026

“Alhamdulillah pada malam ini sudah bisa kita finalkan untuk persoalan guru-guru di dua belas wilayah. Ini merupakan langkah penting dalam memperkuat pendidikan agama di sekolah-sekolah kita,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya bersifat percontohan, tetapi dirancang untuk diterapkan secara luas di seluruh wilayah Aceh Besar. Karena itu, pihaknya meminta agar proses penempatan guru dilakukan secara efektif dengan mempertimbangkan regional wilayah agar memudahkan mobilitas para pengajar.

“Kita atur berdasarkan regional agar lebih efisien. Misalnya antara Blang Bintang dengan Darussalam bisa saling menyesuaikan. Dengan begitu para guru tidak habis waktu di jalan dan bisa fokus mengajar,” jelasnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berencana meluncurkan secara resmi program Beut Kitab Bak Sikula dalam waktu dekat.

“Insya Allah hari Selasa nanti kita rencanakan launching, launching ini bukan lagi percontohan, tapi sudah kita terapkan untuk seluruh sekolah dibawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar,” kata Syech Muharram.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa bersamaan dengan peluncuran program tersebut, pemerintah daerah juga akan menyalurkan bantuan insentif berupa santunan kepada seluruh anak yatim di Aceh Besar.

“Seluruh anak yatim yang sudah terdata akan kita berikan bantuan santunan. Walaupun jumlahnya tidak besar, tapi ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada anak-anak yatim di Aceh Besar,” ujarnya.

Selain itu, dalam rapat tersebut juga dibahas rencana kerja sama antara pemerintah daerah dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) untuk memberdayakan para penghafal Al-Qur’an dan lulusan dayah dalam program pendidikan agama di sekolah.

Menurut Bupati, kerja sama tersebut penting agar potensi sumber daya lokal, khususnya para hafiz Al-Qur’an dan alumni dayah, dapat diberdayakan secara optimal dalam sistem pendidikan.

“Kita akan mencoba meningkatkan kerja sama melalui MoU dengan Kanwil Kemenag. Kita ingin mengutamakan kearifan lokal dan potensi sumber daya Aceh sendiri, sehingga semua sekolah di Aceh Besar dapat menerapkan program Beut Kitab Bak Sikula,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disdikbud Aceh Besar Rahmawati dalam laporannya menyampaikan bahwa kebutuhan guru untuk pelaksanaan program Beut Kitab Bak Sikula di Aceh Besar mencapai 457 orang.

Jumlah tersebut diperuntukkan bagi 215 Sekolah Dasar dan 89 Sekolah Menengah Pertama yang tersebar di seluruh kecamatan di Aceh Besar.

Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal tahun 2025 lalu, Pemkab Aceh Besar telah merekrut sebanyak 124 guru sebagai bagian dari program percontohan. Kemudian pada seleksi lanjutan tahun 2026 dilakukan perekrutan tambahan untuk memenuhi kebutuhan guru di seluruh sekolah.

“Pada seleksi tahap kedua tahun 2026, dari kebutuhan 333 orang yang dibuka, jumlah yang dinyatakan lulus sebanyak 276 orang. Selain itu terdapat 42 guru dari kategori guru SPT tahun 2025 yang juga dinyatakan lulus,” jelas Rahmawati.

Ia menambahkan, terdapat pula 10 guru dari program Beut Kitab Bak Fauzul Kabir yang sudah lebih dahulu mengajar dan menjadi bagian dari kebutuhan tenaga pengajar tersebut.

Dengan demikian, secara keseluruhan jumlah guru Beut Kitab Bak Sikula yang telah lulus seleksi hingga saat ini mencapai 452 orang, sehingga masih tersisa kekurangan lima orang lagi dari total kebutuhan 457 guru.

“Secara akumulasi, jumlah guru yang sudah lulus seleksi baik dari tahun 2025 maupun 2026 sebanyak 452 orang, sehingga masih terdapat kekurangan lima orang lagi untuk memenuhi kuota keseluruhan,” tambahnya.

Sekretaris Tim Seleksi Tgk. Nazar juga memaparkan bahwa pada seleksi tahun 2026 terdapat 337 orang yang mendaftar, dengan 331 peserta mengikuti tes.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 276 orang dinyatakan lulus, sementara 55 orang lainnya belum berhasil melewati seleksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan berdasarkan pembagian 12 regional wilayah yang mencakup seluruh kecamatan di Aceh Besar. Sistem regional ini diterapkan untuk memudahkan distribusi guru sekaligus meningkatkan efisiensi dalam penempatan tenaga pengajar.

Adapun dua belas regional tersebut meliputi Kecamatan Lhoong sebagai regional pertama, kemudian regional kedua meliputi Leupung, Lhoknga dan Peukan Bada. Regional ketiga mencakup Darul Imarah dan Darul Kamal, regional keempat meliputi Simpang Tiga, Sukamakmur dan Kuta Malaka.

Selanjutnya regional kelima terdiri dari Blang Bintang dan Kuta Baro, regional keenam meliputi Baitussalam dan Masjid Raya, regional ketujuh mencakup Kuta Cot Glie, Kota Jantho dan Seulimuem.

Regional kedelapan meliputi Kecamatan Ingin Jaya, regional kesembilan Pulo Aceh, regional kesepuluh Montasik dan Indrapuri, regional kesebelas Krueng Barona Jaya dan Darussalam, serta regional kedua belas Kecamatan Lembah Seulawah.

Sementara itu, Ketua Tim Seleksi Baba H. Marwan Abdullah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada timnya untuk melaksanakan proses seleksi tersebut.

Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi telah dilakukan secara maksimal dengan tetap mengikuti arahan para ulama, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), serta dinas terkait.

“Amanah ini kami jalankan sebaik mungkin sesuai kemampuan kami. Semua proses dilakukan dengan memperhatikan arahan pimpinan, ulama, serta pihak dinas terkait,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, baik antara pemerintah, ulama, akademisi maupun lembaga pendidikan.

Ia juga menyoroti perlunya memperkuat hubungan antara dayah dan dinas terkait agar tidak terjadi kesenjangan komunikasi dalam pengembangan pendidikan agama di Aceh Besar.

“Selama ini terkesan dayah berjalan sendiri-sendiri tanpa advokasi yang kuat dari dinas. Ke depan kita berharap ada sinergi yang lebih kuat sehingga dayah dan lembaga pendidikan formal dapat saling mendukung dalam mencetak generasi Aceh yang berilmu dan berakhlak,” pungkasnya.

Dengan rampungnya proses seleksi ini, diharapkan program Beut Kitab Bak Sikula dapat menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memperkuat pendidikan agama, menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, serta melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.(**)

Previous Post

Wagub Aceh Dampingi Menteri Kebudayaan Kunjungi Seniman, Anak Yatim dan Warga Huntara di Aceh Tamiang

Next Post

WNI di Iran Dievakuasi

Berita Lainnya

Pemkab Aceh Besar dan BPJS Kesehatan Bahas Perlindungan JKN bagi Kepala dan Perangkat Desa

Pemkab Aceh Besar dan BPJS Kesehatan Bahas Perlindungan JKN bagi Kepala dan Perangkat Desa

2 Agustus 2026

Mediaananggroe.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh  menggelar pertemuan guna membahas rencana perlindungan jaminan kesehatan...

DLH Aceh Besar dan Muspika Montasik Turun Tangan Bersihkan Tumpukan Sampah di Piyeung

DLH Aceh Besar dan Muspika Montasik Turun Tangan Bersihkan Tumpukan Sampah di Piyeung

20 Juli 2026

KOTA JANTHO – Tumpukan sampah yang mencemari Gampong Piyeung, Kecamatan Montasik, akhirnya dibersihkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Besar...

34 Tim Berlomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

34 Tim Berlomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

25 Juni 2026

KOTA JANTHO – Sebanyak 34 tim dari TP PKK kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), dan BKMT Aceh Besar memeriahkan Lomba...

Load More
Next Post
Angka Kemiskinan Aceh Periode Maret 2021 Turun 0,10 Poin dari September 2020

WNI di Iran Dievakuasi

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa

Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa

15 Agustus 2026
Dukung Program Magang Nasional, Tahun ini Lebih dari 700 Peserta Bergabung di BSI

Dukung Program Magang Nasional, Tahun ini Lebih dari 700 Peserta Bergabung di BSI

15 Agustus 2026
Satria Irawan Resmi Jabat Asisten Intelijen Kejati Aceh, Kajati Tekankan Peran Strategis Intelijen

Satria Irawan Resmi Jabat Asisten Intelijen Kejati Aceh, Kajati Tekankan Peran Strategis Intelijen

15 Agustus 2026
BBPOM Aceh dan BPPMHKP Perketat Pengawasan Pangan di Pasar Banda Aceh

BBPOM Aceh dan BPPMHKP Perketat Pengawasan Pangan di Pasar Banda Aceh

13 Agustus 2026
Semarak HUT ke-53, Bank Aceh Kumpulkan 1.648 Kantong Darah

Semarak HUT ke-53, Bank Aceh Kumpulkan 1.648 Kantong Darah

12 Agustus 2026
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PPPK Pemerintah Aceh Kini Berhak Menerima TPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Sorot Sewa Mobil Dinas Aceh Selatan: Kendaraan Istri Bupati dan “Kantor Jakarta” Ikut Dibayar APBK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In