MediaNanggroe.com – Sebuah video yang beredar luas di media sosial TikTok dari akun @thomasflow24 menampilkan pengakuan mantan anggota Brimob Polri, Bripda Muhammad Rio, yang kini diketahui bergabung sebagai tentara bayaran dalam konflik Rusia–Ukraina. Dalam video tersebut, Rio menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para senior, rekan satu leting, pelatih, serta juniornya di satuan Brimob.
Dalam rekaman video itu, Rio mengaku saat ini berada di wilayah yang sebelumnya merupakan bagian dari medan tempur di Ukraina dan telah berhasil dikuasai pasukan Rusia. Ia menyebut dirinya direkrut dan ditarik langsung untuk bergabung bersama tim khusus Wagner Group, yang dikenal sebagai salah satu kelompok tempur bayaran paling berpengalaman di dunia, dengan tugas sebagai pengintai sekaligus penyerang.
Rio juga menjelaskan kondisi penugasannya di medan perang, di mana ia lebih banyak bergerak secara senyap dan melakukan penyamaran. Karena cuaca yang sedang bersalju, ia mengenakan pakaian kamuflase berwarna putih untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dalam pengakuannya, suara ledakan dan serangan sudah menjadi hal yang dianggap biasa oleh para personel di lokasi konflik.
Meski tampak telah beradaptasi dengan situasi perang, Rio menyiratkan penyesalan atas jalan hidup yang kini ia tempuh. Ia mengakui bahwa keputusan meninggalkan Korps Brimob bukanlah hal yang ringan dan membawa konsekuensi besar, baik secara pribadi maupun terhadap institusi tempat ia pernah mengabdi.
Melalui video yang diunggah akun TikTok @thomasflow24 tersebut, Rio secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada para senior, rekan satu leting, para pelatih, dan juniornya di Brimob. “Saya mohon maaf kepada senior-senior saya, rekan-rekan leting, coach, dan adik-adik junior. Saya mohon maaf karena tidak bisa bertahan dan melanjutkan tugas sebagai anggota Brimob,” ucapnya, sebagaimana terekam dalam video yang kini viral di media sosial.











Discussion about this post