MediaNanggroe.com – Pemerintah Aceh akhirnya mengakui bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026 tengah berada dalam sorotan serius Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Evaluasi dari pemerintah pusat memaksa Aceh melakukan penyesuaian ulang, terutama di tengah kondisi daerah yang sedang dilanda bencana di sejumlah wilayah.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, membenarkan bahwa tindak lanjut hasil evaluasi tersebut sedang berjalan. Bahkan, pada Senin (12/01), Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRA dijadwalkan menggelar rapat khusus di Gedung DPRA untuk membahas arah baru APBA 2026.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pergeseran anggaran agar lebih realistis dan responsif terhadap kondisi kebencanaan. Situasi ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa penyusunan APBA sebelumnya dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan darurat rakyat Aceh, yang kini masih bergulat dengan dampak bencana.
Tekanan dari pemerintah pusat ini memperlihatkan bahwa prioritas belanja Aceh sedang dikoreksi secara paksa, dari yang sebelumnya dinilai terlalu normatif dan kurang sensitif terhadap krisis, menjadi anggaran yang harus berpihak pada pemulihan dan keselamatan warga.
“Berbagai langkah pemulihan pascabencana terus kita lakukan di bawah supervisi ekstra dari Pemerintah Pusat,” kata Muhammad. Menurutnya, Gubernur Aceh terus mendorong semua pihak untuk bersatu dan berkolaborasi agar Aceh segera bangkit dari situasi darurat ini.











Discussion about this post