• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Sabtu, 8 Agustus 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Opini

Kekerasan Seksual, Mengapa Korban Sering Tak Bersuara

Penulis : Nurlaila

redaksi by redaksi
7 Desember 2024
in Opini
Kekerasan Seksual,  Mengapa Korban Sering Tak Bersuara

Kekerasan seksual merupakan kejahatan yang mengerikan, meninggalkan luka fisik dan psikis yang mendalam bagi korbannya. Namun, yang seringkali lebih menyedihkan adalah kenyataan bahwa begitu banyak korban memilih untuk bungkam, tak berani bersuara tentang apa yang telah mereka alami. Pertanyaan “mengapa?” menjadi inti permasalahan yang perlu kita gali lebih dalam. Jawabannya kompleks, dan tidak bisa disederhanakan menjadi satu faktor tunggal.

Salah satu faktor utama adalah rasa malu dan stigma. Masyarakat seringkali menyalahkan korban, menganggap mereka sebagai penyebab terjadinya kekerasan. Pandangan ini sangat keliru dan berbahaya. Korban seringkali merasa bersalah, takut dihakimi, dan khawatir reputasinya akan rusak. Mereka takut kehilangan pekerjaan, keluarga, atau teman-teman. Stigma ini menciptakan dinding tebal yang menghalangi korban untuk berbicara.

Faktor lain adalah takut akan pembalasan. Pelaku kekerasan seksual seringkali memiliki kekuasaan atau pengaruh tertentu. Korban takut akan ancaman dari pelaku, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka mungkin khawatir akan keselamatan diri mereka sendiri atau keluarga mereka jika berani melaporkan kejadian tersebut. Ketakutan ini sangat nyata dan beralasan.

Sistem hukum dan penegakan hukum juga berperan penting. Proses hukum yang panjang, rumit, dan seringkali tidak berpihak pada korban, membuat mereka kehilangan harapan untuk mendapatkan keadilan. Kurangnya dukungan dari pihak berwenang dan minimnya pemahaman tentang trauma yang dialami korban, semakin memperparah situasi. Korban merasa tidak aman dan tidak percaya pada sistem yang seharusnya melindungi mereka.

BacaJuga :

“Stereotip Antar Jurusan”: Mitos atau Fakta?

“Stereotip Antar Jurusan”: Mitos atau Fakta?

7 April 2026
Kenapa Kita Lebih Mudah Curhat ke Orang Lain daripada ke Orang  Terdekat?

Kenapa Kita Lebih Mudah Curhat ke Orang Lain daripada ke Orang Terdekat?

6 April 2026

Selain itu, kurangnya dukungan sosial juga menjadi penghalang bagi korban untuk bersuara. Mereka mungkin tidak memiliki keluarga atau teman yang dapat mereka percayai untuk berbagi pengalaman mereka. Kurangnya akses ke layanan dukungan dan konseling juga memperburuk isolasi yang mereka rasakan.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya multi-sektoral. Pertama, perubahan paradigma dalam masyarakat sangat penting. Kita harus mengubah cara pandang kita terhadap korban kekerasan seksual, dari menyalahkan menjadi mendukung dan melindungi. Pendidikan dan kampanye publik yang masif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan menghapus stigma yang melekat.

Kedua, peningkatan kualitas sistem hukum dan penegakan hukum sangat krusial. Proses hukum harus disederhanakan, lebih ramah korban, dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Peningkatan kapasitas petugas penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan seksual juga sangat penting.

Ketiga, peningkatan akses terhadap layanan dukungan dan konseling bagi korban sangat dibutuhkan. Layanan ini harus mudah diakses, konfidensial, dan memberikan dukungan yang komprehensif bagi korban untuk memulihkan diri.

Singkatnya, keheningan korban kekerasan seksual bukanlah sebuah pilihan, melainkan hasil dari sistem dan budaya yang gagal melindungi mereka. Untuk mengakhiri kekerasan seksual, kita harus menciptakan lingkungan yang aman, mendukung, dan memberikan keadilan bagi korban. Hanya dengan demikian, mereka akan berani bersuara dan mendapatkan keadilan yang layak.

Penulis : nurlaila
Dari universitas serambi mekkah ,prodi komunikasi penyiaran islam

Previous Post

Mutasi di Bank Aceh Demi Tata Kelola Perusahaan yang Lebih Baik

Next Post

PKBI Aceh Besar Gelar Jambore Tahun 2024

Berita Lainnya

“Stereotip Antar Jurusan”: Mitos atau Fakta?

“Stereotip Antar Jurusan”: Mitos atau Fakta?

7 April 2026

Stereotip antar jurusan merupakan fenomena yang kerap muncul di lingkungan kampus dan menjadi bagian dari dinamika interaksi sosial mahasiswa. Label-label...

Kenapa Kita Lebih Mudah Curhat ke Orang Lain daripada ke Orang  Terdekat?

Kenapa Kita Lebih Mudah Curhat ke Orang Lain daripada ke Orang Terdekat?

6 April 2026

“Aku baik-baik saja.” Kalimat itu terdengar sederhana, bahkan mungkin sudah menjadi kebiasaan. Namun, sering kali kalimat tersebut tidak sepenuhnya jujur...

Rp 10.000 yang Tidak Terjangkau: Ketika Negara Gagal Melindungi yang Paling Membutuhkan

Rp 10.000 yang Tidak Terjangkau: Ketika Negara Gagal Melindungi yang Paling Membutuhkan

6 April 2026

Ia hanya butuh sebuah pena dan buku. Harganya tidak sampai Rp10.000. Tapi pada 29 Januari 2026, seorang anak berinisial YBS,...

Load More
Next Post
PKBI Aceh Besar Gelar Jambore Tahun 2024

PKBI Aceh Besar Gelar Jambore Tahun 2024

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Taman Budaya Gotong Royong di Sabang Diresmikan, Bukti Perkuat JKN dari 0 KM Indonesia

Taman Budaya Gotong Royong di Sabang Diresmikan, Bukti Perkuat JKN dari 0 KM Indonesia

7 Agustus 2026
BBPOM Aceh dan Dinkes Pidie Satukan Langkah Dukung UMKM dan Pelayanan Kefarmasian Berkualitas

BBPOM Aceh dan Dinkes Pidie Satukan Langkah Dukung UMKM dan Pelayanan Kefarmasian Berkualitas

7 Agustus 2026
Kapolresta Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Kabid TIK Jadi Plt

Kapolresta Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Kabid TIK Jadi Plt

7 Agustus 2026
Sinergi Badan POM dan Pemkot Subulussalam Diperkuat Demi Pengawasan Obat dan Makanan yang Optimal

Sinergi Badan POM dan Pemkot Subulussalam Diperkuat Demi Pengawasan Obat dan Makanan yang Optimal

7 Agustus 2026
Kesbangpol Aceh Ajak Gen Z Jadi Agen Perdamaian Digital, Tangkal Hoaks dan Intoleransi di Aceh

Kesbangpol Aceh Ajak Gen Z Jadi Agen Perdamaian Digital, Tangkal Hoaks dan Intoleransi di Aceh

6 Agustus 2026
  • Kapolresta Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Kabid TIK Jadi Plt

    Kapolresta Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Kabid TIK Jadi Plt

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PPPK Pemerintah Aceh Kini Berhak Menerima TPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In