• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Selasa, 17 Februari 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Opini

Kekerasan Seksual, Mengapa Korban Sering Tak Bersuara

Penulis : Nurlaila

redaksi by redaksi
7 Desember 2024
in Opini
Kekerasan Seksual,  Mengapa Korban Sering Tak Bersuara

Kekerasan seksual merupakan kejahatan yang mengerikan, meninggalkan luka fisik dan psikis yang mendalam bagi korbannya. Namun, yang seringkali lebih menyedihkan adalah kenyataan bahwa begitu banyak korban memilih untuk bungkam, tak berani bersuara tentang apa yang telah mereka alami. Pertanyaan “mengapa?” menjadi inti permasalahan yang perlu kita gali lebih dalam. Jawabannya kompleks, dan tidak bisa disederhanakan menjadi satu faktor tunggal.

Salah satu faktor utama adalah rasa malu dan stigma. Masyarakat seringkali menyalahkan korban, menganggap mereka sebagai penyebab terjadinya kekerasan. Pandangan ini sangat keliru dan berbahaya. Korban seringkali merasa bersalah, takut dihakimi, dan khawatir reputasinya akan rusak. Mereka takut kehilangan pekerjaan, keluarga, atau teman-teman. Stigma ini menciptakan dinding tebal yang menghalangi korban untuk berbicara.

Faktor lain adalah takut akan pembalasan. Pelaku kekerasan seksual seringkali memiliki kekuasaan atau pengaruh tertentu. Korban takut akan ancaman dari pelaku, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka mungkin khawatir akan keselamatan diri mereka sendiri atau keluarga mereka jika berani melaporkan kejadian tersebut. Ketakutan ini sangat nyata dan beralasan.

Sistem hukum dan penegakan hukum juga berperan penting. Proses hukum yang panjang, rumit, dan seringkali tidak berpihak pada korban, membuat mereka kehilangan harapan untuk mendapatkan keadilan. Kurangnya dukungan dari pihak berwenang dan minimnya pemahaman tentang trauma yang dialami korban, semakin memperparah situasi. Korban merasa tidak aman dan tidak percaya pada sistem yang seharusnya melindungi mereka.

BacaJuga :

Desa Keude Lapang Raih Prestasi di MTQ Sekecamatan Lapang

Desa Keude Lapang Raih Prestasi di MTQ Sekecamatan Lapang

7 Februari 2025
Mengapa Pendidikan Karakter Penting di Era Digital

Mengapa Pendidikan Karakter Penting di Era Digital

27 Desember 2024

Selain itu, kurangnya dukungan sosial juga menjadi penghalang bagi korban untuk bersuara. Mereka mungkin tidak memiliki keluarga atau teman yang dapat mereka percayai untuk berbagi pengalaman mereka. Kurangnya akses ke layanan dukungan dan konseling juga memperburuk isolasi yang mereka rasakan.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya multi-sektoral. Pertama, perubahan paradigma dalam masyarakat sangat penting. Kita harus mengubah cara pandang kita terhadap korban kekerasan seksual, dari menyalahkan menjadi mendukung dan melindungi. Pendidikan dan kampanye publik yang masif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan menghapus stigma yang melekat.

Kedua, peningkatan kualitas sistem hukum dan penegakan hukum sangat krusial. Proses hukum harus disederhanakan, lebih ramah korban, dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Peningkatan kapasitas petugas penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan seksual juga sangat penting.

Ketiga, peningkatan akses terhadap layanan dukungan dan konseling bagi korban sangat dibutuhkan. Layanan ini harus mudah diakses, konfidensial, dan memberikan dukungan yang komprehensif bagi korban untuk memulihkan diri.

Singkatnya, keheningan korban kekerasan seksual bukanlah sebuah pilihan, melainkan hasil dari sistem dan budaya yang gagal melindungi mereka. Untuk mengakhiri kekerasan seksual, kita harus menciptakan lingkungan yang aman, mendukung, dan memberikan keadilan bagi korban. Hanya dengan demikian, mereka akan berani bersuara dan mendapatkan keadilan yang layak.

Penulis : nurlaila
Dari universitas serambi mekkah ,prodi komunikasi penyiaran islam

Previous Post

Mutasi di Bank Aceh Demi Tata Kelola Perusahaan yang Lebih Baik

Next Post

PKBI Aceh Besar Gelar Jambore Tahun 2024

Berita Lainnya

Desa Keude Lapang Raih Prestasi di MTQ Sekecamatan Lapang

Desa Keude Lapang Raih Prestasi di MTQ Sekecamatan Lapang

7 Februari 2025

Keude Lapang – Desa Keude Lapang kembali menorehkan prestasi gemilang dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Lapang. Dua wakil...

Mengapa Pendidikan Karakter Penting di Era Digital

Mengapa Pendidikan Karakter Penting di Era Digital

27 Desember 2024

Di era digital saat ini, teknologi telah mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan kita, termasuk pendidikan. Meskipun kemajuan teknologi membawa banyak...

Menjaga Kehormatan Peran Syariat Islam Dalam Mengatur Pergaulan Di Ulee Lhe

Menjaga Kehormatan Peran Syariat Islam Dalam Mengatur Pergaulan Di Ulee Lhe

23 Desember 2024

Penerapan syariat Islam di Aceh, termasuk di Ulee Lhe, Banda Aceh, seharusnya menjadi landasan yang kokoh dalam menjaga moralitas dan...

Load More
Next Post
PKBI Aceh Besar Gelar Jambore Tahun 2024

PKBI Aceh Besar Gelar Jambore Tahun 2024

Discussion about this post

BERITA TERKINI

43,3% APBK Rp1,319 Triliun Kota Banda Aceh 2026 Terserap untuk Belanja Pegawai

43,3% APBK Rp1,319 Triliun Kota Banda Aceh 2026 Terserap untuk Belanja Pegawai

16 Februari 2026
Sekda Aceh Instruksikan Percepatan Huntara dan Logistik Wajib Siap Jelang Ramadhan

Sekda Aceh Instruksikan Percepatan Huntara dan Logistik Wajib Siap Jelang Ramadhan

16 Februari 2026
Kapolresta Banda Aceh Serahkan Penghargaan Untuk 51 Personel Berprestasi

Kapolresta Banda Aceh Serahkan Penghargaan Untuk 51 Personel Berprestasi

16 Februari 2026
Hampir Rp10 Miliar Digelontorkan, Penataan Taman Bustanussalatin Dimulai dari Depan Kantor Wali Kota

Hampir Rp10 Miliar Digelontorkan, Penataan Taman Bustanussalatin Dimulai dari Depan Kantor Wali Kota

16 Februari 2026
Aceh Berjasa bagi Republik, Wagub Soroti Mahal Harga Tiket Penerbangan

Aceh Berjasa bagi Republik, Wagub Soroti Mahal Harga Tiket Penerbangan

16 Februari 2026
  • Bernhard Rondonuwo Tekankan Harmonisasi Antarinstansi, Penegakan Qanun Aceh Harus Satu Arah

    Bernhard Rondonuwo Tekankan Harmonisasi Antarinstansi, Penegakan Qanun Aceh Harus Satu Arah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 29 Fasilitas Kesehatan di Aceh Sabet Penghargaan Transformasi Digital dalam Program JKN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dir Pol PP Kemendagri Apresiasi Finalisasi Qanun Ketertiban di Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Aceh Edukasi Siswa SMAN 2 Banda Aceh Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In