MediaNanggroe.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Demokrat, Nora Idah Nita, menyoroti kerusakan parah Jembatan Lubuk Sidup di Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang, yang hingga kini menjadi hambatan utama pemulihan wilayah pascabanjir besar.
Saat meninjau langsung lokasi terdampak bencana hidrometeorologi, Minggu (21/12/2025), Nora menegaskan jembatan tersebut merupakan infrastruktur vital penghubung Kecamatan Sekrak dan Kecamatan Bandar Pusaka. Rusaknya jembatan akibat terjangan banjir disertai material kayu besar membuat sejumlah desa terisolasi dan memperlambat distribusi bantuan kemanusiaan.
“Jembatan Lubuk Sidup adalah akses utama masyarakat. Ketika jembatan ini rusak, aktivitas warga lumpuh dan bantuan tidak bisa masuk secara maksimal. Ini harus segera ditangani,” ujar Nora di lokasi.
Ia menilai, pemulihan infrastruktur penghubung harus menjadi prioritas pemerintah, baik melalui pembangunan jembatan darurat maupun jembatan permanen. Tanpa langkah cepat, dampak sosial dan ekonomi warga akan semakin meluas.
Nora juga mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi Jembatan Lubuk Sidup mulai terlihat. Ia berharap hasil peninjauan tersebut segera ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret.
“Pak Menko sudah melihat langsung kondisi jembatan ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat Jembatan Lubuk Sidup segera menjadi prioritas pembangunan,” kata Nora, merujuk pada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Selain meninjau infrastruktur, Nora Idah Nita turut menyalurkan bantuan kepada warga terdampak dan menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat Aceh Tamiang hingga akses penghubung kembali normal.











Discussion about this post