MediaNanggroe.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Demokrat, Nora Idah Nita, menyoroti luasnya kerusakan infrastruktur dan terhambatnya pemulihan di sejumlah kabupaten/kota di Aceh akibat bencana hidrometeorologi. Kepada mediananggroe.com, Rabu, 24 Desember 2025, Nora menegaskan bahwa kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi dari seluruh tingkatan pemerintahan.
Menurut Nora, bencana banjir bandang dan longsor telah menyebabkan kerusakan serius pada jembatan, jalan penghubung, dan fasilitas umum, yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat dan distribusi bantuan. Ia menyebutkan salah satu contoh krusial adalah Jembatan Lubuk Sidup di Kabupaten Aceh Tamiang yang menghubungkan Kecamatan Sekrak dan Bandar Pusaka, yang hingga kini masih menjadi hambatan utama mobilitas warga pascabencana.
“Kerusakan infrastruktur akibat bencana ini terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota di Aceh, terutama pada jembatan dan jalan penghubung yang menjadi urat nadi masyarakat. Jembatan Lubuk Sidup harus segera dibangun jembatan sementara agar aktivitas warga dan penyaluran bantuan tidak terus terhambat,” ujar Nora Idah Nita.
Selain itu, Nora meminta pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk segera membantu membuka akses ke daerah-daerah yang hingga kini masih sulit dijangkau dan sebagian masih terisolasi. Ia menyebut wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah sebagai daerah yang terdampak cukup parah, bahkan hampir sebulan pascabanjir bandang masih terdapat beberapa titik yang belum dapat diakses secara maksimal.
“Hampir sebulan pascabanjir bandang, masih ada titik-titik di Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah yang belum terakses. Pemerintah daerah perlu dibantu karena memiliki keterbatasan. Kasihan masyarakat, khususnya di wilayah Pinding, Gayo Lues, bantuan yang mereka terima sampai hari ini belum maksimal,” tegasnya.
Nora Idah Nita juga memohon pemerintah pusat agar memberikan dukungan maksimal kepada pemerintah daerah dalam penanganan bencana. Menurutnya, pemerintah kabupaten/kota memiliki keterbatasan, baik dari sisi anggaran, peralatan, maupun sumber daya manusia, sehingga membutuhkan bantuan nyata agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan merata. “Kami mohon pemerintah pusat dapat membantu pemerintah daerah karena mereka juga memiliki keterbatasan dalam menangani dampak bencana sebesar ini,” ujar Nora.
Nora menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh dan merata di seluruh Aceh. Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga memberi perhatian serius kepada daerah-daerah terpencil agar masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal.












Discussion about this post