MediaNanggroe.com – Kondisi Kabupaten Aceh Tamiang pasca banjir besar dilaporkan semakin memprihatinkan. Dalam komunikasi darurat melalui jaringan radio amatir dengan anggota ORARI yang diunggah ke akun TikTok @thepixelpantry.id pada 29 November 2025, Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Fahmi, menyampaikan bahwa wilayahnya saat ini berada dalam keadaan lumpuh total akibat banjir, longsor, serta putusnya jalur transportasi maupun komunikasi.
Bupati menjelaskan bahwa seluruh akses darat menuju Aceh Tamiang baik dari arah Medan maupun arah Langsa jalan tidak bisa dilalui terputus sepenuhnya. Longsor di Bukit Semandam dan Alur Gantung serta banyaknya pohon dan kabel listrik tumbang menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas. “Komunikasi handphone tidak terkoneksi sama sekali, listrik juga padam. Kondisi ini menghambat seluruh upaya evakuasi dan distribusi logistik,” ujar Armia Fahmi dalam percakapan tersebut.
Situasi ini membuat suplai kebutuhan pokok warga terhenti total. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melaporkan bahwa 320.000 jiwa membutuhkan bantuan logistik segera, terutama makanan siap konsumsi, air bersih, air minum, roti, kebutuhan bayi, serta bahan bakar. Bupati juga menyampaikan kebutuhan tenaga medis untuk pelayanan kesehatan darurat karena fasilitas kesehatan mulai kewalahan, sementara alat berat dan kendaraan bantuan turut terendam.
Untuk mempermudah penyaluran bantuan, pemerintah daerah menyatakan telah menyiapkan lapangan sebagai titik pendaratan helikopter di Kampung paya keude lengkap dengan koordinat lokasi. Jalur pengiriman melalui Medan disebut sebagai opsi tercepat. “Jika bisa, mohon agar bantuan segera dikirim melalui jalur Medan. Dari Medan ke Aceh Tamiang hanya sekitar dua jam perjalanan dalam kondisi normal,” tegas Armia.
Data sementara yang berhasil dihimpun pemerintah setempat menyebutkan lima korban jiwa hingga saat ini. Namun, pemerintah daerah memperkirakan angka tersebut masih dapat bertambah mengingat banyak wilayah yang belum dapat dijangkau akibat keterbatasan akses dan komunikasi. Bupati menegaskan bahwa masyarakat kini benar-benar berada dalam kondisi darurat kemanusiaan. “Kami sudah tiga hari kurang makan, dan masyarakat semakin terdesak. Bantuan harus segera dikirim agar kami bisa menyalurkannya kepada warga,” tuturnya.
Dengan nada haru, Bupati Aceh Tamiang menutup komunikasinya dengan permohonan agar informasi tersebut diteruskan kepada seluruh pihak berwenang di tingkat pusat maupun daerah demi percepatan bantuan. Pemerintah dan tim tanggap bencana kini diharapkan dapat segera bergerak untuk menyalurkan logistik dan membuka jalur evakuasi bagi ratusan ribu warga terdampak yang hingga saat ini masih terisolasi.












Discussion about this post