MediaNanggroe.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Meulaboh mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan tersebut disampaikan menyusul munculnya dugaan penyimpangan tata kelola anggaran program di sejumlah daerah.
Ketua Umum HMI Cabang Meulaboh, Anwar Efendi, menegaskan bahwa program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
Dalam pernyataannya, HMI Cabang Meulaboh menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.
Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu
HMI menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penegakan hukum terhadap setiap indikasi penyimpangan dalam Program MBG. Menurut Anwar, apabila ditemukan bukti penyalahgunaan anggaran, aparat penegak hukum harus bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat.
Perluas Penyidikan dan Audit ke Seluruh Daerah
Selain mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Kejaksaan Agung, HMI juga mendesak agar penyidikan dugaan korupsi dalam Program MBG diperluas ke berbagai daerah. Audit terhadap mitra pelaksana dan pengelola program dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, terutama di wilayah Aceh dan secara khusus di Kabupaten Aceh Barat.
Pengelola Dapur MBG Harus Profesional dan Transparan
Anwar Efendi turut mengingatkan seluruh pemilik yayasan maupun pengurus dapur MBG agar tidak menyalahgunakan anggaran negara yang bersumber dari uang rakyat. Ia menegaskan bahwa setiap penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan secara profesional dan transparan, serta berorientasi pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan sampai hak gizi masyarakat dikurangi hanya karena lemahnya integritas pengelola. Program ini menyangkut masa depan generasi bangsa, bukan ladang kepentingan,” tegas Anwar.
HMI Cabang Meulaboh juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada aspek seremonial dalam pelaksanaan Program MBG. Menurut mereka, penguatan sistem pengawasan di tingkat pelaksana menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.
“Jangan hanya sibuk dengan aspek seremonial. Sistem pengawasan di tingkat pelaksana harus diperkuat dengan audit berkala terhadap mitra dapur guna mencegah potensi penyimpangan sejak dini,” demikian pernyataan HMI Cabang Meulaboh.
HMI menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang menyangkut pemenuhan gizi masyarakat dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, setiap tahapan pelaksanaannya harus diawasi secara ketat agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat serta terhindar dari praktik penyalahgunaan anggaran.












Discussion about this post