JAKARTA – Transformasi teknologi yang digencarkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mulai memperlihatkan hasil. Hingga Juni 2026, jumlah nasabah BSI menembus 24,3 juta, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah bank syariah tersebut.
Lonjakan jumlah nasabah ini terjadi setelah BSI menyelesaikan transformasi teknologi pada Mei 2026. Sejak saat itu, pertumbuhan nasabah tercatat lebih dari 200 ribu per bulan, memperlihatkan semakin besarnya penetrasi layanan digital sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap BSI.
Pertumbuhan basis nasabah tersebut menjadi modal strategis BSI untuk memperluas bisnis, mulai dari penghimpunan dana murah, pembiayaan, transaksi digital, wealth management, bisnis emas hingga layanan haji dan umrah. Penguatan ekosistem juga ditopang status BSI yang kini memiliki dual licence sebagai bank syariah sekaligus bank emas (bulion).
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, investasi teknologi yang dilakukan Perseroan dalam beberapa tahun terakhir tidak semata-mata untuk memperbesar kapasitas sistem, tetapi juga meningkatkan kecepatan, keamanan dan keandalan pengalaman transaksi nasabah.
“Teknologi bukan lagi sekadar fungsi pendukung operasional. Bagi BSI, teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis. Semakin baik pengalaman nasabah, semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar akuisisi nasabah, dan semakin luas peluang untuk mengembangkan seluruh ekosistem layanan keuangan syariah,” ujar Anggoro.
Menurutnya, penguatan teknologi telah meningkatkan kapasitas sistem BSI sehingga mampu mengakomodasi pertumbuhan transaksi dan pengguna digital yang terus meningkat.
Salah satu tumpuan utama adalah BYOND by BSI yang kini menjadi kanal utama transaksi nasabah. Sepanjang 2026, aplikasi tersebut telah mencatat 1 miliar akses login, menunjukkan tingginya aktivitas nasabah dalam memanfaatkan layanan digital BSI.
Melalui BYOND, nasabah dapat mengakses berbagai layanan dalam satu platform, mulai dari transaksi perbankan harian, investasi, pembiayaan, pengelolaan emas, hingga layanan haji.
BSI juga memperluas penetrasi pembiayaan ritel melalui Hasanah KKI Card Digital, kartu KKI syariah pertama di Indonesia. Produk pembiayaan virtual ini memungkinkan nasabah mengakses limit mulai Rp4 juta hingga Rp100 juta secara real time melalui BYOND.
Selain itu, BYOND diperkuat dengan berbagai fitur seperti Nabung Rutin Haji, Gadai dari Cicil Emas yang akan lunas, pembukaan rekening yang terintegrasi dengan tabungan emas dan tabungan haji, serta BYOND Affiliate yang memungkinkan nasabah memperoleh reward melalui mekanisme referral.
Besarnya ekosistem tersebut tercermin dari jumlah pengguna layanan BSI hingga Juni 2026. Perseroan mencatat 7,69 juta nasabah haji, 1,22 juta nasabah emas, 594,6 ribu nasabah cicil emas, 209,7 ribu nasabah gadai emas, serta lebih dari 585 ribu merchant QRIS.
Laba BSI Tembus Rp4,16 Triliun
Pertumbuhan digital dan jumlah nasabah berjalan beriringan dengan kinerja keuangan yang tetap solid. Hingga Juni 2026, BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun, tumbuh 11 persen secara tahunan (year-on-year).
Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 22 persen menjadi Rp393 triliun, dengan dana murah atau CASA mencapai Rp238 triliun. CASA tersebut ditopang tabungan sebesar Rp173 triliun dan giro Rp65,5 triliun.
Struktur pendanaan yang semakin efisien turut menekan Cost of Fund (CoF) menjadi 2,19 persen, sehingga memberikan ruang bagi BSI untuk menjaga daya saing sekaligus mempertahankan profitabilitas.
Di sisi pembiayaan, segmen wholesale mencapai Rp95 triliun, ritel dan UMKM Rp55,83 triliun, sementara pembiayaan konsumer mencapai Rp189,25 triliun.
Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga dengan NPF Gross 1,80 persen dan NPF Net 0,33 persen.
Pendapatan berbasis komisi atau Fee Based Income melonjak 38,15 persen menjadi Rp4,1 triliun, didorong pertumbuhan ekosistem bisnis emas dan transaksi digital. Sementara total aset BSI mencapai Rp464,5 triliun, tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Teknologi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Anggoro menegaskan, rekor 24,3 juta nasabah bukanlah tujuan akhir BSI. Justru, angka tersebut menjadi basis untuk memperdalam hubungan dengan nasabah dan meningkatkan kontribusi setiap pengguna terhadap bisnis Perseroan.
“Dengan fondasi teknologi yang semakin kuat, kapasitas sistem yang semakin andal, dan basis nasabah yang terus bertambah, kami memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendalaman hubungan dengan nasabah melalui berbagai solusi keuangan syariah. Ke depan, fokus kami bukan hanya menambah jumlah nasabah, tetapi meningkatkan nilai yang dapat kami berikan kepada setiap nasabah melalui layanan digital yang semakin relevan, mudah, dan terintegrasi”.
Dengan basis 24,3 juta nasabah dan ekosistem digital yang terus diperluas, BSI kini tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah pengguna, tetapi berupaya mengubah basis nasabah tersebut menjadi mesin pertumbuhan bisnis melalui peningkatan transaksi, pembiayaan, dana murah, emas, haji dan layanan keuangan syariah lainnya.











Discussion about this post