KOTA JANTHO – Sebanyak 43 kafilah yang terdiri dari 28 peserta pawai jalan kaki dan 15 mobil hias memeriahkan Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (15/6/2026) malam. Ribuan warga memadati sepanjang ruas jalan bahkan sebelum pawai dimulai untuk menyaksikan kemeriahan syiar Islam tersebut.
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris yang melepas langsung peserta pawai mengatakan peringatan Tahun Baru Islam harus menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus menumbuhkan semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Kami mengucapkan selamat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga kita semua dapat mencapai perubahan yang lebih indah serta kemakmuran bagi masyarakat Aceh Besar,” kata Muharram Idris.
Menurut Bupati, antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Lambaro menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap syiar Islam dan tradisi keagamaan yang telah lama tumbuh di Aceh Besar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang ikut memeriahkan pawai, mulai dari kalangan pelajar, organisasi masyarakat, perangkat daerah, hingga unsur TNI dan Polri.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang ikut memeriahkan Tahun Baru Islam. Ini adalah tahun baru umat Islam yang harus terus kita peringati dan rayakan agar anak-anak serta generasi muda Aceh Besar memahami makna dan sejarah kalender Hijriah,” ujarnya.
Muharram Idris berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi terus berkembang menjadi agenda syiar Islam yang lebih besar dan mampu menarik perhatian masyarakat luas.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus terlaksana setiap tahun dan menjadi bagian dari syiar Islam yang semakin kuat di Aceh Besar. Bahkan ke depan, kita berharap dapat menjadi salah satu destinasi wisata religi di Aceh,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban, serta meminta dewan juri memberikan penilaian secara objektif dan adil kepada seluruh peserta yang mengikuti perlombaan.
Pawai berlangsung tertib dengan pengamanan aparat TNI, Polri, dan petugas Dinas Perhubungan. Semarak 1 Muharram 1448 H di Lambaro pun menjadi bukti kuatnya semangat masyarakat Aceh Besar dalam menjaga tradisi dan syiar Islam di daerah tersebut.











Discussion about this post