MediaNanggroe.com – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh resmi memulai Program Pendidikan Kebanksentralan (PPK) Tahun 2026 dengan menggandeng enam perguruan tinggi di Aceh sebagai mitra strategis dalam penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Kick off program tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Teuku Umar, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Abulyatama, dan Universitas Serambi Mekkah.
Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan kuliah umum kebanksentralan yang diikuti sekitar 250 dosen dan mahasiswa, yang berlangsung di Aula FMIPA Universitas Syiah Kuala.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, dalam keynote speech menyampaikan bahwa Program Pendidikan Kebanksentralan merupakan inisiatif strategis yang mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni pembelajaran, penelitian, dan pemberdayaan, sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Program ini tidak hanya mendorong peningkatan literasi kebanksentralan, tetapi juga membangun ekosistem kolaboratif antara akademisi dan praktisi untuk menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dan berdampak,” ujar Agus.
Menurutnya, PPK juga menjadi penguatan dari program beasiswa Bank Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kapasitas akademik serta membentuk SDM unggul yang adaptif terhadap dinamika ekonomi.
Ke depan, BI Aceh bersama perguruan tinggi mitra akan menjalankan berbagai agenda, mulai dari kuliah umum, riset kolaboratif, penguatan kurikulum, hingga program pemberdayaan mahasiswa. Inisiatif ini diharapkan mampu berkontribusi dalam mendukung pemulihan ekonomi daerah sekaligus mempersiapkan generasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dalam paparannya, Agus juga mengungkapkan bahwa perekonomian Aceh pada 2026 diprakirakan berangsur pulih, didorong oleh percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana serta implementasi program prioritas pemerintah.
“Pemulihan ekonomi membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi. Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan mitra dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset,” jelasnya.
Selain itu, BI Aceh terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan strategi 4K, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Upaya tersebut turut diperkuat dengan pengembangan klaster pangan berbasis end-to-end guna meningkatkan produktivitas, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat ketahanan pangan di Aceh.
Melalui sinergi berkelanjutan ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Aceh.











Discussion about this post