• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Rabu, 22 Juli 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Wisata

Wisata Museum Tsunami Aceh Memori Kelam yang Menjadi Pusat Edukasi

redaksi by redaksi
16 September 2024
in Wisata, Aceh
Wisata Museum Tsunami Aceh Memori Kelam yang Menjadi Pusat Edukasi

Museum Tsunami Aceh. Foto MediaNanggroe.com/Lasdianto

MediaNanggroe.com  – Museum Tsunami Aceh, yang terletak di Banda Aceh, Aceh, Indonesia, adalah museum yang dirancang sebagai pengingat simbolis bencana gempa dan tsunami Samudra Hindia 2004, serta pusat pendidikan dan tempat penampungan bencana darurat jika daerah tersebut pernah terkena oleh tsunami lagi.

Museum Tsunami Aceh berdiri sebagai saksi bisu dari tragedi dahsyat yang mengguncang Aceh pada 26 Desember 2004. Bencana tsunami yang menghancurkan sebagian besar wilayah Aceh ini menjadi salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah Indonesia, meninggalkan luka mendalam bagi ribuan korban dan keluarga mereka.

Terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda No 3, Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, museum ini hanya berjarak sekitar 11 menit berjalan kaki dari Masjid Baiturrahman, sebuah landmark ikonik di Banda Aceh. Didesain oleh Ridwan Kamil, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, bangunan museum ini mengusung tema ‘Rumoh Aceh as Escape Hill’, terinspirasi dari rumah panggung tradisional Aceh yang juga berfungsi sebagai tempat perlindungan dari bencana.

Desain arsitektural yang unik ini berhasil memenangkan sayembara internasional pada tahun 2007. Museum Tsunami Aceh diresmikan pada Februari 2008, namun baru dibuka untuk umum pada 8 Mei 2011. Lantai dasar museum berfungsi sebagai ruang terbuka publik yang memberikan zona aman dari ancaman tsunami. Motif dinding luar museum diadaptasi dari Tari Saman, simbol kekuatan, kedisiplinan, dan kepercayaan religius masyarakat Aceh.

BacaJuga :

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

22 Juli 2026
Wagub Aceh Ikuti Rapat Percepatan Pembangunan Huntap Korban Bencana

Wagub Aceh Ikuti Rapat Percepatan Pembangunan Huntap Korban Bencana

22 Juli 2026

Di dalam museum, pengunjung dapat menemukan lorong vertikal menyerupai cerobong yang menjulang di tengah bangunan. Lorong ini mengarahkan pengunjung ke ruang ‘The Light of God’ di mana nama-nama korban tsunami diabadikan, memberikan pengalaman reflektif yang mendalam.

Museum Tsunami Aceh tidak hanya menyajikan arsitektur yang memukau, tetapi juga memiliki sekitar 6.038 koleksi yang terdiri dari berbagai kategori, termasuk etnografika, arkeologika, biologika, teknologika, seni rupa, numismatika, geologika, filologika, historika, dan ruang audio visual. Koleksi-koleksi ini dipamerkan secara bergantian setiap enam bulan, dengan sekitar 1.300 koleksi ditampilkan pada satu waktu di tiga area utama: rumah Aceh, pameran temporer, dan ruang pameran tetap.

Museum ini buka pada hari-hari tertentu dengan jadwal sebagai berikut: Senin-Kamis pukul 09.00-12.00 WIB dan 14.00-16.00 WIB, sementara pada Sabtu-Minggu buka pada jam yang sama. Tiket masuk untuk anak-anak dan pelajar dikenakan biaya Rp3.000, untuk mahasiswa dan dewasa Rp5.000, serta Rp15.000 untuk wisatawan asing.

Museum Tsunami Aceh kini menjadi pusat edukasi yang penting, mengingatkan kita akan kekuatan alam yang dahsyat serta pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Melalui museum ini, memori kelam dari bencana tsunami tetap hidup dan menjadi pembelajaran berharga bagi generasi mendatang.

Tujuan dibangunnya museum ini adalah untuk mengenang peristiwa tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 yang menyebabkan ratusan ribu orang syahid dan membuat Aceh terjerembab ke titik nadir peradaban. Namun, Aceh segera bangkit kembali bersama empati dan donasi dunia. (Adv)

#Disbudpar Aceh

Previous Post

Selama PON XXI, BSI Aceh Buka Layanan Weekend Banking dan Optimalkan QRIS serta EDC

Next Post

Radhwah Raihanah Menorehkan Prestasi di PON XXI pada Usia 14 Tahun

Berita Lainnya

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

22 Juli 2026

Banda Aceh – Pemerintah Aceh memacu pemulihan lahan pertanian pascabencana hidrometeorologi. Progres pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascabencana saat...

Wagub Aceh Ikuti Rapat Percepatan Pembangunan Huntap Korban Bencana

Wagub Aceh Ikuti Rapat Percepatan Pembangunan Huntap Korban Bencana

22 Juli 2026

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh mengikuti rapat koordinasi nasional percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana banjir...

BSI Aceh Bersama OJK dan FKIJK Gelar GENCARKAN, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Aceh

BSI Aceh Bersama OJK dan FKIJK Gelar GENCARKAN, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Aceh

22 Juli 2026

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan...

Load More
Next Post
Radhwah Raihanah Menorehkan Prestasi di PON XXI pada Usia 14 Tahun

Radhwah Raihanah Menorehkan Prestasi di PON XXI pada Usia 14 Tahun

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Aceh Minta Lepas dari Ketergantungan BPJS, Sekda Usul Daerah Kelola Jaminan Kesehatan Sendiri

Aceh Minta Lepas dari Ketergantungan BPJS, Sekda Usul Daerah Kelola Jaminan Kesehatan Sendiri

22 Juli 2026
Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

22 Juli 2026
BI Aceh Edukasi 150 Pelajar Aceh Selatan, Perkuat Literasi Digital dan Cegah Penipuan Online

BI Aceh Edukasi 150 Pelajar Aceh Selatan, Perkuat Literasi Digital dan Cegah Penipuan Online

22 Juli 2026
Wagub Aceh Ikuti Rapat Percepatan Pembangunan Huntap Korban Bencana

Wagub Aceh Ikuti Rapat Percepatan Pembangunan Huntap Korban Bencana

22 Juli 2026
BSI Aceh Bersama OJK dan FKIJK Gelar GENCARKAN, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Aceh

BSI Aceh Bersama OJK dan FKIJK Gelar GENCARKAN, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Aceh

22 Juli 2026
  • PPPK Pemerintah Aceh Kini Berhak Menerima TPP

    PPPK Pemerintah Aceh Kini Berhak Menerima TPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Tahan Kades dan PNS BPN di Kasus Korupsi Lahan di Seumelu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Sorot Sewa Mobil Dinas Aceh Selatan: Kendaraan Istri Bupati dan “Kantor Jakarta” Ikut Dibayar APBK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗔𝗰𝗲𝗵 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗹𝗮𝘁𝘂𝗿𝗮𝗵𝗺𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗮𝘆𝗮𝗵, 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗽 𝗔𝘀𝗽𝗶𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗔𝗰𝗲𝗵 𝗦𝗲𝗹𝗮𝘁𝗮𝗻

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In