MediaNanggroe.com – Gangguan listrik massal yang terjadi di Aceh sejak banjir dan angin kencang melanda sejumlah wilayah memaksa PLN bekerja dalam situasi darurat. Kondisi infrastruktur kelistrikan yang rusak parah menyebabkan sebagian besar daerah mengalami pemadaman berkepanjangan, dan saat ini seluruh kekuatan PLN dikerahkan untuk percepatan pemulihan jaringan agar masyarakat kembali mendapatkan pasokan listrik normal.
General Manager PLN Aceh, Eddi Saputra, menegaskan bahwa seluruh jajaran sedang bekerja maksimal untuk memperbaiki kerusakan transmisi. “Kami dari PLN Unit Induk Aceh sedang melakukan percepatan pemulihan sistem kelistrikan akibat banjir dan angin kencang yang terjadi di Kabupaten Bireuen sampai dengan Kabupaten Aceh Timur mengakibatkan 9 tower 150 kV terdampak, di mana 9 tower roboh dan 3 lainnya mengalami kerusakan struktur,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dampak kerusakan ini signifikan karena jaringan transmisi yang terdampak berperan sebagai penopang sistem kelistrikan untuk Wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil. “Dampaknya memang signifikan bagi keandalan pasokan listrik karena jaringan ini menyuplai sistem kelistrikan untuk wilayah tersebut,” tambahnya.
Eddi menyebut PLN melakukan langkah ekstra melalui koordinasi lintas lembaga. “Kami telah mengerahkan ratusan personel siaga beserta dukungan full dari teman-teman dari TNI beserta alat berat serta membangun 5 tower emergency nantinya sebagai solusi kecepatan,” terangnya.
Personel dan material dikerahkan dari berbagai provinsi untuk mempercepat pekerjaan. “Personil kami merupakan penggabungan yang diletakkan dari berbagai provinsi dari Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Selain itu material pendukung usaha dimobilisasi dari Palembang, Lampung, Jambi, Pekanbaru dan Padang untuk memastikan percepatan proses pemulihan tersebut,” kata Eddi.
PLN juga memaksimalkan dukungan transportasi udara untuk mobilisasi material di medan yang sulit. “Hari ini kami dengan dukungan dari teman-teman dari Lanud, Hercules hari ini Insyaallah sampai 2 Hercules, kemudian nanti dari teman-teman dari Kodam dengan membantu kami untuk mau mobilisasi peralatan segera mungkin nantinya kita akan membuat Posko di Sigli” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa akses jalan masih putus sehingga helikopter didatangkan dari Jakarta untuk pengiriman perlengkapan ke lokasi tower roboh.
Sistem transmisi yang saling terhubung membuat kerusakan tersebut berdampak luas. “Untuk daerah kita itu kan terinter koneksi jadi beberapa pembangkit bergabung dalam satu koneksi transmisi dan untuk saat ini hanya bisa mengirim dari Nagan Raya dan itu sangat terbatas”, jelasnya.
Meski dalam kondisi darurat, PLN tetap berupaya menyalurkan listrik secara bertahap ke wilayah yang memungkinkan. “Kita hanya di Kota Banda Aceh kita hanya bisa membawa optimalkan PLTD Lumbata dan sebagian sudah dapat penyaluran,” tutup.










Discussion about this post