• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Minggu, 3 Mei 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh

BPBA Rilis Data Resmi: 16 Kabupaten/Kota di Aceh Terendam Banjir, 119.988 Jiwa Terdampak

redaksi by redaksi
28 November 2025
in Aceh
BPBA Rilis Data Resmi: 16 Kabupaten/Kota di Aceh Terendam Banjir, 119.988 Jiwa Terdampak

MediaNanggroe.com – Gelombang bencana hidrometeorologi kembali melanda Aceh. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melalui laporan resmi pada 27 November 2025 menyebut banjir terjadi secara masif di 16 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Selama periode 18 November 2025 pukul 07.00 WIB hingga 27 November 2025 pukul 16.00 WIB, banjir telah berdampak pada 33.817 kepala keluarga (KK) atau 119.988 jiwa, sedangkan 6.998 KK atau 20.759 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi penampungan. BPBA menyatakan bahwa tingginya curah hujan, angin kencang, serta kondisi geologi labil menjadi pemicu banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak yang terjadi di berbagai wilayah.

Di Kabupaten Bener Meriah, satu orang dilaporkan hilang setelah terseret arus saat banjir bandang menghantam Kecamatan Wih Pesam. Hujan deras intensitas tinggi juga memicu longsor di Desa Pantai Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, pada Rabu (19/11) sekitar pukul 16.30 WIB. Banjir merendam 10 kecamatan yaitu Bandar, Bener Kelipah, Bukit, Mesidah, Gajah Putih, Permata, Pintu Rime Gayo, Syiah Utama, Wih Pesam, dan Timang Gajah.

Wilayah Aceh Besar mulai terdampak sejak 27 November dengan ketinggian air 30–50 cm pada 23 kecamatan, dan sebanyak 36 KK mengungsi. Sementara itu Kabupaten Pidie menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak dengan 2.979 KK atau 12.853 jiwa, sedangkan 2.081 KK atau 7.585 jiwa harus mengungsi karena banjir belum surut.

Di Pidie Jaya dan Bireuen, hujan berintensitas sedang hingga tinggi menyebabkan banjir di puluhan kecamatan dengan ketinggian air 30–100 cm. Banjir di Pidie Jaya berdampak pada 6.039 KK atau 22.190 jiwa, dan di Bireuen berdampak pada 956 KK atau 2.272 jiwa. Tidak ada laporan warga mengungsi, namun air masih menggenang dan belum menurun.

BacaJuga :

CPPOB Jadi Kunci, BBPOM Aceh Tingkatkan Daya Saing IRTP Pidie

CPPOB Jadi Kunci, BBPOM Aceh Tingkatkan Daya Saing IRTP Pidie

2 Mei 2026
Gaji Belum Dibayar, Belasan Ribu Tenaga Kontrak Pemerintah Aceh Tak Bisa Merayakan Meugang

APBA Aceh Melaju: Realisasi 23.27 persen, Lampaui Target Awal Tahun

1 Mei 2026

Kota Lhokseumawe dilaporkan dilanda banjir dan longsor sejak Rabu, 26 November 2025 pukul 08.40 WIB akibat hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung terus-menerus sejak 20 November. Peristiwa ini terjadi di empat kecamatan yakni Banda Sakti, Blang Mangat, Muara Dua, dan Muara Satu, dengan 100 KK terdampak di Kecamatan Muara Dua.

Di Kabupaten Aceh Timur, 7.972 KK atau 29.706 jiwa terdampak dan 920 KK atau 2.456 jiwa mengungsi karena banjir dan angin kencang yang terjadi sejak Sabtu, 22 November 2025. Tercatat pula lima unit rumah mengalami kerusakan, masing-masing tiga rusak berat, satu rusak sedang, dan satu rusak ringan. Kondisi air masih belum surut dan sistem drainase di sejumlah titik tidak mampu menahan luapan air.

Banjir juga terpantau di Kota Langsa akibat hujan dengan intensitas tinggi selama tiga hari terakhir. Dampaknya 110 rumah warga di Desa Paya Bujok Seulemak terendam dengan ketinggian air 20–40 cm, dan banjir serta longsor juga terdeteksi di Kecamatan Langsa Barat, Langsa Kota, Langsa Lama, dan Langsa Timur. Sementara itu di Kabupaten Gayo Lues banjir terjadi sejak Selasa, 18 November, sedikitnya di 11 kecamatan, dan kondisi air hingga saat ini belum menunjukkan tanda surut.

Di wilayah Aceh Barat dan Subulussalam, banjir dipicu hujan berintensitas tinggi. Aceh Barat melaporkan 12 kecamatan terdampak dengan 183 KK atau 265 jiwa dan ketinggian air mencapai 130 cm, sementara Kabupaten Subulussalam melaporkan banjir di lima kecamatan dengan 1.981 KK atau 9.291 jiwa terdampak. Keduanya melaporkan bahwa air masih belum surut. Kabupaten Aceh Singkil mencatat banjir melanda 11 kecamatan dengan 6.579 KK atau 25.827 jiwa terdampak, ketinggian air berkisar 50–80 cm, dan air belum menurun. Kondisi juga memburuk di Aceh Utara dengan banjir di 27 kecamatan yang berdampak pada 2.028 KK atau 3.690 jiwa dan 438 KK atau 1.444 jiwa harus mengungsi. Di Aceh Selatan, banjir terdampak pada 858 KK atau 3.106 jiwa namun air telah berangsur surut.

BPBA menyampaikan bahwa delapan kabupaten/kota kini telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi yaitu Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat. Plt Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, mengatakan penetapan status dilakukan oleh kepala daerah masing-masing sesuai kondisi terkini di lapangan. Pemerintah daerah juga diminta menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 300.2.8/9333/SJ tanggal 18 November 2025 untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

BPBA menginstruksikan BPBD kabupaten/kota untuk mengaktifkan posko siaga darurat, melakukan evakuasi masyarakat, menyiapkan logistik, mengaktifkan layanan kesehatan darurat, memantau cuaca dan debit air sungai, berkoordinasi antarinstansi, serta melakukan kaji cepat dan penetapan status tanggap darurat. Pemerintah daerah juga diwajibkan melakukan pendataan korban dan kerugian serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).

BPBA mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera mengevakuasi diri ke lokasi aman ketika air mulai naik, serta mematikan listrik, gas, dan kompor sebelum meninggalkan rumah. BPBA menekankan pentingnya mitigasi mandiri seperti membersihkan saluran air, menjauhi area lereng saat hujan, serta memantau informasi terkini dari BMKG dan BPBD.

Dalam laporan penutup, BPBA menyatakan koordinasi penanganan darurat terus dilakukan di seluruh wilayah terdampak guna memastikan keselamatan masyarakat dan percepatan upaya pemulihan.

Previous Post

PLN Aceh Kerahkan Personel Nasional Hadapi Krisis Listrik Akibat Banjir dan Angin Kencang

Next Post

Pengkot ISSI Banda Aceh Koordinasikan Akses Komunikasi Kontingen di Ajang Pra PORA

Berita Lainnya

CPPOB Jadi Kunci, BBPOM Aceh Tingkatkan Daya Saing IRTP Pidie

CPPOB Jadi Kunci, BBPOM Aceh Tingkatkan Daya Saing IRTP Pidie

2 Mei 2026

MediaNanggroe.com -  Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis...

Gaji Belum Dibayar, Belasan Ribu Tenaga Kontrak Pemerintah Aceh Tak Bisa Merayakan Meugang

APBA Aceh Melaju: Realisasi 23.27 persen, Lampaui Target Awal Tahun

1 Mei 2026

MediaNanggroe.com — Realisasi keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2026 hingga akhir April tercatat mencapai 23,27 persen atau...

Jubir Pemerintah Aceh: Tuduhan “Rampok Dana JKA” Dinilai Fitnah dan Kebablasan

Jubir Pemerintah Aceh: Tuduhan “Rampok Dana JKA” Dinilai Fitnah dan Kebablasan

30 April 2026

MediaNanggroe.com - Pemerintah Aceh menanggapi pernyataan Ketua DPR Aceh Zulfadhli (Abang Samalanga) tentang dana Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) telah dirampok....

Load More
Next Post
Pengkot ISSI Banda Aceh Koordinasikan Akses Komunikasi Kontingen di Ajang Pra PORA

Pengkot ISSI Banda Aceh Koordinasikan Akses Komunikasi Kontingen di Ajang Pra PORA

Discussion about this post

BERITA TERKINI

CPPOB Jadi Kunci, BBPOM Aceh Tingkatkan Daya Saing IRTP Pidie

CPPOB Jadi Kunci, BBPOM Aceh Tingkatkan Daya Saing IRTP Pidie

2 Mei 2026
Gaji Belum Dibayar, Belasan Ribu Tenaga Kontrak Pemerintah Aceh Tak Bisa Merayakan Meugang

APBA Aceh Melaju: Realisasi 23.27 persen, Lampaui Target Awal Tahun

1 Mei 2026
Sinergi BI Aceh dan Pemerintah Sukseskan Road to FESyar 2026, Dorong Aceh Jadi Pusat Halal

Sinergi BI Aceh dan Pemerintah Sukseskan Road to FESyar 2026, Dorong Aceh Jadi Pusat Halal

30 April 2026
Jubir Pemerintah Aceh: Tuduhan “Rampok Dana JKA” Dinilai Fitnah dan Kebablasan

Jubir Pemerintah Aceh: Tuduhan “Rampok Dana JKA” Dinilai Fitnah dan Kebablasan

30 April 2026
Gen Z Melek Investasi, BSI Hadirkan Cicil Emas lewat BYOND

Gen Z Melek Investasi, BSI Hadirkan Cicil Emas lewat BYOND

30 April 2026
  • Empat ASN Terjaring Razia Satpol PP dan WH Aceh Saat Nongkrong di Warkop di Jam Kerja

    Empat ASN Terjaring Razia Satpol PP dan WH Aceh Saat Nongkrong di Warkop di Jam Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yulindawati Soroti Anggaran Fantastis Revitalisasi dan Renovasi Rumah Dinas Wali Kota Banda Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Miris di Banda Aceh! Balita Diduga Dianiaya di Tempat Penitipan, Publik Geram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daycare Ilegal di Lamgugob Terbongkar, Keuchik Minta Ditutup Permanen Usai Dugaan Kekerasan Balita Viral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In