BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menjadikan isu LGBT sebagai salah satu persoalan paling krusial di Aceh. Dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Mualem meminta seluruh unsur pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah bersama menyikapi maraknya penyebaran konten LGBT serta aktivitas yang disebut terindikasi muncul di sejumlah ruang publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Mualem saat memimpin rapat Forkopimda Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (23/7/2026). Menurut Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi, selain LGBT, rapat juga membahas persoalan tambang ilegal, kebakaran hutan dan lahan, shalat berjamaah, penanganan bencana, serta pembalakan liar.
Dalam rapat itu, Mualem meminta Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun memaparkan seluruh persoalan yang menjadi perhatian pemerintah.
“Saya membutuhkan pandangan, pendapat dan pertimbangan, untuk menjadi keputusan kita bersama,” kata Mualem.
Dalam paparannya, Nasir menyebut penyebaran konten LGBT di ruang digital maupun komunitas tertentu telah menjadi perhatian masyarakat.
“Aktivitas mereka terindikasi di café atau warkop, barbershop dan tempat Fitness/Gym,” kata Nasir.
Sekda Aceh juga memaparkan dampak yang dinilai dapat ditimbulkan.
“Dapat meningkatkan resiko infeksi menular seksual termasuk HIV AIDS. Berpotensi menimbulkan keresahan sosial, polemik di masyarakat, dan bertentangan dengan norma yang berlaku di Aceh,” katanya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemerintah Aceh berencana merevisi Peraturan Gubernur tentang Gugus Tugas Pencegahan Pornografi, memperkuat ketahanan keluarga melalui pola asuh dan disiplin positif, serta membentuk tim terpadu.
“Perlunya dibentuk tim terpadu untuk mengantisipasi dan memantau aktivitas LGBT di ranah public dan media sosial,” kata Nasir.
Selain isu LGBT, rapat Forkopimda juga membahas penanganan tambang ilegal, kebakaran hutan dan lahan, penguatan pelaksanaan shalat berjamaah, penanganan bencana hidrometeorologi, serta pemberantasan pembalakan liar yang dinilai Gubernur Mualem menjadi salah satu penyebab banjir di Aceh.











Discussion about this post