MediaNanggroe.com – Mahasiswa KPM Tematik Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh turut berperan dalam pelaksanaan launching Gampong Kopelma Darussalam sebagai Gampong Peduli A.T.M (Aids, Tuberkulosis, dan Malaria), yang juga dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dan Wali Kota Banda Aceh, Selasa (11/11/2025).
Kegiatan ini bertujuan menetapkan Gampong Kopelma Darussalam sebagai gampong peduli A.T.M sekaligus mengedukasi masyarakat dan ibu-ibu kader mengenai bahaya serta pentingnya kesadaran dalam upaya pencegahan A.T.M.
Kepala Puskesmas Kopelma Darussalam menyampaikan bahwa banyak pemuda dan pemudi saat ini kurang peduli terhadap bahaya A.T.M. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi tenaga kesehatan, mengingat Aids merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuat seseorang sangat rentan terhadap berbagai infeksi.
Ia juga menjelaskan bahwa lingkungan yang kumuh dan kurang mendapat perhatian memudahkan nyamuk Anopheles berkembang biak, yang menjadi faktor pemicu munculnya malaria. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lansia. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menggunakan kelambu saat tidur, mengikuti program vaksinasi malaria, serta menerapkan berbagai upaya pencegahan lainnya.
Karena itu, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan menjadi langkah penting untuk meminimalisir munculnya berbagai penyakit, terutama Aids, TB, dan malaria.
Acara launching diawali dengan sambutan Keuchik Gampong Kopelma Darussalam, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dan rangkaian kegiatan lainnya, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan meriah.
Kegiatan peduli A.T.M ini memberikan insight berharga bagi mahasiswa KPM Psikologi mengenai pentingnya mencegah daripada mengobati. Ketua KPM Tematik Psikologi UIN Ar-Raniry, Muhammad Fajar, menyampaikan bahwa banyak remaja saat ini terlibat dalam pergaulan bebas, yang tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu faktor berkembangnya penyakit Aids. Ia menekankan pentingnya kesadaran serta boundaries dalam berinteraksi dengan lawan jenis











Discussion about this post