• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Jumat, 19 Juni 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh

Mafia Tramadol Pekerjakan Anak Muda Aceh yang Lugu dan Rekrut Oknum Aparat sebagai Backing

redaksi by redaksi
29 Agustus 2023
in Aceh
Mafia Tramadol Pekerjakan Anak Muda Aceh yang Lugu dan Rekrut Oknum Aparat sebagai Backing

MediaNanggroe.com,  Banda Aceh – Anggota Komisi III DPRRI periode 2009-2014 Sayed Muhammad Muliady menangkap fenomena ganjil dalam bisnis gelap penjualan obat-obat terlarang di Tanah Air, khususnya Pulau Jawa. “Ada indikasi pelibatan oknum aparat sebagai backing,” ujarnya kepada KabarAktual.id, Senin (28/8/2023).

Sayed yang juga pengacara di ibu kota itu dimintai tanggapannya terkait pemberitaan media bahwa ada daerah di Pulau Jawa yang menolak anak Aceh masuk ke wilayah tertentu untuk kepentingan bisnis obat terlarang.

Kata Sayed, banyak kasus penangkapan terhadap perantau dari Aceh yang rata-rata muda dan lugu masuk ke wilayah hukum Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan terakhir di Subang Jawa Barat. “Anak-anak ini tergoda terjun ke bisnis haram karena jepitan ekonomi di ibu kota,” ujarnya.

Menurut mantan sekretaris KNPI Aceh itu, peredaran obat-obatan Daftar G seperti Tramadol penghilang rasa nyeri itu melibatkan mafia. “Selain merekrut anak-anak Aceh yang lugu yang sedang luntang-lantung di Jakarta, mereka juga merekrut oknum-oknum sebagai beking,” ucap Sayed.

BacaJuga :

BPK Temukan Baitul Mal Kota Banda Aceh Belum Tertib Laporan ZIS Rp12,6 Miliar

BPK Temukan Baitul Mal Kota Banda Aceh Belum Tertib Laporan ZIS Rp12,6 Miliar

19 Juni 2026
Pemerintah Aceh Akan Lanjutkan Pembangunan RS Regional dr. Yulidin Away Tapaktuan, Anggaran Capai Rp13,8 Miliar

51 Perusahaan Bersaing di Proyek RS Rujukan Tapaktuan Rp13,8 Miliar, Selisih Penawaran Capai Rp2 Miliar Lebih

19 Juni 2026

Advokat yang sudah lebih dari 20 tahun berkiprah di Jakarta itu ada kejahatan di balik kasus ini mencium ada aroma kejahatan di balik bisnis peredaran obat terlarang tersebut. Dia mengkhawatirkan, banyak pemuda Aceh yang merantau ke Jakarta dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menjadi agen penjualan obat terlarang jenis Tramadol.

Sebagai putra Aceh, politikus muda yang akrab disapa Bang Sayed ini mengaku prihatin meilhat tren tersebut. “Apalagi peredaran obat terlarang yang dilakukan secara multilevel marketing ini juga mulai menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa,” ucapnya.

Sayed berkata, jika seorang anak sudah terjebak dalam komplotan kejahatan tersebut, tidak punya pilihan selain tunduk terhadap aturan main mafia Tramadol. Kata Bang Sayed, ia pernah mendengarkan penuturan sahabat dekatnya di Komisi III DPR-RI dari Dapil Aceh yang mengungkap cara para mafia ini bekerja.

Menurut penjelasan koleganya, cerita Sayed, oknum mafia menugaskan para backing untuk mengawasi anak-anak yang dipekerjakan dan menekan mereka di lapangan. “Kalau ada anak-anak yang nakal, oknum-oknum inilah yang menjadi penekan agar mereka tidak berani macam-macam dengan mafia besar Tramadol,” ujarnya.

Sayed melanjutkan, kalau ada anak-anak yang berani menipu atau tidak menyetor hasil penjualan pasti langsung diintimidasi menggunakan “tangan-tangan” kekar para oknum. “Bahkan ada yang ditangkap dan dianiaya,” sebutnya.

Sayed tidak mengatakan kalau kasus yang menimpa almarhum Imam Masykur terkait dengan mafia Tramadol. Meski demikian, melihat pola-pola penyiksaan dan cara kerja oknum seperti diungkap sahabatnya, Sayed menyebut, kasus yang menimpa pemuda Bireuen itu mempunyai kecocokan dengan pola-pola kerja mafia Tramadol.
“Si pelaku juga menebar ancaman ala mafia Mexico dengan mengirimkan foto dan video penyiksaan Imam Masykur ke pihak keluarga sebagai tekanan untuk memberikan uang tebusan,” kata Syaed.

Ia mengharapkan semua pihak mempercayakan penanganan kasus ini kepada penegak hukum, sehingga nantinya akan teruangkap motif yang sebenarnya. “Semoga si pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal,” pungkasnya.[]

Previous Post

Isnaini Husda Sosialisasi Beasiswa PIP di SMP 8 Banda Aceh

Next Post

Dua Bulan Menjabat Pj Walikota, Amiruddin Segel Sejumlah Warkop di Banda Aceh

Berita Lainnya

BPK Temukan Baitul Mal Kota Banda Aceh Belum Tertib Laporan ZIS Rp12,6 Miliar

BPK Temukan Baitul Mal Kota Banda Aceh Belum Tertib Laporan ZIS Rp12,6 Miliar

19 Juni 2026

BANDA ACEH — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh mengungkap adanya kelemahan serius dalam tata kelola dan pelaporan keuangan...

Pemerintah Aceh Akan Lanjutkan Pembangunan RS Regional dr. Yulidin Away Tapaktuan, Anggaran Capai Rp13,8 Miliar

51 Perusahaan Bersaing di Proyek RS Rujukan Tapaktuan Rp13,8 Miliar, Selisih Penawaran Capai Rp2 Miliar Lebih

19 Juni 2026

TAPAKTUAN — Persaingan ketat terjadi dalam tender proyek lanjutan pembangunan Rumah Sakit Rujukan Regional dr. Yulidin Away Tapaktuan tahun anggaran...

Skandal Beasiswa BPSDM Aceh Dibongkar, Tagihan Fiktif dan Aliran Dana Gelap Rugikan Negara Rp14 Miliar

Ribuan PPPK Aceh Diwajibkan Ikut Orientasi, BPSDM Ingatkan SKPA Tak Abaikan Instruksi Gubernur

19 Juni 2026

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh mengingatkan seluruh Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA)...

Load More
Next Post
Dua Bulan Menjabat Pj Walikota, Amiruddin Segel Sejumlah Warkop di Banda Aceh

Dua Bulan Menjabat Pj Walikota, Amiruddin Segel Sejumlah Warkop di Banda Aceh

Discussion about this post

BERITA TERKINI

BPK Temukan Baitul Mal Kota Banda Aceh Belum Tertib Laporan ZIS Rp12,6 Miliar

BPK Temukan Baitul Mal Kota Banda Aceh Belum Tertib Laporan ZIS Rp12,6 Miliar

19 Juni 2026
Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

Plt Disdik Aceh Besar: Sekolah Rakyat Kunci Putus Rantai Kemiskinan

19 Juni 2026
Pemerintah Aceh Akan Lanjutkan Pembangunan RS Regional dr. Yulidin Away Tapaktuan, Anggaran Capai Rp13,8 Miliar

51 Perusahaan Bersaing di Proyek RS Rujukan Tapaktuan Rp13,8 Miliar, Selisih Penawaran Capai Rp2 Miliar Lebih

19 Juni 2026
Skandal Beasiswa BPSDM Aceh Dibongkar, Tagihan Fiktif dan Aliran Dana Gelap Rugikan Negara Rp14 Miliar

Ribuan PPPK Aceh Diwajibkan Ikut Orientasi, BPSDM Ingatkan SKPA Tak Abaikan Instruksi Gubernur

19 Juni 2026
Sampah Jadi Berkah, BSI Perkuat Green Zakat Nasional

Sampah Jadi Berkah, BSI Perkuat Green Zakat Nasional

19 Juni 2026
  • Pemerintah Aceh Akan Lanjutkan Pembangunan RS Regional dr. Yulidin Away Tapaktuan, Anggaran Capai Rp13,8 Miliar

    Lanjutan RS Regional dr Yuliddin Away Dilelang, Anggaran Capai Rp13,8 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Palak Wisatawan di Bukit Lamreh Terbongkar, Polisi Ringkus Satu Pelaku, Dua Buron

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Ungkap Krisis Kas, Utang Pemko Banda Aceh Tembus Rp100,47 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp820 Juta di Aceh Besar, Gaji ASN hingga Perjalanan Dinas Bermasalah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In