MediaNanggroe.com – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menegaskan bahwa kehadiran BPOM di Aceh merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak bencana. BPOM berkomitmen memberikan bantuan langsung, cepat, dan tepat agar proses pemulihan dapat berjalan optimal, 6 Desember 2025.
Prof. Taruna Ikrar menyampaikan bahwa kedatangan BPOM bukan sebatas simbol empati, tetapi aksi konkret untuk membantu korban banjir di berbagai wilayah Aceh, termasuk mahasiswa dan masyarakat yang wilayahnya terdampak banjir. “Kami ingin menunjukkan bahwa keluarga besar BPOM dari Sabang sampai Merauke merasakan duka yang sama dan hadir untuk membantu,” tegasnya.
Hingga 5 Desember, donasi yang berhasil dihimpun BPOM mencapai Rp434.960.248. Dari jumlah tersebut, Rp146 juta telah disalurkan kepada pegawai BPOM di enam UPT wilayah Sumatera, dan Rp235.434.700 diberikan kepada masyarakat Aceh. Selain dalam bentuk uang tunai, bantuan juga mencakup obat-obatan makanan siap saji, biskuit, minuman segar, dan susu.
Dalam rangka mempercepat pemulihan, BPOM juga mendirikan posko-posko peduli bencana sebagai pusat koordinasi, distribusi bantuan, dan ruang pemulihan psikologis untuk masyarakat. Tim BPOM yang terdiri dari tenaga kesehatan, apoteker, dan ahli pangan disiagakan untuk memberikan layanan pemulihan dan pendampingan di posko tersebut.
Di sela-sela agenda kemanusiaan, BPOM juga menggelar aksi penanaman pohon di halaman kantor Balai Besar POM Aceh sebagai bentuk advokasi lingkungan dan langkah mitigasi bencana ke depan. Prosesi penanaman pohon dipimpin langsung oleh Prof. Taruna Ikrar dan diikuti para pegawai BPOM serta relawan mahasiswa. Kegiatan ini turut menjadi simbol ajakan menjaga alam sebagai upaya mencegah bencana serupa terjadi kembali.
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM Banda Aceh, Riyanto, S.Farm., Apt., M.Sc., melaporkan bahwa pihaknya terus bekerja aktif bersama pemerintah daerah, relawan dan para donatur. Hingga kini, 1.468 koli bantuan pangan dengan nilai sekitar Rp143 juta telah dikumpulkan dan disalurkan ke daerah terdampak melalui posko koordinasi BPOM.
BPOM juga terus memantau pegawainya yang bertugas di wilayah bencana, terutama di Aceh Tengah, yang komunikasi dan aksesnya masih terbatas. Penyaluran bantuan diarahkan menggunakan helikopter berdasarkan titik yang telah dipetakan oleh BPOM Peduli Aceh.
“BPOM Peduli Aceh bukan hanya tentang bantuan, tapi juga tentang merawat alam dan kemanusiaan. Saling bantu, saling jaga, saling doa untuk pemulihan masyarakat Aceh,” tutup Riyanto.











Discussion about this post