BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) memperkuat edukasi keamanan obat dan makanan sekaligus memperluas pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di kawasan Car Free Day (CFD) Banda Aceh, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penyebaran informasi kepada masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan BBPOM Aceh untuk mendekatkan layanan konsultasi, memberikan pemahaman mengenai persyaratan produk, serta mendorong pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha dengan memperhatikan aspek keamanan dan mutu pangan.
Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, hadir bersama tim untuk memberikan edukasi sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha. Melalui stan pelayanan informasi dan konsultasi, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan mengenai keamanan obat dan makanan, sementara pelaku UMKM mendapat kesempatan berkonsultasi terkait perizinan, persyaratan produk, dan keamanan pangan.
Tak sekadar membuka layanan konsultasi, BBPOM Aceh juga turun langsung menemui pelaku UMKM di kawasan CFD. Langkah ini menunjukkan upaya BPOM menghadirkan pembinaan yang lebih dekat dengan kebutuhan pelaku usaha, termasuk membantu mereka memahami aspek yang harus dipenuhi agar produk yang dipasarkan aman dan bermutu.
Dalam kunjungan lapangan, tim BBPOM Aceh berdialog dengan sejumlah pelaku usaha untuk memberikan arahan mengenai kebersihan dan sanitasi, pengelolaan produk, serta persyaratan keamanan pangan sesuai kategori produk yang dipasarkan.
Salah satu pelaku usaha yang mendapatkan pendampingan adalah Aisyah, pemilik usaha frozen food. Dalam dialog tersebut, Aisyah memperoleh informasi awal mengenai pentingnya legalitas produk dan perlunya memahami persyaratan perizinan yang sesuai dengan jenis pangan yang dijual.
Pendampingan tersebut menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk mengenali persyaratan yang perlu dipenuhi dalam mengembangkan bisnisnya. Dengan pemahaman yang lebih baik, UMKM diharapkan dapat menindaklanjuti ketentuan yang berlaku, meningkatkan kualitas produk, serta membangun kepercayaan konsumen.
Aisyah menyambut baik edukasi yang diberikan BBPOM Aceh karena memberinya kesempatan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari petugas.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami sebagai pelaku UMKM bisa mendapatkan informasi langsung dari BBPOM mengenai keamanan pangan dan perizinan produk. Saya jadi lebih memahami bahwa menjalankan usaha bukan hanya tentang menjual produk, tetapi juga memastikan produk yang ditawarkan aman dan memenuhi ketentuan. Semoga melalui bimbingan ini, usaha saya bisa terus berkembang dan ke depannya dapat memenuhi persyaratan yang diperlukan,” ujar Aisyah.
Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menegaskan bahwa kehadiran BPOM di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas akses informasi, edukasi, dan pendampingan, termasuk bagi UMKM yang membutuhkan pemahaman mengenai keamanan serta persyaratan produk.
“BPOM berupaya untuk selalu hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk mendampingi UMKM agar dapat naik kelas. Melalui edukasi, pembinaan, dan pendampingan yang berkelanjutan, kami mendorong pelaku usaha lokal untuk menghasilkan produk yang aman dan bermutu, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat daya saing agar mampu berkembang dari pasar lokal menuju pasar global,” ujar Riyanto.
Menurutnya, peningkatan daya saing UMKM harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap regulasi dan komitmen menjaga kualitas produk. Pelaku usaha perlu mengetahui persyaratan yang berlaku sesuai kategori produknya serta menindaklanjuti arahan petugas agar pengembangan usaha berjalan sesuai ketentuan.
Peran BBPOM Aceh tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong pelaku usaha memahami tanggung jawab dalam menjamin keamanan dan mutu produk. Melalui pendekatan langsung, pelaku UMKM diharapkan dapat mengenali kebutuhan pembinaan sejak dini sehingga memiliki kesiapan lebih baik untuk memenuhi persyaratan yang berlaku dan memperluas jangkauan pemasaran.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat perlindungan konsumen. Pemahaman mengenai keamanan obat dan makanan diharapkan mendorong masyarakat semakin cermat dalam memilih produk yang dikonsumsi maupun digunakan sehari-hari.
Kegiatan KIE di CFD Banda Aceh menjadi salah satu bentuk pendekatan langsung BBPOM Aceh untuk meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan kepada pelaku usaha. Melalui layanan konsultasi, dialog, dan edukasi di lapangan, BBPOM Aceh berupaya menjembatani kebutuhan informasi masyarakat dengan upaya peningkatan kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan keamanan produk.
BBPOM Aceh terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat pengawasan obat dan makanan. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu semakin banyak UMKM Aceh mengembangkan usaha secara bertanggung jawab, meningkatkan daya saing, serta menghasilkan produk yang aman dan bermutu.
Bersama BBPOM Aceh, keamanan menjadi fondasi usaha dan mutu menjadi kunci kepercayaan. UMKM naik kelas, konsumen terlindungi, Aceh semakin berdaya!










Discussion about this post