ACEH SELATAN — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan rawan tanaman terlarang melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kelembagaan Ekonomi/Usaha Masyarakat pada Kawasan Tanaman Terlarang, yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Oktober 2026, di Aula Kantor Keuchik Gampong Durian Kawan, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan.
Kegiatan melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat ini dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BNNK Aceh Selatan, Hasnanda Putra, S.T., M.M., M.T., pada Rabu (21/10/2026). Peserta merupakan masyarakat berusia 17–30 tahun yang tinggal di lingkungan tersebut.
Bimtek ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan alternatif untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan usaha produktif yang legal dan berkelanjutan.
Hasnanda Tekankan Ketahanan Keluarga
Dalam sambutannya, Hasnanda Putra menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu dimulai dari lingkungan keluarga dan diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat.
“Pencegahan narkoba tidak cukup hanya melalui edukasi dan sosialisasi, tetapi juga perlu didukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan keterampilan dan peluang usaha yang positif, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus membentengi diri dari ancaman narkoba,” ujar Hasnanda.
Ia berharap peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi usaha produktif.
Menurut Hasnanda, pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi berlanjut pada pembentukan kelompok usaha yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan bermanfaat untuk masyarakat.
“Kita berharap tumbuh kelompok usaha tempe BERSINAR atau Bersih Narkoba di Gampong Durian Kawan. Selain membuka peluang ekonomi, usaha ini diharapkan ikut mendukung terwujudnya lingkungan yang sehat, produktif, dan bersih dari narkoba,” katanya.
Pelatihan Pembuatan Tempe Buka Peluang Usaha
Selain praktik produksi, kegiatan tersebut juga diharapkan menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian.
Bimtek menghadirkan dua narasumber dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Selatan, yakni Yusra, S.T., dan Afriana, S.T., yang memberikan materi serta pendampingan pembuatan tempe.
Turut hadir Keuchik Gampong Durian Kawan, Fuandi, dan Sekretaris Desa, Syahrizal, sebagai bentuk dukungan pemerintah gampong terhadap peningkatan keterampilan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Dorong Kelompok Usaha Tempe BERSINAR
BNNK Aceh Selatan berharap kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan kelompok usaha tempe BERSINAR yang mandiri dan berkelanjutan. Untuk mewujudkannya, diperlukan komitmen peserta serta dukungan pemerintah gampong dan instansi terkait.
Program pemberdayaan alternatif ini merupakan bagian dari upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Melalui kegiatan ini BNNK Aceh Selatan mendorong terwujudnya masyarakat yang mandiri secara ekonomi, memiliki ketahanan keluarga yang kuat, dan tangguh terhadap ancaman narkoba.











Discussion about this post