• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Sabtu, 24 Oktober 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh

Meuseuraya Festival 2026 Angkat Wastra Aceh, 150 UMKM Perluas Pasar

lasdianto by lasdianto
24 Oktober 2026
in Aceh
Meuseuraya Festival 2026 Angkat Wastra Aceh, 150 UMKM Perluas Pasar

BANDA ACEH – Meuseuraya Festival 2026 menjadi momentum memperkuat daya saing 150 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mendorong warisan budaya Aceh menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Festival yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh bersama Pemerintah Aceh dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh itu berlangsung di Balee Meuseraya Aceh, 22–25 Oktober 2026.

Mengusung tema “Meukarya Wastra Indatu: Berkarya dan Melestarikan Warisan Budaya Aceh”, festival tahunan tersebut memadukan promosi produk UMKM, pengembangan wastra, penguatan rantai pasok pangan lokal, serta perluasan transaksi digital.

Pembukaan festival ditandai dengan peniupan alat musik tradisional Serune Kalee oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali, Pejabat Sekretaris Daerah Aceh Taufik, S.T., M.Si., dan Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh Agus Chusaini bersama sejumlah pemangku kebijakan di Aceh.

BacaJuga :

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

24 Oktober 2026
Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

23 Oktober 2026

Prosesi tersebut merepresentasikan semangat kebersamaan dan harmonisasi langkah seluruh pihak melalui filosofi Meuseuraya atau gotong royong dalam membangun ekonomi Aceh yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Salah satu agenda strategis festival adalah penandatanganan kerja sama antara UMKM produsen telur ayam dan tempe dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat rantai pasok pangan lokal sekaligus mempertemukan produsen daerah dengan pasar yang berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan bahan pangan secara mandiri, membantu pengendalian inflasi, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan pelaku usaha dan petani lokal.

Di sektor digitalisasi, BI Aceh bersama PT Bank Aceh Syariah (BAS) menyerahkan secara simbolis perangkat Soundbox QRIS kepada Ketua Forum Pedagang Kota Banda Aceh.

Bank Aceh Syariah menjadi bank pembangunan daerah (BPD) pertama di Indonesia yang berhasil mengimplementasikan Soundbox QRIS. Perangkat ini memungkinkan pedagang menerima konfirmasi transaksi secara langsung melalui notifikasi suara, sehingga pembayaran menjadi lebih praktis dan membantu mengantisipasi penipuan melalui bukti pembayaran digital palsu.

Dalam sambutannya, Ricky P. Gozali mengapresiasi Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, Dekranasda, perbankan, serta seluruh mitra strategis yang terus bersinergi mengembangkan perekonomian Aceh.

“Melalui semangat Meuseuraya, atau gotong royong, kita mempertemukan kreativitas pelaku usaha dengan dukungan Pemerintah Daerah, Perbankan, dan berbagai mitra agar UMKM Aceh semakin maju dan berdaya saing,” tambah Ricky.

Sementara itu, Taufik mengapresiasi Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam mendorong pembangunan ekonomi Aceh.

“Sinergi dalam membangun daerah terus dilakukan oleh Pemerintah Aceh melalui penguatan sektor pertanian, pengembangan UMKM, pengendalian inflasi, hingga perekonomian kreatif,” ujar Taufik.

Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan tema Meuseuraya Festival 2026 yang menempatkan penguatan nilai wastra Aceh sebagai fokus utama, melalui keterlibatan pengrajin, desainer, pelaku usaha, dan generasi muda dalam mengembangkan produk unggulan daerah.

Komitmen pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif terlihat dalam peragaan busana wastra Aceh yang berkolaborasi dengan Dekranasda Aceh. Peragaan tersebut menampilkan representasi 12 kabupaten/kota di Aceh melalui perpaduan kain tenun, bordir, dan songket khas Aceh hasil rancangan desainer lokal.

Kolaborasi tradisi dan inovasi ini menegaskan bahwa warisan budaya tidak hanya memiliki nilai identitas, tetapi juga berpotensi menjadi produk ekonomi kreatif yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain peragaan busana, festival menghadirkan 150 UMKM dari sektor makanan, minuman, fesyen, dan kerajinan. Berbagai kegiatan turut digelar, mulai dari kompetisi Ratoeh Jaroe dan Rapa’i Geleng hingga sesi live cooking untuk memperluas promosi produk dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli serta mitra rantai pasok.

Seluruh stan pameran juga mengusung pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari upaya mempercepat inklusi ekonomi dan keuangan digital di Aceh.

Bagi Bank Indonesia, penyelenggaraan Meuseuraya Festival merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Penguatan kapasitas UMKM, pendampingan tata kelola usaha, fasilitasi akses pembiayaan perbankan syariah, dan pembukaan akses pasar melalui business matching menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Festival ini juga membawa tiga filosofi utama, yakni Meuhase yang bermakna berdampak, Meusapat yang berarti berhimpun bersama, dan Meuseuraya sebagai semangat bersinergi melalui gotong royong.

Ke depan, Bank Indonesia berharap Meuseuraya Festival terus berkembang menjadi ruang kolaborasi antara UMKM, pemerintah daerah, perbankan, dan komunitas kreatif. Sinergi tersebut diharapkan memperluas akses pasar dan pembiayaan UMKM, memperkuat penggunaan pembayaran digital, serta menjaga warisan budaya Aceh tetap lestari sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

 

Previous Post

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

Berita Lainnya

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

24 Oktober 2026

PT Bank Aceh Syariah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh memperkuat sinergi dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui implementasi...

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

23 Oktober 2026

BANDA ACEH – Ekonomi Aceh menunjukkan tren penguatan pada 2026 di tengah upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai...

BNNK Aceh Selatan Hadirkan Alternatif Ekonomi di Kawasan Rawan Tanaman Terlarang lewat Tempe BERSINAR

BNNK Aceh Selatan Hadirkan Alternatif Ekonomi di Kawasan Rawan Tanaman Terlarang lewat Tempe BERSINAR

22 Oktober 2026

ACEH SELATAN — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan rawan tanaman terlarang melalui Bimbingan...

Load More

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Meuseuraya Festival 2026 Angkat Wastra Aceh, 150 UMKM Perluas Pasar

Meuseuraya Festival 2026 Angkat Wastra Aceh, 150 UMKM Perluas Pasar

24 Oktober 2026
Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

24 Oktober 2026
Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

23 Oktober 2026
BNNK Aceh Selatan Hadirkan Alternatif Ekonomi di Kawasan Rawan Tanaman Terlarang lewat Tempe BERSINAR

BNNK Aceh Selatan Hadirkan Alternatif Ekonomi di Kawasan Rawan Tanaman Terlarang lewat Tempe BERSINAR

22 Oktober 2026
BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat

BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat

22 Oktober 2026
  • BNNK Aceh Selatan Evaluasi Kesiapan Sekolah Terapkan Kurikulum Antinarkoba

    BNNK Aceh Selatan Evaluasi Kesiapan Sekolah Terapkan Kurikulum Antinarkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Temukan Rp328 Juta Tagihan Hotel Fiktif di Abdya, Sekwan DPRK Dominasi Temuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In