MediaNanggroe.com – Kabupaten Aceh Tengah dilanda bencana banjir dan longsor besar yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan ribuan warga terpaksa mengungsi. Kondisi wilayah saat ini terisolir total karena seluruh akses jalan utama tertutup longsor dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa bencana terjadi di sedikitnya empat titik longsor dan telah merenggut nyawa masyarakat. “Dapat kami laporkan bahwa ada empat titik longsor yang mengakibatkan meninggal dunia masyarakat kami berjumlah 9 orang,” ujarnya, 26 November 2025.
Bupati merinci korban berasal dari beberapa lokasi. “Ada dari Kampung Batu 3 orang, kemudian Kampung Galing ini tiga orang, kemudian juga Jalan Kampung Lupa Mata dua orang, dan di objek wisata Naturalfat satu orang. Ini semuanya sudah meninggal dunia,” katanya.
Ia menambahkan, masih terdapat dua korban yang belum bisa dievakuasi akibat keterbatasan alat berat. “Yang miris, ada dua lagi yang belum bisa kami evakuasi karena kekurangan alat. Alat yang kami butuhkan hari ini adalah excavator, ini sangat kami butuhkan untuk Kabupaten Aceh Tengah,” tegasnya.
Bencana ini juga menyebabkan Aceh Tengah tidak lagi dapat diakses dari berbagai jalur. “Aceh Tengah hari ini memang tidak bisa lagi diakses. Longsor di Gunung Salak tidak bisa lewat, kemudian Bebesen–Genting juga tidak bisa dilalui. Satu lagi dari Takengon–Bireuen juga longsor. Semuanya tidak bisa lagi dilalui oleh kendaraan,” terang Bupati.
Selain korban meninggal, jumlah pengungsi terus bertambah. “Hari ini sudah ada sekitar 28 titik pengungsian, lebih kurang ada 1.023 jiwa, 426 KK, dan beberapa sekolah dijadikan tempat pengungsian. Ini akan bertambah karena hujan sudah enam hari tidak pernah berhenti,” ucapnya.
Dampak ekonomi juga mulai terasa, terutama pada sektor pertanian. “Ada petani cabe yang hari ini hampir 12.000 hektar lebih lahan yang terkena dampak. Setiap hari panen 300 sampai 500 ton terkendala distribusi ke daerah lain,” keluh Bupati.
Sementara itu, jaringan listrik dan telekomunikasi ikut terputus. “Listrik dan Telkom juga terputus hari ini,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Tengah menyampaikan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat dan provinsi. “Kami berharap kepada Bapak Presiden melalui Bapak Gubernur dan Kepala BNPB untuk menjadi perhatian khusus Aceh Tengah. Kami sudah menandatangani surat kebencanaan untuk Aceh Tengah,” ujar Bupati.
Di akhir penyampaiannya, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. “Kami berharap masyarakat betul-betul waspada, apalagi daerah kita daerah pegunungan. Aceh Tengah saat ini status tanggap darurat,” pungkasnya












Discussion about this post