• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Selasa, 15 September 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh Lintas Barat

Sinergi Badan POM dan Pemkot Subulussalam Diperkuat Demi Pengawasan Obat dan Makanan yang Optimal

redaksi by redaksi
7 Agustus 2026
in Lintas Barat
Sinergi Badan POM dan Pemkot Subulussalam Diperkuat Demi Pengawasan Obat dan Makanan yang Optimal

Subulussalam – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh), Riyanto, turut hadir mendampingi Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Mohammad Kashuri, dalam kegiatan pembinaan dan pendampingan di Loka POM Kota Subulussalam, Rabu (05/08/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Loka POM Kota Subulussalam ini bertujuan memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan obat dan makanan, sekaligus meningkatkan kapasitas organisasi dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Agus Yudi Prayudana, Direktur Pengawasan Kosmetik, Priharika Septyowati, Kepala Balai POM di Aceh Tengah, Pupa Feshirawan Putra, beserta jajaran Loka POM Kota Subulussalam, BBPOM Aceh, dan Balai POM di Aceh Tengah. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mematangkan proses transisi operasional Loka POM Kota Subulussalam sekaligus memperkuat koordinasi antarunit pelaksana teknis Badan POM di wilayah Aceh.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, yang menegaskan pentingnya sinergi antara Badan POM dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pengawasan obat dan makanan yang efektif serta berkelanjutan.

“Keberhasilan pengawasan tidak hanya bergantung pada Badan POM, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan sistem pengawasan yang lebih responsif sehingga masyarakat memperoleh perlindungan yang optimal terhadap produk obat dan makanan,” ujar Riyanto.

BacaJuga :

Polres Aceh Jaya Gelar Upacara Hari Juang Polri, Ipda Zandi Erika Jadi Danup

Polres Aceh Jaya Gelar Upacara Hari Juang Polri, Ipda Zandi Erika Jadi Danup

22 Agustus 2026
BI Aceh Perkuat Klaster Petani Cabai di Aceh Barat, Dorong Pasokan dan Kendalikan Inflasi

BI Aceh Perkuat Klaster Petani Cabai di Aceh Barat, Dorong Pasokan dan Kendalikan Inflasi

21 Agustus 2026

Selanjutnya, Kepala Loka POM Kota Subulussalam, Indera Permana, memaparkan capaian kinerja organisasi, perkembangan pelaksanaan tugas, berbagai inovasi, serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan fungsi pengawasan di wilayah kerja. Dalam paparannya disampaikan bahwa Loka POM Kota Subulussalam berhasil meraih Nilai Kinerja Organisasi (NKO) sebesar 100,53%, disertai berbagai inovasi pelayanan dan pengawasan, seperti SIPALA, SELEKTA, dan Rapid Test Corner, yang dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat deteksi dini terhadap produk yang berisiko.

Dalam arahannya, Mohammad Kashuri menegaskan bahwa keterbatasan sumber daya tidak boleh menjadi hambatan dalam menjalankan tugas pengawasan. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi pemicu lahirnya berbagai inovasi yang mampu meningkatkan efektivitas pengawasan.

“Keterbatasan sumber daya bukan alasan untuk menurunkan kualitas pengawasan. Justru di situlah inovasi harus lahir. Kita perlu memperkuat pengawasan berbasis risiko, mengoptimalkan koordinasi antarfungsi, memanfaatkan rapid test sebagai deteksi awal, serta meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat agar perlindungan terhadap konsumen semakin optimal,” tegas Mohammad Kashuri.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil agar setiap unit kerja mampu menjawab tantangan pengawasan yang semakin kompleks.

Suasana diskusi berlangsung aktif dan konstruktif. Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, kebutuhan penguatan sarana pendukung, pengembangan basis data sarana, hingga strategi pengawasan pada wilayah prioritas. Menanggapi berbagai masukan tersebut, Deputi II mendorong seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kapasitas SDM, memperkuat kolaborasi lintas fungsi, serta memanfaatkan inovasi sebagai solusi dalam menghadapi berbagai tantangan pengawasan di lapangan.

Di sela rangkaian kegiatan, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Mohammad Kashuri, didampingi Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, beserta jajaran melaksanakan koordinasi dengan Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Wali Kota Subulussalam. Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara Badan POM dan Pemerintah Kota Subulussalam dalam mendukung pelaksanaan pengawasan obat dan makanan, sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat melalui penyediaan produk obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal dibahas, mulai dari penguatan pengawasan obat dan makanan di wilayah perbatasan, dukungan pemerintah daerah terhadap operasional Loka POM Kota Subulussalam, hingga kolaborasi dalam kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat. Pemerintah Kota Subulussalam juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program Badan POM sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin, menyambut baik kunjungan dan pembinaan yang dilakukan Badan POM serta berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat.

“Kami menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan Badan POM kepada Kota Subulussalam. Kehadiran Loka POM menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan. Pemerintah Kota Subulussalam siap mendukung penguatan pengawasan, termasuk melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya mengonsumsi produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat,” ujar Rasyid Bancin.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara Badan POM dan Pemerintah Kota Subulussalam dalam mendukung efektivitas pengawasan obat dan makanan, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sehat melalui sistem pengawasan yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan Loka POM Kota Subulussalam semakin siap bertransformasi menjadi unit kerja yang mandiri, adaptif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai dinamika pengawasan obat dan makanan. Sinergi yang semakin erat antara Badan POM, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan yang efektif serta memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Subulussalam dan sekitarnya.

Previous Post

Kesbangpol Aceh Ajak Gen Z Jadi Agen Perdamaian Digital, Tangkal Hoaks dan Intoleransi di Aceh

Next Post

Kapolresta Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Kabid TIK Jadi Plt

Berita Lainnya

Polres Aceh Jaya Gelar Upacara Hari Juang Polri, Ipda Zandi Erika Jadi Danup

Polres Aceh Jaya Gelar Upacara Hari Juang Polri, Ipda Zandi Erika Jadi Danup

22 Agustus 2026

Calang — Polres Aceh Jaya menggelar upacara peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026, Jumat, 21 Agustus 2026. Upacara berlangsung khidmat...

BI Aceh Perkuat Klaster Petani Cabai di Aceh Barat, Dorong Pasokan dan Kendalikan Inflasi

BI Aceh Perkuat Klaster Petani Cabai di Aceh Barat, Dorong Pasokan dan Kendalikan Inflasi

21 Agustus 2026

MEULABOH – Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh memperkuat klaster petani cabai merah di Kabupaten Aceh Barat melalui bantuan teknis (bantek)...

BBPOM Aceh Perkuat MPP Aceh Barat, Dorong Layanan Publik Lebih Cepat dan Terintegrasi

BBPOM Aceh Perkuat MPP Aceh Barat, Dorong Layanan Publik Lebih Cepat dan Terintegrasi

19 Agustus 2026

Aceh Barat – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) memperkuat sinergi lintas instansi dalam mendorong...

Load More
Next Post
Kapolresta Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Kabid TIK Jadi Plt

Kapolresta Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Kabid TIK Jadi Plt

Discussion about this post

BERITA TERKINI

BPJS Kesehatan Dorong Paradigma Value-Based Health Care untuk Untuk Tingkatkan Mutu Layanan Peserta

BPJS Kesehatan Dorong Paradigma Value-Based Health Care untuk Untuk Tingkatkan Mutu Layanan Peserta

14 September 2026
BI Aceh Buka Olimpiade CBP Rupiah 2026, Pelajar Ditantang Kuasai Literasi Keuangan

BI Aceh Buka Olimpiade CBP Rupiah 2026, Pelajar Ditantang Kuasai Literasi Keuangan

13 September 2026
BPJS Kesehatan Perkuat Skrining Kanker Serviks di FKTP dalam Upaya Promotif & Preventif Program JKN

BPJS Kesehatan Perkuat Skrining Kanker Serviks di FKTP dalam Upaya Promotif & Preventif Program JKN

13 September 2026
Cegah Penyimpangan Pengelolaan Obat, BBPOM Aceh Perkuat Kompetensi Tenaga Kefarmasian di Sabang

Cegah Penyimpangan Pengelolaan Obat, BBPOM Aceh Perkuat Kompetensi Tenaga Kefarmasian di Sabang

11 September 2026
Kapolda Aceh Dorong Digitalisasi Layanan Lalu Lintas, Perkuat Pelayanan yang Cepat dan Humanis

Kapolda Aceh Dorong Digitalisasi Layanan Lalu Lintas, Perkuat Pelayanan yang Cepat dan Humanis

11 September 2026
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PPPK Pemerintah Aceh Kini Berhak Menerima TPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petani Mengadu, 16.276 Hektare Sawah Rusak Berat Masih Menunggu Rehabilitasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In