MediaNanggroe.com – Jumlah korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di Aceh terus bertambah. Data terbaru Pos Komando Penanganan Darurat mencatat 80 warga meninggal dunia, menjadikan bencana ini salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Juru Bicara Pengendali Komunikasi Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, mengatakan skala bencana sangat besar dan membutuhkan penanganan intensif. “Angka ini menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi Aceh memberikan dampak yang sangat serius terhadap masyarakat. Pemerintah terus memperkuat upaya evakuasi, pelayanan kesehatan, dan penyediaan bantuan logistik,” ujarnya.
Selain korban meninggal, tercatat 330 orang luka berat, 1.284 luka ringan, dan 71 orang dinyatakan hilang. Total warga terdampak mencapai 89.959 KK atau 441.842 jiwa. Sementara itu, 229 titik pengungsian telah terbentuk, menampung 207.017 jiwa atau 52.162 KK.
Kerusakan material juga cukup luas. Data posko mencatat 26.736 rumah terdampak, 138.280 hektare sawah, dan 12.000 hektare kebun ikut rusak. Kerusakan fasilitas umum meliputi 9 unit perkantoran, 19 tempat ibadah, 12 sekolah, 1 pesantren, 261 titik jalan terputus, dan 77 jembatan terputus.
“Kerusakan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan, menjadi perhatian serius karena menghambat distribusi bantuan ke beberapa wilayah terdampak. Tim gabungan sedang melakukan pembukaan akses darurat di sejumlah titik kritis,” kata Murthalamuddin.
Pemerintah Aceh menyampaikan langkah-langkah penanganan yang sedang berlangsung, antara lain percepatan evakuasi di kawasan rawan susulan, pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian, asesmen cepat kerusakan, serta penyiapan tahap pemulihan awal pascabencana.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih memungkinkan terjadi. Warga di kawasan rawan banjir dan longsor diminta mengikuti arahan petugas dan segera mengungsi saat situasi mengancam keselamatan.
“Kami memastikan seluruh informasi resmi terkait penanganan bencana akan terus diperbarui melalui kanal komunikasi Pemerintah Aceh. Kami mengajak masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi,” tegas Murthalamuddin.











Discussion about this post